Unirow- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Teater Institut (KTI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban ikut memeriahkan acara Seminar Nasional dan Temu BEM PTS Se-Jatim dengan menampilkan teater bertema Pendidikan, Sabtu (21/12). Bertempat di Perpustakaan Lantai tiga Unirow Tuban.
Teater bertema pendidikan tersebut disutradarai oleh Siti Maisaroh mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) angkatan 2018. Ia menjabat sebagai direktur KTI periode 2019-2020.
Saat ditemui, Mai sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa semua ide murni dari KTI.
“Memilih tema pendidikan tersebut dipresentasikan lewat sajak anak muda karya W.S. Rendra, dengan beberapa aktor,” ujarnya.
Pemilihan tema tersebut disesuaikan dengan acara, yaitu pertemuan BEM PTS Se-Jatim. KTI berusaha mengingatkan kepada mereka (seluruh Presma yang hadir) bahwa seseorang dengan ijazah tinggi tidak menjamin akan pekerjaan.
Selain itu, Mai juga menjelaskan agar mereka maupun kita semua sadar bahwa pendidikan hanya sebatas formalitas saja. Teknik-teknik pendidikan jarang sekali digunakan dengan baik dan benar. Apalagi di acara seminar tersebut turut dihadiri pemateri-pemateri kondang yang tak kalah hebat dan rata-rata seorang politikus.
Penampilan teater tersebut menceritakan tentang beberapa pelajar atau mahasiswa yang sudah lulus dan mendapatkan ijazah namun mereka bingung mau dikemanakan ijazah tersebut. Mencari pekerjaan hanya untuk anak-anak pegawai, lalu ijazah tinggi seperti doker dan lain-lain hanya bekerja itu-itu saja.Tanpa membuat perubahan untuk indonesia.
Hukum dimana-mana tidak bisa dijadikan acuan atau pedoman, dan selalu berulang kali dikhianati. Untuk aktor maupun karakter yang menarik 3 pelajar tersebut adalah seorang penguasa pendidikan, dimana ia bangga karena sudah membuat pendidikan semakin tidak karuan.
Sementara itu, untuk persiapan acara tersebut sangat minim sekali. Pasalnya, pihak KTI dihubungi oleh pihak BEM pada saat H-2 sebelum acara.
“Waktu itu langsung kami mengadakan koordinasi bersama anggota untuk membahas konsepan acara mengisi di BEM,” jelas Mai.
Selain itu, ia juga menambahkan, pada saat persiapan acara, kami menyepakati untuk menampilkan pembacaan puisi di dalam pementasan teater tersebut.
“Setelah kami menemukan puisi kami langsung melakukan pemilihan sutradara, aktor, artistik, dan lain-lain, kemudian langsung melakukan latihan beberapa kali dalam sehari,” jelasnya.
Adapun yang dirasakan pihak KTI saat mengisi acara tersebut, mereka merasa bangga karena bisa menampilkan sebuah pementasan partisipasi di acara yang besar. Selain itu, bisa memperkenalkan KTI di rekan-rekan mahasiswa Universitas lain. Akan tetapi mereka juga sedikit kecewa karena persiapannya kurang, hak tersebut disebabkan pihak BEM tidak sesuai jadwal saat melangsungkan acara.
“Aktor dan para kru menunggu 1 jam, pada saat tampil sound sistem tidak berfungsi, itu membuat acara menjadi tidak kondusif,” paparnya.
Mai juga mengatakan, acara ini sangat bagus, dimana kita bisa memperkenalkan unirow di pihak kampus lain, termasuk apa saja yang ada di dalam unirow. Semoga acara tersebut dapat terulang kembali di tahun tahun berikutnya.
“Semoga kelak bisa menjadi tuan rumah yang lebih baik lagi,” tuturnya.
Lebih dari itu, ia juga berpesan untuk BEM, semoga bisa mengadakan acara yang lebih baik lagi, lebih hebat lagi, dan bisa memberikan kinerja yang baik untuk kampus dan mahasiswa. Untuk Unirow semoga makin jaya dan bisa menjadi tuan rumah lagi pada acara-acara yang lain. (Wachu/Utami)



