Pentingnya Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus

0
203

Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran
pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekumpulan manusia yang diwariskan
dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan
penelitian. Pendidikan merupakan hal yang penting bagi kehidupan seseorang baik
di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Pendidikan memberikan banyak
pengetahuan dan informasi yang akan membuat hidup dan perilaku semakin baik.
Semua orang berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, tidak memandang dari
status, agama, suku, ras, maupun golongan tertentu. Dari sinilah pendidikan
juga merupakan suatu hal yang sangat perlu untuk mereka yang berkebutuhan
khusus, terutama bagi anak-anak.

Anak berkebutuhan khusus sendiri merupakan
anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan, memiliki kondisi
medis, kondisi kejiwaan, atau kondisi bawaan tertentu. Mereka membutuhkan
perhatian dan penanganan khusus supaya bisa mencapai potensinya. Anak
berkebutuhan khusus bukan berarti tidak pintar, tidak berbakat, atau tidak
mampu. Hanya saja, mereka memiliki tantangan khusus yang tidak dihadapi
kebanyakan anak-anak lain yang ‘normal’. Kondisi ini terjadi ketika anak
memiliki keterbatasan atau keluarbiasaan yang berpengaruh pada proses
pertumbuhan dan perkembangannya. Hal tersebut membuat anak memerlukan
pendampingan yang tepat. Istilah anak berkebutuhan khusus biasanya ditentukan
oleh apa yang tidak bisa dilakukan seorang anak. Misalnya, pencapaian
perkembangan fisik, mental-intelektual, maupun emosional yang belum terpenuhi.

Meskipun begitu anak yang
berkebutuhan khusus tetap sangat membutuhkan pendidikan dengan bersekolah.
Pemerintah Pada masa ini telah menggalakkan pendidikan
inklusi di sekolah-sekolah reguler. Inklusi adalah sebuah sistem pendidikan
yang mengatur agar anak berkebutuhan khusus dapat bersekolah di sekolah umum
(reguler) bersama anak seusianya. Dalam pendidikan inklusi ini beraneka ragam
anak berhak dalam pendidikan, maka ada istilah education for all, artinya,
semua anak mempunyai kesempatan yang sama dalam pendidikan. Kegiatan belajar
mengajar biasanya sekolah inklusi akan memberi fasilitas guru pendamping untuk
membantu anak ABK dalam mengikuti kegiatan.
Pendidikan
inklusi disekolah umum sangat membantu untuk anak berkebutuhan khusus karena
dengan adanya anak non ABK memberikan semangat dan motivasi yang cukup tinggi
kepada anak ABK.

Para orang tua sekarang tidak Perlu cemas untuk menyekolahkan anaknya dengan
karakteristik yang istimewa karena sudah banyak sekolah umum berbasis inklusi.
Dengan adanya sekolah inkulsi ini, mereka akan mampu beradaptasi dan mempunyai
kepercayaan diri dalam bergaul.

Ini juga bermanfaat untuk anak non ABK. Keberadaan
mereka membuat siswa mampu dalam tugas berbagi dan saling membantu dalam tugas
bersama di sekolah.  Maka dari itu pendidikan inklusi di sekolah umum atau
biasa disebut sekolah reguler sangat menumbuhkan jiwa-jiwa yang ada pada ABK.
Itulah pentingnya pendidikan inklusi berada di sekolah umum saat ini.

Keuntungan pendidikan inklusi akan mempengaruhi bagi
anak normal seperti akan mampu berbagi dan belajar empati untuk membantu
temannya yang berkebutuhan khusus.

Ada beberapa jenis-jenis kelas pendidikan inklusi
yakni kelas reguler yang dimana para anak berkebutuhan khusus belajar bersama
dengan anak non ABK dalam satu kelas dengan kurikulum yang sama bersama guru
pendamping. Terus yang kedua ialah kelas reguler dengan cluster, anak
berkebutuhan khusus belajar dengan anak non ABK dengan kelompok khusus di dalam
kelas reguler. Dan yang terakhir ada kelas reguler dengan pull out yaitu anak
berkebutuhan khusus belajar bersama dengan anak non ABK tetapi di saat jam
tertentu mereka di tarik dari kelas reguler ke kelas lain untuk belajar
bimbingan khusus. Itulah jenis-jenis kelas pendidikan inklusi.

Selanjutnya, program-program di sekolah inklusi
bertujuan untuk mendukung pencapaian tujuan belajar maupun pengembangan
dirinya. Serta menyiapkan anak berkebutuhan khusus tumbuh terampil dalam
kehidupan sebagai bagian dari komunitas. Setiap anak itu unik termasuk anak
berkebutuhan khusus sehingga dalam proses pembelajaran serta pendidikan
membutuhkan program yang sesuai, agar pengembangan potensinya dapat maksimal.
pendidikan inklusi merupakan salah satu tujuan pendidikan masa depan yang ingin
dicapai oleh Indonesia dalam upaya menciptakan masyarakat Indonesia yang
inklusif.  Pentingnya pendidikan inklusi di sekolah umum itu memang sangat
dibutuhkan.

Ada pun beberapa kendala yang ditemukan dalam
melaksanakan pendidikan inklusi ini. Kendala – kendala itu misalnya minimnya
sarana penunjang system pendidikan inklusi, terbatasnya pengetahuan dan
keterampilan yang di miliki oleh para guru sekolah inklusi menunjukkan betapa
system pendidikan inklusi benar – benar dipersiapkan dengan baik.

Apalagi system kurikulum pendidikan umum yang ada
sekarang belum mengakomodasi keberadaan anak – anak yang memiliki perbedaan
kemampuan. Kondisi ini jelas menambah beban tugas yang harus di laksanakan para
guru yang berhadapan langsung. Di satu sisi para guru harus berjuang keras
memenuhi tuntutan untuk mencerdaskan seluruh siswanya, sementara di sisi lain
guru tidak memiliki keteramplan cukup untuk menyampaikan materi pelajaran
kepada anak berkebutuhan khusus. Dan ini terkadang menjada suatu hambatan atau
kendala tersendiri bagi para guru di dalam kelas.

Hal ini yang juga mestin jadi perhatian bagi
penyelenggara sekolah inklusi adalah, penerimaan dan pengakuan warga sekolah
terhadap keberadaan guru pendamping khusus (GPK) di sekolah inklusi. Kehadiran
mereka sangat dinantikan dan dibutuhkan oleh warga sekolah khususnya guru kelas
dan guru mata pelajaran. Mereka dalam bertugas bukan hanya berdiri sendiri,
namun saling berkolaborasi. Tanggung jawab anak berkebutuhan khusus di kelas
tetap tanggung jawab guru kelas, bukan diserahkan sepenuhnya kepada GPK.
Melainkan antara guru kelas dan GPK saling bekerja sama dalam melayani anak
berkebutuhan khusus. Di sinilah GPK berperan yaitu sebagai tempat berbagi
pengalaman bagi guru kelas dan guru mata pelajaran, karena tidak semua guru di
sekolah regular paham siapa dan bagaimana menghadapi anak berkebutuhan khusus
serta pembelajaran apa yang dibutuhkan mereka sesuai dengan kekhususan anak
tersebut.

Selain kendala tentu sekolah memiliki tantangan
khusus dalam pendidikan inklusi ini, nah tantangan bagi sekolah pendidikan
inklusi adalah keterbatasan pengetahuan serta keterampilan guru, dari yang kita
ketahui bahwa sekolah (pendidikan inklusi) harus bisa memberikan pelayanan
terbaik meskipun tidak mudah dan membutuhkan tenaga lebih. Guru harus bisa
lebih sabar dalam penyampaian materi , menciptakan kelas yang kondusif dan
memastikan seluruh siswanya mendapat perhatian yang sama.

Lalu selanjutnya, sarana dan prasarana sekolah yang
belom lengkap juga merupakan tantangan bagi pendidikan inklusi di sekolah umum.
Mengapa demikian? Karena itu merupakan salah satu hal yang bisa menghambat
proses pembelajaran diskolah bagi anak anak yang berkebutuhan khusus.
Kekurangan sarana dan prasarana sekolah membuat anak anak berkebutuhan khusus
merasa kesulitan dalam menerima materi pelajaran. Nah dari itulah sekolah harus
memastikan terlebih dahulu bahwa sarana dan prasarana disekolah tersebut
terpenuhi.

Maka dari itu, untuk mewujudkan pendidikan inklusi
yang baik disekolah umum ini diperlukan upaya dalam meminimalisir tantangan di
sekolah inklusi ini. Karna setiap anak berkebutuhan khusus itu mempunyai Cerdas
Istimewa dan Bakat istimewa, maka dari itu diperlukan pelayanan khusus bagi
mereka. Nah adapun upaya yang dilakukan adalah seperti melakukan
penyelenggaraan program akselerasi dan pengayaan, dan setiap pihak harus
bekerjasama, ini bukan hanya untuk sosialisasi semata namun juga dibutuhkan
komitmen dari setiap pihak baik itu sekolah dan guru di pendidikan inklusi ini.
Supaya jangan sampai ‘pendidikan untuk semua” hanya sekedar semboyan belaka
tetapi menjadi kenyataan yang dirasakan untuk semua ABK.

Hal yang harus diperhatikan dalam pendidikan inklusi adalah tujuannya, dimana
tujuannya yaitu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada ABK yang
memiliki kelainan, fisik, emosional, mental, maupun ABK yang memiliki
kecerdasan atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki ABK  tersebut. Serta
mewujudkan keanekaragaman dan tidak diskriminasi bagi peserta didik.

Sekalipun perkembangan pendidikan inklusi di Negara
kita cukup menggembirakan dan mendapatkan apresiasi dan antusiasme dari berbagai
kalangan, terutama para praktis pendidikan, Namun sejauh ini dalam tataran
implementasinya di lapangan masih dihadapkan kepada berbagai isu dan
permasalahan. Secara umum saat ini terdapat lima kelompok issue dan
permasalahan pendidikan inklusi di tingkat sekolah yang perlu dicermati dan
diantisipasi agar tidak menghambat implementasinya tidak bisa atau bahkan
menggagalkan pendidikan inklusi itu sendiri yaitu; pemahaman dan
implementasinya, kebijakan sekolah , proses pembelajaran, kondisi guru, dan
support sistem. Dapat dipahami bahwa pelaksanaan pendidikan inklusi di
Indonesia tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi ada hambatan baik
konseptual secara teknis maupun non teknis. Semuanya harus secepatnya
diselesaikan, karena apabila arti sebuah kebijakan tanpa ada sistem yang
mendukung kebijakan tersebut, masalah guru, bisa diselesaikan dengan memberikan
pelatihan atau kuliah tambahan mata kuliah khusus tentang pelaksanaan
pendidikan inklusi ini. Dengan cara dinas pendidikan bekerja sama dengan perguruan
tinggi terdekat yang memiliki jurusan pendidikan luar biasa (PLB).

Dalam mewujudkan pendidikan inklusi ini para orang
tua tidak perlu lagi cemas karena banyak yang mendukung anak tersebut terutama
pemerintah dan pihak sekolah yang akan membantu ABK dalam pembelajaran dikelas,
jadi orang tua hanya perlu mendukung anak dan juga memberi dukungan terhadap
ABK agar tidak minder dan juga tetap percaya diri.

Sekarang pun disekolah umum sudah memberikan dukungan terhadap ABK jika ingin
memasuki sekolah umum pihak sekolah akan mengusahakan fasilitas serta yang
dibutuhkan ABK agar terpenuhi agar ABK nyaman dalam pembelajaran dan juga
memberikan pemahaman kepada anak reguler untuk saling membantu dan memahami
kondisi temannya yang ABK agar ABK tidak merasa terdiskriminasi disekolah.

 Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2020 FKIP, Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini