Peran Bimbingan Belajar (Bimbel) dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Anak Sekolah Dasar: Manfaat, Kekurangan, dan Kontroversi Terkait Pentingnya Bimbel

0
789

Pendidikan adalah proses dimana seseorang memperoleh atau memberikan beberapa pengetahuan kepada orang lain. Mendapatkan pendidikan merupakan hak asasi setiap manusia. Pendidikan dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yakni pendidikan formal dan pendidikan non formal. Pendidikan formal contohnya saja sekolah, sedangkan pendidikan non formal seperti les privat, bimbel, dan lain sebagainya.

Selain mendapatkan pembelajaran di sekolah, anak-anak juga sepatutnya mendapatkan pembelajaran tambahan di luar sekolah. Pembelajaran tambahan ini sangatlah diperlukan untuk anak-anak usia dini khususnya anak sekolah dasar. Bahkan zaman sekarang, anak TK pun sudah mendapatkan pembelajaran tambahan. Salah satu pembelajaran tambahan yang efektif ialah bimbingan belajar atau yang lebih sering dikenal dengan istilah bimbel.

Bimbel merupakan salah satu kegiatan pembelajaran tambahan di luar jam pembelajaran di sekolah untuk mengoptimalkan kegiatan belajar siswa. Bimbel seringkali dikaitkan dengan les privat. Beberapa orang menganggap bahwa bimbel dan les privat itu sama. Asumsi tersebut tentunya kurang tepat karena les privat dan bimbel itu berbeda. Lalu, apa bedanya bimbel dengan les privat?

Ditinjau dari mekanisme pengajarannya bimbel menyediakan satu orang pengajar yang nantinya akan mengajarkan beberapa orang anak, sedangkan pada les privat setiap satu pengajar hanya akan mengajarkan satu anak saja. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk bimbel tergolong lebih murah dibandingkan les privat.

Perlukah bimbel untuk anak sekolah dasar?

Pertanyaan tersebut seringkali terlintas di pikiran kita. Mengapa anak-anak harus mengikuti bimbel padahal mereka sudah mengikuti pembelajaran di sekolah? Penting tidaknya bimbel bagi anak itu tergantung dari daya tanggap dan kebutuhan anak itu sendiri. Ada anak yang cepat tanggap terhadap pembelajaran ada juga yang daya tanggapnya kurang. Dari sinilah pentingnya bimbel itu ada. Melalui bimbel, anak-anak akan dapat mengoptimalkan kegiatan belajarnya dan mendapatkan hasil akademik yang memuaskan.

Di waktu luang anak-anak usia sekolah dasar cenderung masih ingin bermain ketimbang belajar khususnya pada anak kelas 1,2 dan 3. Mereka akan malas belajar sendiri di rumah apalagi jika tidak ada pendampingan dari orang tua. Hal inilah yang memicu rendahnya minat belajar anak. Solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memfasilitasi bimbel untuk anak, dimana mereka akan belajar bersama dengan anak-anak lainnya. Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung minat belajar anak. Anak SD cenderung lebih senang belajar bersama teman-temannya dibandingkan dengan belajar sendiri di rumah. Suasana yang menyenangkan akan membuat anak nyaman dan semangat dalam belajar.

Selama menjalani bimbel pasti ada kelebihan dan kekurangannya, yakni sebagai berikut:

Kelebihan atau manfaat bimbel:

  1. Meningkatkan minat belajar anak

Bimbel dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar anak. Hal ini dikarenakan bimbel akan memberikan konsep dan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Jika mereka suka dan nyaman pada kegiatan pembelajaran akan berpengaruh terhadap minat belajarnya.

  1. Membantu memecahkan masalah belajar pada anak

Ada saat dimana anak kurang paham dengan materi yang disampaikan oleh gurunya dan enggan untuk bertanya. Melalui bimbel anak akan memiliki banyak waktu untuk bertanya dan berdiskusi dalam memecahkan masalah belajar yang sedang ia hadapi.

  1. Penggunaan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat

Dengan mengikuti bimbel, anak akan menggunakan waktu luangnya untuk hal yang lebih bermanfaat dengan belajar. Hal ini lebih baik daripada bermain gadget dalam mengisi waktu luang mereka.

  1. Mengasah kecerdasan

Beberapa bimbel biasanya memiliki strategi yang lebih mudah dan cepat untuk mengerjakan suatu persoalan. Strategi ini pastinya akan melatih kecerdasan anak.

  1. Memiliki teman baru

Melalui bimbel, anak akan mendapatkan teman baru dari berbagai sekolah. Mereka akan bersosialisasi dengan teman sebayanya sehingga suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan.

Kekurangan dari bimbel:

  1. Menguras pikiran anak

Beberapa tempat bimbel terkadang memberikan tugas yang memberatkan siswa. Hal ini mengharuskan siswa lebih berpikir keras untuk menyelesaikan tugas sekolah dan tugas dari tempat bimbel.

  1. Materi dan metode yang berbeda

Materi dan metode yang diajarkan di tempat bimbel terkadang berbeda bahkan tidak sesuai dengan yang diajarkan oleh guru di sekolah.

  1. Biaya bertambah

Dengan mengikuti bimbel berarti akan ada biaya tambahan selain biaya sekolah sehingga tidak jarang ada orang tua yang enggan memfasilitasi bimbel untuk anaknya dikarenakan faktor ekonomi.

Tak sedikit pula muncul pro dan kontra tentang wajib tidaknya anak mengikuti bimbel, khususnya untuk anak-anak usia sekolah dasar. Ada yang menganggap bahwa bimbel itu wajib, sebagian juga menganggap bahwa bimbel tidak begitu diperlukan. Anak-anak dengan daya tanggap yang kurang dalam pembelajaran pastilah perlu mengikuti bimbel, dari bimbel mereka dapat meningkatkan kualitas belajarnya. Selain itu, beberapa orang tua juga sangat mendukung anaknya mengikuti program bimbel. Terutama bagi mereka yang kurang memiliki waktu untuk mendampingi anaknya dalam belajar. Dengan adanya bimbel mereka sangatlah terbantu.

Namun, disisi lain ada anak yang cepat tanggap terhadap pembelajaran sehingga ada dari mereka yang tidak membutuhkan bimbel untuk meningkatkan kualitas belajarnya. Mereka tahu bagaimana cara mengoptimalkan pemahaman terhadap pembelajaran yang telah diterima. Tak jarang beberapa orang tua menganggap bahwa bimbel itu tidak begitu diperlukan karena anak-anaknya sudah mendapatkan pembelajaran di sekolah. Selain itu, biaya bimbel juga menjadi pertimbangan bagi para orang tua.

Dengan demikian kita dapat mengetahui pentingnya bimbel bagi anak SD itu sangat tergantung pada respons individu anak terhadap pembelajaran. Meskipun bimbel memiliki manfaat dalam meningkatkan minat belajar, menyelesaikan masalah belajar, serta menyediakan lingkungan sosial yang mendukung, juga terdapat beberapa kekurangan seperti pengurasan pikiran, perbedaan materi dan metode, dan tambahan biaya. Terdapat pula pandangan pro dan kontra terkait perlunya anak mengikuti bimbel. Namun, pada akhirnya keputusan tersebut harus dipertimbangkan sesuai dengan respons belajar anak, dukungan orang tua, dan ketersediaan sumber daya (dana).

 

Penulis : Kristiana

*Penulis adalah mahasiswa program studi PGSD UNIROW Tuban angkatan 2023. Opini ini merupakan tugas kuliah yang diampu oleh ibu Yunita Suryani, M.Pd.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini