Raja Ampat adalah destinasi wisata yang sangat populer di kalangan banyak orang. Tempat ini juga sering disebut sebagai Surga Terakhir di Bumi. Namun, apa yang menjadikannya begitu spesial? Raja Ampat terletak di tengah-tengah Segitiga Terumbu Karang, area yang memiliki jumlah keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi. Nama Raja Ampat, yang berarti “Empat Raja,” merujuk kepada lebih dari 1. 500 pulau kecil, pulau karang, dan beting yang ada di sana, serta terkenal karena kekayaan hayati yang luar biasa. Wilayah ini mendapat berbagai julukan karena dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia, dengan memiliki lebih dari 600 spesies karang keras (sekitar 75% dari total karang di dunia berada di Raja Ampat), 1. 630 spesies ikan karang (termasuk lebih dari 35 spesies endemik), hewan karismatik, dan ribuan biota laut lainnya.
Namun saat ini, kondisi tersebut telah memburuk.
Sektor pertambangan masih terus melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam. Kali ini, tambang nikel yang menjadi penyebab pencemaran keindahan Raja Ampat.
Raja Ampat berisiko kehilangan daya tariknya. Ada pulau kecil yang telah diratakan, tumbuhan alami yang telah ditebang, dan tidak lama lagi sumber air akan lebih tercemar, yang berdampak buruk pada kehidupan laut yang akan kehilangan sumber penghidupan.
Di samping itu, kita juga akan kehilangan tempat wisata yang menawan dan alami, serta Indonesia akan kehilangan bagian dari surga terakhirnya.
Apakah ini semua yang harus kita terima, hanya demi kepentingan penambang nikel yang tega merusak alam? Jika kegiatan penambangan nikel ini tidak dihentikan, kita mungkin akan kehilangan. . .
Spesies endemik seperti biawak Waigeo, udang mantis merak, hiu karpet berbintik, berbagai jenis ikan, dan beragam jenis terumbu karang. Raja Ampat, sebagai rumah bagi 75% spesies karang di dunia, akan menghadapi kepunahan.
Di samping itu, sumber penghidupan bagi masyarakat setempat pun akan kesulitan dalam mencari makanan. Lalu, jika sudah begini, siapa yang akan bertanggung jawab? Dan bagaimana dengan nasib laut, hutan, dan wisata jika Raja Ampat dirusak! ? Di mana letak kepedulian penambang nikel yang rela merusak keindahan alam ini?
“Nikel dianggap sebagai solusi untuk energi bersih, namun ironisnya menciptakan kerusakan di berbagai tempat. Kini, alam Raja Ampat pun terkena dampaknya, tanahnya dikuras, dan lautnya dirusak. Karena itu, kita perlu berteriak, menyuarakan pendapat mereka yang tidak didengar. Di saat seperti ini, tidak ada yang lebih kuat daripada kebenaran yang diungkapkan,” kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik.
Penulis : Juleha / PGSD – E / 2023
Editor : Utri Rahmawati
