Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik

0
191

 

(Cr: chiscyberschool)

Berbicara tentang
pendidikan karakter sebagian besar asumsi

yang
muncul adalah sifat atau watak
seseorang. Jika seseorang tidak mempunyai pendidikan karakter mereka akan
melakukan perbuatan yang menyimpang
seperti tindak kriminal, kekerasan, tawuran, dan bullying
yang marak dilakukan oleh peserta didik.

Tantangan utama dari pendidikan
karakter bukanlah mengenai sifat dan watak peserta didik melainkan lingkungan
sekitar, termasuk keluarga. Pengaruh lingkungan terhadap berhasil atau tidaknya
suatu pendidikan karakter sangatlah dominan
,
d
an ada banyak faktor di lingkungan
yang akan berdampak pada pembentukan karakter
seorang anak. Misalnya,
seseorang tinggal di lingkungan yang budaya masyarakatnya jauh dari nilai
sosial dan keagamaan, sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka terbiasa
berperilaku kasar, berkata kotor, atau bahkan kekerasan. Maka
, pembentukan
karakter anak yang terus
–menerus dilakukan di sekolah akan menjadi terkendala
ataupun sia-sia.

Termasuk di
lingkungan keluarga, jika para orang tua tidak mampu memberikan contoh yang
baik bagi anak-anaknya, maka pendidikan karakter yang dipelajarinya di sekolah
gagal. Karena sejatinya keluarga merupakan dasar utama pendidikan karakter,
karena siswa lebih banyak meluangkan waktunya dalam keluarga ketimbang sekolah.

Seorang guru juga
memiliki peranan yang sangat penting untuk keberlangsungan proses pendidikan
karakter di sekolah, seperti membiasakan murid dipagi hari untuk disiplin
berbaris di depan kelas sebelum masuk kelas, kemudian seorang siswa juga
diajari untuk ber
do’a terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran.

Seorang guru tidak
boleh bersikap tidak baik apalagi di depan peserta didiknya karena bisa saja peserta
didik menirukan apa yang dilihatnya tanpa mempertimbangkan baik
atau
buruknya, karena seorang guru merupakan contoh teladan bagi muridnya. Seorang
guru menjadi teladan yang dapat berpengaruh terhadap karakter anak didiknya.
Oleh karena itu, seorang guru seharusnya bisa membangun karakter pada dirinya
terlebih dahulu agar mampu menjadi contoh yang baik bagi anak didiknya.

Seorang guru
mempunyai peran sebagai orang tua saat di sekolah dan tidak hanya memberikan
sebuah pelajaran saja namun juga bertanggung jawab untuk mendidik moral,
perilaku dan karakter pada peserta didiknya, dengan guru menanamkan pendidikan
karakter kepada murid sehingga para murid bisa memahami apa yang telah
diajarkan. Pengembangan karakter pada peserta didik akan tercapai jika memahami
karakter dasar yang dimiliki oleh individu tersebut.

Jadi, guru perlu
bekerja sama dengan orang tua siswa, karena pendidikan di sekolah dan di rumah itu
harus sinkron antara satu dengan yang lain.

Oleh karena itu
Pendidikan karakter sangatlah penting apalagi bagi peserta didik sebagai bekal
di masa yang akan mendatang. Pendidikan karakter pada dasarnya adalah
serangkaian suatu proses pembelajaran untuk menanamkan pengetahuan, dan
kesadaran tentang nilai-nilai moral, dan nilai norma yang bertujuan membangun
karakter atau kepribadian seseorang. Pendidikan karakter dinilai sangat penting
untuk ditanamkan pada anak-anak yang usianya masih dini khususnya anak sekolah
dasar (SD) pembentukan karakter seseorang harus dilakukan sejak sedini mungkin
karena saat anak-anak masih mudah untuk dibentuk karakternya dibandingkan saat
sudah beranjak dewasa.

Saat ini pendidikan
karakter tidak hanya diperlukan di sekolah saja namun juga di lingkungan
masyarakat. Masyarakat pun memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dalam
upaya pembentukan karakter. Dalam hal ini yang dimaksud dengan masyarakat
disini adalah orang yang lebih tua yang dapat memberikan contoh seperti mengajak,
atau melarang seorang anak dalam melakukan suatu perbuatan yang tidak baik,
Serta penerapan kebiasaan pada seorang anak dalam membangun karakternya seperti
gotong royong, menghormati orang yang lebih tua dan lain sebagainya. Lingkungan
masyarakat jelas memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan
penanaman nilai-nilai dan etika dalam pembentukan karakter pada anak.

Pendidikan karakter
tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang guru dan keluarga, namun juga masyarakat
setempat. Asumsinya pada usia tersebut merupakan usia yang sangat menetukan
kemampuan seorang anak dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Hal yang
mendasar ini membuat pendidikan karakter menjadi suatu hal yang penting yang
harus diberikan pada anak karena nilai-nilai dasar ini sangat dibutuhkan untuk
kedepannya.

Diharapkan melalui
pendidikan karakter akan menumbuhkan perilaku terpuji pada anak, baik perilaku
kepada orang tua, perilaku sebagai warga negara yang baik serta perilaku saat
berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan.

Pendidikan karakter
berkenaan dengan mental individu, diantaranya segi keinginan, motif, dan
dorongan berbuat sesuatu. Pendidikan karakter adalah pemberian pandangan
mengenai berbagai jenis nilai hidup, seperti kejujuran, kecerdasan, kepedulian,
tanggung jawab, kebenaran, kebaikan, dan kepercayaan.

Tujuan pendidikan
adalah untuk membentuk karakter, karena karakter adalah penilaian dari seseorang
atau individu dan masing-masing karakter dapat memberikan kekuatan persatuan
dalam mengambil sikap dalam setiap situasi.

Pendidikan karakter
juga dapat menggabungkan informasi yang diperolehnya selama dalam pendidikan untuk
dijadikan pandangan hidup yang berguna bagi upaya menghadapi persoalan
hidupnya. Selain itu, tidak hanya menyadari apa tugasnya dan bagaimana
mengambil sikap terhadap berbagai jenis situasi permasalahan, tetapi juga akan
menghadapi kehidupan dengan penuh kesadaran, memahami terhadap nilai
keberagaman sosial, dan dapat bertanggung jawab atas tindakannya.

Dengan demikian, penanaman pendidikan karakter sejak dini juga potensi berkembangnya hati nurani dan
akhlak baik dalam diri anak cenderung lebih besar. Hal ini, tentu saja akan
memberikan banyak manfaat saat mereka sudah tumbuh dewasa nanti, anak akan
tumbuh menjadi pribadi yang memiliki etika sopan santun dan senantiasa
menunjukkan nilai positif ke sesama maupun lingkungan sekitar.

Kontributor: Istikomariah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini