Pentingnya Apresiasi dalam Proses Pembelajaran

0
187

 (Cr: Pinterest.com)


Kata apresiasi
berasal dari bahasa inggris yaitu appreciation yang berarti penghargaan
penilaian dan pengertian. Sehingga apresiasi dapat dipahami sebagai suatu
penghargaan pada suatu hasil karya atau suatu pernyataan untuk menggambarkan
rasa kekaguman. Singkatnya, apresiasi dapat pula diartikan sebagai sebuah
aktivitas penilaian. Ketika seseorang mengapresiasi bisa dengan lisan maupun
tulisan. Apresiasi lisan yang sering kita dengar biasanya dengan mengucapkan
selamat atau rasa kagum atas keberhasilan atau pencapaian orang lain. Sedangkan,
apresiasi secara tulisan banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya berbentuk piagam piala atau medali. Benda tersebut dapat digunakan
sebagai simbol apresiasi.

Mendapat sebuah
apresiasi tentu akan berdampak positif pada seseorang, dalam bidang apapun itu.
Seseorang yang mendapat apresiasi, mereka akan merasa bahwa usaha yang
dilakukan bukanlah kesia-siaan semata. Maka ketika seseorang diapresiasi atas
suatu keberhasilan atau pencapaian, mereka akan merasa terpacu untuk melakukan
lebih baik. Apresiasi tersebut dapat dijadikan motivasi bagi mereka sehingga
akan selalu bersemangat sehingga memunculkan motivasi pada diri.

Proses
pembelajaran siswa adalah tahap paling krusial dalam perkembangan siswa. Dalam
lingkup pendidikan, apresiasi berperan penting dalam mendorong motivasi siswa
dan prestasinya. Apresiasi bukan hanya berarti memberikan pujian, tetapi juga
mencakup pengakuan, dorongan, dan penhargaan terhadap usaha dan prestasi siswa.
Berikut pemaparan mengenai mengapa sebuah apresiasi menjadi sangat penting
dalam proses pembelajaran siswa.

Pertama, apresiasi
dapat meningkatkan motivasi siswa. Ketika siswa mendapatkan apresiasi atas
usaha dan prestasi yang mereka raih, maka mereka akan merasa dihargai
 dan diakui. Hal ini dapat membangkitkan
semangat siswa untuk terus berusaha dan meningkatkan kinerja mereka. Apresiasi
yang diberikan secara tepat waktu dan spesifik, dapat memberikan motivasi
intrinsik pada siswa, yang mana merupakan motivasi yang timbul dari dalam diri
sendiri. Mereka akan merasa senang dan bangga dengan diri sendiri, yang pada
akhirnya akan menciptakan keinginan untuk belajar dengan lebih tekun.

Kedua, apresiasi
dapat membangun rasa percaya diri siswa. Ketika siswa menerima apresiasi,
mereka merasa diakui dan diterima oleh guru dan lingkungan belajar. Hal
tersebut dapat meningkatkan keyakinan pada diri mereka serta dapat memperkuat
pandangan positif terhadap kemampuan mereka sendiri. Dalam jangka waktu
panjang, bermodal rasa percaya diri yang kuat itulah memungkinkan siswa dalam
menghadapi tantangan dengan lebih baik, mengambil resiko dalam pembelajaran,
dan berani mengutarakan ide-ide kreatif. Pemberian apresiasi yang konsisten
akan membantu siswa membangun fondasi yang kuat pada pengembangan dan
pertumbuhan mereka.

Ketiga, apresiasi
dapat pula menciptakan lingkungan belajar yang positif. Ketika siswa merasa
dihargai dan mendapatkan pengakuan, mereka akan cenderung merasa lebih aman
untuk turut aktif dalam kelas serta berbagi pendapat mereka. Hal ini sangatlah
bagus, karena dapat menciptakan iklim yang ramah dan mendukung di mana siswa
merasa dihormati dan didengar. Dalam situasi kelas yang positif, siswa akan
merasa lebih nyaman untuk belajar dari kesalahan mereka dan tak ragu untuk
bertanya ketika membutuhkan bantuan.

Selanjutnya,
apresiasi dapat mempengaruhi sikap dan perilaku guru. Guru yang memberikan
apresiasi secara konsisten pada siswa, cenderung lebih sadar akan pencapaian
dan perkembangan siswanya. Mereka melihat potensi dan keunikan dari setiapa
anak didiknya, serta dapat mengelola pembelajaran dengan pendekatan yang lebih
personal. Seorang guru yang suka mengapresiasi siswanya juga dapat memberikan
teladan baik tentang pentingnya menghargai serta mengakui usaha atau pencapaian
dari seseorang.

Motivasi merupakan
hal mendasar pada tiap individu, tak terkecuali bagi seseorang murid yang masih
menempuh pendidikan. Sekarang ini, masih banyak siswa yang merasa kurang diapresiasi,
entah dari gurunya maupun orang tua. Banyak yang mengabaikan akan pentingnya
memberi apresiasi pada seseorang atau murid yang masih berproses. Dengan
rendahnya tingkat apresiasi tersebut justru akan membuat para murid menunjukkan
sikap tak mau tahu serta tak mau peduli pada lingkungan sekitarnya.

Padahal hanya
dengan memberikan apresiasi sederhana, seperti mengucapkan selamat atas
tercapainya nilai di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) maka para murid
akan merasa dihargai. Bisa juga dengan memberikan pujian kepada murid karena
sudah mengumpulkan tugas tepat waktu dan masih banyak lagi contoh penerapan
apresiasi sederhana lainnya. Meskipun memang terlihat sepele yaitu hanya]
sebuah ucapan sederhana, namun hal tersebut dapat menciptakan rasa bahagia pada
murid. Memberi apresiasi sangat dianjurkan, namun seimbang dengan kritik
membangun pada murid atau seseorang sehingga mereka pun tidak terlena dengan
pujian yang diberikan.

Pentingnya meningkatkan
sikap apresiasi dalam kegiatan pembelajaran terhadap para murid sebaiknya
diterapkan dengan baik. Dengan begitu hasil akhirnya, para murid bisa melakukan
suatu pekerjaan atau tugas sekolah dengan hati yang ikhlas, sukarela, tidak
terbebani, dan itulah sebenarnya yang diharapkan oleh para guru atau pendidik
kita. Bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan tanpa paksaan, yang
timbul dari kesadaran para murid sendiri dan dengan hasil yang tak perlu di
samaratakan. Nah, salah satu cara menciptakan kesadaran diri pada murid yaitu
dengan pemberian apresiasi yang tepat.

 

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia angkatan 2020, FKIP-Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini