Lingkungan Sekolah Dasar (SD) merupakan lingkungan kedua dimana seorang anak dapat mengembangkan dirinya, baik dalam pengetahuan maupun dalam interaksi sosial yang penting bagi kehidupan di masa depan. Dengan begitu apa yang anak-anak lihat, dengar, dan pelajari sudah termasuk ke dalam serba-serbi pelajaran yang akan masuk ke dalam pikiran mereka dan diterapkan di kehidupan mereka secara langsung. Banyak sekali perubahan kurikulum yang telah terjadi untuk disesuaikan dengan majunya zaman saat ini, meringkas pembelajaran menjadi lebih praktis dan memberikan kebebasan ekspresi pada anak-anak didik masa kini, sehingga anak-anak dapat mengembangkan teori dasar yang telah ia pelajari sebelumnya. Perubahan Kurikulum ini juga mempengaruhi cara berpikir anak didik menjadi lebih kreatif, kritis dan juga teliti.
Saat ini, pendidikan tidak lagi fokus hanya pada pengetahuan umum yang membekali kecerdasan secara akademik, melainkan juga non akademik teruatama kemampuan sosial dan soft skill. Terlepas dari adanya pengetahuan umum yang diajarkan sejak sekolah dasar kelas pertama, interaksi sosial seorang anak juga harus diajarkan dan dikembangkan mulai dari tingkat pendidikan yang sama. Hal ini karena pengetahuan sosial yang meliputi komunikasi, sopan santun, keberanian, kejujuran, menghargai sesame, empati dan lain-lain tidak kalah penting dengan pengetahuan umum. Oleh karena itu, untuk mengajarkan sebuah interaksi sosial dan juga kemampuan komunikasi yang baik, maka kegiatan yang melibatkan banyak orang atau tim perlu di laksanakan di sekolah sebagai bentuk pembelajaran siswa. Penerapan kegiatan tim atau kerjasama tim yang dapat mengajarkan kesatuan dan persatuan telah diterapkan di salah satu dari puluhan SD yang ada di Tuban, Jawa Timur.
Pada tanggal 17 Agustus 2023, ketika hari peringatan kemerdekaan Indonesia, salah satu sekolah dasar di Tuban mengadakan sebuah perlombaan untuk di ikuti seluruh siswa di sekolah tersebut, baik dari kelas satu hingga kelas enam. Ada banyak sekali perlombaan yang diadakan seperti lomba paku, estafet, karung, lari dan juga banyak lomba lainnya. Lomba-lomba ini telah rutin dilakukan setiap tahun ketika hari peringatan kemerdekaan Indonesia tiba di tanggal 17 Agustus dengan tujuan membangun kerjasama antar siswa dan membentuk sikap kompetitif dalam diri siswa-siswanya. Sekolah telah menekankan metode pembelajaran ini dikarenakan pembelajaran interaksi sosial dan kompetitif pada siswa sekolah dasar merupakan dua aspek penting yang berpengaruh pada pengembangan pendidikan anak-anak agar menjadi individu yang seimbang secara sosial dan juga akademis.
Pada perlombaan, siswa saling bekerja sama dengan teman sekelasnya untuk memenangkan perlombaan dan menjadi juara sehingga akan mendapatkan sebuah penghargaan dan juga hadiah. Mereka saling mendukung, berdiskusi dan juga berkomunikasi dalam menyusun strategi. Pada momen inilah pembelajaran sosial telah di terapkan dan siswa secara tidak langsung telah mempraktikkannya dalam kehidupan mereka.
Dalam diskusi tersebut siswa belajar bagaimana untuk menjalin komunikasi yang baik diantara teman-temannya, mengutarakan perasaan atau isi hati mereka serta menghormati dan menghargai pendapat satu sama lain. Selain diskusi, perlombaan yang digunakan untuk membangun sikap kompetitif karena melawan kelas lain dapat menjadi pendorong semangat persaingan dan mengukur kemampuan mereka, selain itu siswa juga bisa belajar bagaimana memiliki jiwa suportif dalam sebuah perlombaan yang kemudian bisa diterapkan di masa depan nantinya.
Semangat Kompetitif memang sangat penting bagi kehidupan untuk mendorong mereka terus maju dan meningkatkan kemampuan diri, hal ini juga berpengaruh dengan bagaimana mereka dapat menilai kompetensi pribadi dan memilih hal yang tepat. Selain itu, dunia luar yang akan mereka hadapi di masa depan dipenuh dengan persaingan, sehingga pembelajaran kompetitif di sekolah dasar dapat membantu siswa memahami dan mengatasi tekanan persaingan dan memberi mereka keterampilan yang berguna untuk menghadapi tantangan di masa depan untuk meraih tujuan mereka.
Untuk memancing semangat persaingan atau kompetitif dari siswa sekolah dasar yang terhitung masih anak-anak kecil, maka diperlukan sebuah reward atau hadiah untuk memancing semangat mereka. Dan begitulah mengapa dalam setiap perlombaan, sekolah menyediakan hadiah yang berbeda-beda untuk juaranya. Tujuan pemberian hadiah, selain sebagai pemicu semangat mereka dalam perlombaan, digunakan juga sebagai inspirasi agar anak-anak tetap semangat dan terus berusaha untuk mendapatkan hadiah di lain kesempatan, sehingga semangat persaingan, persatuan dalam kerja sama tim serta suportifitas akan terus tertanam dalam diri peserta didik.
Pentingnya pendidikan sosial karakter pada anak sekolah dasar tidak hanya berdampak pada perkembangan mereka saja, tetapi juga membentuk dasar untuk terciptanya masyarakat yang lebih baik di masa depan. Melalui nilai-nilai positif yang ditanamkan oleh sekolah, anak-anak nantinya dapat mengambil keputusan sesuai nilai-nilai yang ia yakini, menjadi karakter yang mandiri, jujur, serta dapat memberikan banyak kontribusi luar biasa bagi lingkungannya. Dengan ketrampilan sosial yang baik, seseorang siswa juga dapat dengan mudah menjalin hubungan baik dengan anak seusianya ataupun dengan yang lebih tua.
Penulis: Imtyaz Yoshita R.
Penulis adalah mahasiswa program studi pendidikan Guru Sekolah Dasar 2023, FKIP-Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dan opini ini merupakan tugas kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M.Pd.
