Job Fair Bekasi Pasti Kerja 2025

0
151
https://images.app.goo.gl/1w3SuVBhT4mpMrKu7

Bursa pekerjaan yang diberi nama “Pameran Kerja Bekasi Pasti Kerja 2025” diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi di Convention Center President University Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada 27 Mei 2025. Pejabat sementara kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi mencatat terdapat 2. 557 lowongan kerja dari 64 perusahaan, tetapi jumlah pencari kerja yang hadir melebihi 25. 000 orang, menyebabkan keributan. Setidaknya 37 orang mengalami cedera akibat kejadian tersebut, kebanyakan dikarenakan sesak napas, terjatuh, dan terinjak dalam kerumunan.

Pameran kerja adalah kesempatan berharga bagi pencari kerja, khususnya di kota besar seperti Bekasi. Di tahun 2025 ini, harapan untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan ketertarikan semakin tinggi, tetapi kenyataan di lapangan seringkali tak sesuai harapan. Sayangnya, pameran kerja di Bekasi tahun ini tidak luput dari kekacauan yang mencerminkan kompleksitas dunia kerja. Sejak pagi, antrean panjang sudah terlihat di depan gedung acara. Pencari kerja, mulai dari fresh graduate hingga yang berpengalaman, saling berdesakan untuk merebut kesempatan bertemu dengan perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan. Namun, suasana yang awalnya ceria segera berubah menjadi tidak teratur. Ketidakpastian dan tekanan untuk segera menemukan pekerjaan membuat banyak orang kehilangan kendali.

Salah satu penyebab kekacauan ini adalah jumlah peserta yang jauh melampaui kapasitas yang tersedia. Banyak pengunjung datang tanpa mendaftar sebelumnya, sehingga menambah kerumunan dan kekacauan. Dalam situasi seperti ini, panitia harusnya lebih mempersiapkan diri dan memiliki rencana yang baik untuk mengatur alur kedatangan serta undangan peserta agar tidak terjadi penumpukan. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan tampaknya juga tidak sepenuhnya siap menghadapi semangat yang tinggi dari pencari kerja. Banyak stan yang tidak memberikan informasi yang memadai tentang posisi yang tersedia, atau bahkan tidak ada perwakilan yang bersedia menjawab pertanyaan. Hal ini membuat pencari kerja merasa frustasi dan kecewa, karena mereka datang dengan harapan besar untuk mendapatkan pekerjaan, namun pulang dengan hasil yang nihil.

Pendapat pribadi saya terkait situasi ini adalah pemerintah seharusnya sadar dan memperhatikan banyaknya pencari kerja, namun banyak lapangan pekerjaan yang tidak memadai. Jika memang pameran kerja diadakan, harusnya dilakukan dengan lebih terorganisir, mulai dari pengaturan waktu hingga memberikan sesi antrean untuk menghindari penumpukan di satu titik yang berpotensi menyebabkan keributan. Kejadian ini juga membuktikan bahwa pendapat dari beberapa orang tentang generasi Z yang terlalu pemilih dalam memilih pekerjaan tidak sepenuhnya benar; bukan generasi Z yang selektif, tetapi memang kurangnya lapangan pekerjaan yang dapat dipilih.

Penulis :Hikmatu Dluhaa / 1119230142 / PGSD 2023 E

Editor : Utri Rahmawati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini