Pondok Pesantren sebagai Wadah dalam Upaya Pembentukan Karakter

0
263

        Pondok pesantren merupakan tempat
untuk menimba ilmu agama. Pondok pesantren juga dapat menumbuhkan rasa
kemandirian seseorang untuk memenuhi segala urusannya secara mandiri. Namun,
kemandirian tersebut akan mewujudkan adanya rasa tanggung jawab terhadap diri
sendiri. Sehingga dapat memunculkan jati diri agar selalu memegang prinsip.

Pondok pesantren juga bisa
menumbuhkan karakteristik seseorang menjadi baik, bisa dijamin dengan aktivitas
sehari-hari yang dilakukan di dalam lingkungan pondok pesantren. Aktivitas yang
bersangkutan bisa terhitung dari mulai bangun pagi hingga menjelang tidur lagi
rangkaian kegiatan yang ada seputar dengan belajar. Namun, ada kalanya pondok
pesantren yang hanya memfokuskan pada ilmu salafiyah (non-formal) di banding
dengan kolaborasi antara ilmu pendidikan formal dengan non-formal .

Maka dari itu, jangan ragukan lagi
pondok pesantren dengan mengklaim bahwa belajar di pondok pesantren
ujung-ujungnya dapat merusak norma. Perlu diingat kembali, bahwa tidak semua
manusia yang hidup di dunia ini terlahir sempurna. Namun, semua itu hanyalah
minoritas yang ada di dalam lingkungan tersebut. Sehingga rata-rata santri yang
benar berniat mengabdi dia akan merasakan nikmatnya kehidupan yang serba
mandiri. Dengan begitu, dia bisa belajar dari banyak pengalaman di sana. Proses
pembentukan karakter dalam jati diri akan mulai berkembang sesuai dengan faktor
usia. Dari pengalaman tersebut, para santri dapat berpikir bahwa kita sebagai
generasi muda yang diharapkan oleh negeri untuk menjadi awal perintis bukan
pewaris.


Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2020, FKIP-Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini