Iran dan Israel dahulu bukanlah rival, melainkan memiliki ikatan yang kuat. Semua itu berubah setelah Revolusi Islam di Iran pada tahun 1979. Di tahun 1948, Iran menjadi salah satu negara pertama yang memberikan pengakuan terhadap Negara Israel. Kedua negara tersebut merupakan sekutu dalam melawan negara-negara Arab dalam berbagai konflik di Timur Tengah.
Namun, setelah tahun 1979, kemitraan antara Iran dan Israel terputus seiring dengan revolusi yang mengubah Iran menjadi Negara Islam. Iran kini menjadi negara yang menentang keras keberadaan Israel di wilayah Palestina. Konflik yang melibatkan Iran dan Israel menciptakan dampak yang memprihatinkan tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga bagi situasi global.
Baru-baru ini, kita mungkin mendengar kabar mengenai serangan Israel terhadap Iran. Pada 12 Juni 2025, Israel melakukan serangan udara pertamanya yang ditujukan pada program nuklir di Iran. Israel terus melancarkan serangan-serangan tambahan terhadap Iran. Di sisi lain, pada 15 Juni 2025, Iran membalas dengan serangan terhadap Israel. Rentetan serangan ini terus berlanjut hingga saat ini.
Konflik antara kedua negara ini tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga menyebabkan banyak korban jiwa. Perang antara Iran dan Israel dirasakan oleh masyarakat internasional secara keseluruhan. Ketidakstabilan di Timur Tengah berdampak pada ekonomi global, termasuk harga minyak dan inflasi.
Penting untuk diingat bahwa konflik di antara kedua wilayah ini bukan hanya masalah agama maupun wilayah, tetapi juga merupakan kegagalan diplomasi global dalam menemukan solusi damai. Ketika negara-negara di dunia lebih fokus pada penguatan militer dan pembentukan aliansi, perdamaian menjadi terabaikan.
Sebagai bagian dari komunitas internasional, kita tidak boleh bersikap acuh tak acuh terhadap konflik yang ada. Negara-negara dan masyarakat internasional memiliki peran penting dalam memfasilitasi penyelesaian konflik secara damai melalui diplomasi dan mediasi. Melalui kerja sama dan semangat kemanusiaan yang tinggi, konflik dapat diatasi secara damai.
Penulis : Marta Lidia Wati / PGSD-E / 2023
Editor : Imelda Rahayu
