Penguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Mengaji

0
304

Permasalahan yang terjadi pada generasi muda saat ini, yaitu krisis moral. Turunnya moral pada generasi muda sangat memprihatinkan sekali. Salah satu penyebab turunya moral pada generasi muda yaitu kurangnya penanaman pendidikan karakter pada anak. Untuk itu sangat diperlukan penanaman karakter sejak dini atau saat anak memasuki jenjang sekolah dasar. Salah satu tujuan pendidikan karakter adalah untuk membangun dan membekali siswa sebagai generasi emas Indonesia untuk mempersiapkan masa depan.

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya dukungan keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Selain itu sekolah juga merupakan salah satu tempat sebagai pembentukan karakter. Keberhasilan dari pendidakan karakter adalah budaya sekolah dan pembiasaan yang baik. Hal ini yang mendasari perlu adanya program yang menunjukkan upaya penguatan dan penanaman nilai-nilai karakter ditiap sekolah. Salah satunya adalah kegiatan religius, seperti halnya kegiatan mengaji.

Salah satu sekolah swasta yang ada di Tuban yang sudah mengimplementasikan kegiatan mengaji yaitu Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Hikmah. Sekolah tersebut menerapkan program fullday, yang menggabungkan antara pelajaran formal dan kegiatan mengaji menjadi satu. Kegiatan awal dimulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB yang diisi dengan tahfidz Al-Qur’an.

Tahfidz Al-Qur’an adalah proses menghafal Al-Qur’an baik dengan cara membaca maupun mendengarkannya secara berulang-ulang sampai hafal, sehingga setiap ayat mampu dibaca tanpa melihat mushaf. Tujuan diadaknnya kegiatan tahfidz Al-Quran ini adalah agar siswa dapat menjaga serta mengingat Al-Qur’an.

Bukan hanya kegiatan tahfidz Al-Qur’an saja, tetapi juga ada kegiatan mengaji lain setelah pembelajaran formal, yaitu kegiatan mengaji TPQ dan kegiatan mengaji diniyah. Kegiatan tersebut dimulai pukul 12.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB.

Kegiatan mengaji TPQ di SD Islam Terpadu Al-Hikmah ini menggunakan metode mengaji jilid (Al-baghdadiyah). Mengaji jilid (Al-baghdadiyah) adalah metode pemelajaran Al-Qur’an dengan cara mengeja perhurufnya. Metode Al-baghdadiyah merupakan metode mengajar yang cukup efektif, sebab membantu para siswa untuk melatih ejaan huruf-huruf dalam Al-Qur’an.

Setelah kegiatan mengaji TPQ ada juga kegiatan mengaji diniyah, dimulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Materi pelajaran yang diajarkan saat mengaji diniyah yaitu tajwid. Siswa diajarkan tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Materi lain yang diajarkan saat mengaji diniyah, yaitu mengenai akhlak. Akhlak adalah suatu tingkah laku, baik, buruk, salah, benar, yang ada pada diri seseorang. Jadi mengajarkan tentang akhlak yang baik pada anak sejak dini merupakan hal yang penting. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan sholat ashar berjamah.

Metode yang digunakan untuk mengajar siswa saat mengaji di SD Islam Terpadu Al-Hikmah ini  yaitu menggunakan metode pembiasaan dan metode langsung praktik. Misalnya pada bab wudhu, setelah diterangkan materinya, langsung diajak untuk praktik. Selain itu, ada juga pembiasaan program sholat dhuha, sholat dzuhur, dan sholat ashar. Bukan hannya guru memerintahkan saja kepada muridnya, tetapi gurunya juga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Hal ini yang menyebabkan SD Islam Terpadu Al-Hikmah banyak diminati masyarakat. Karena para orang tua pasti ingin anaknya pintar mengaji. Bukan hanya pintar dalam hal pelajaran umum saja, tetapi para orang tua pasti ingin anaknya pintar membaca Al-Qur’an serta menghafal Al-Qur’an dan juga mempunyai akhlak yang baik. (Mei Natul Khusnul Kotimah)

 

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2023, FKIP- Universitas PGRI Ronggolawe dan Opini ini merupakan tugas kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M.Pd.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini