Mungkin kemarin-kemarin pada saat parahnya wabah penyakit Covid-19
memang hampir semua atau bahkan semua pembelajaran di lakukan secara daring
atau online baik dari TK, SD, SMP, SMA, bahkan sampai Universitas. Pembelajaran
secara daring atau online sangatlah tidak efektif bagi para pelajar baik siswa
ataupun mahasiswa, pembelajaran secara daring atau online ini juga
berdampak pada orang tua yang anaknya masih duduk di bangku TK dan juga yang
masih duduk di bangku SD karena mungkin pasti akan timbul banyak pertanyaan –
pertanyaan yang belum tentu dikuasai oleh para orang tua murid, belum lagi
untuk anak TK dan SD tidak semuanya mempunyai alat komunikasi berupa smartphone
dan belum tentu juga selalu memiliki sinyal atau jaringan yang bagus, semua
itu menjadi penghambat jika pembelajaran di lakukan secara daring atau online.
Karena sistem pembelajaran seperti itu, juga bisa menurunkan
kualitas anak atau bisa dibilang nilai pengetahuannya menurun karena
terbatasnya pembelajaran. Terlalu sering daring atau online juga bisa
membuat anak menjadi malas apalagi untuk anak TK yang sukanya bermain game
anak kecil. Kalau sudah terbiasa dipegangi handphone terus oleh orang
tuanya pada akhirnya mereka akan semakin malas belajar apalagi untuk anak SD,
SMP, SMA, dan universitas yang sukanya bermain tiktok atau joget tiktok, nge-vlog,
membuat konten, me-riview makanan, dan bermain game apalagi yang suka nonton
drakor dan membaca novel mungkin mereka akan semakin malas, malas, dan malas
untuk belajar. Tetapi biasanya juga ada siswa yang sebelum daring sekolah malas-malasan dan setelah daring merindukan suasana sekolah. Oleh karena itu,
sistem pembelajaran seperti ini memang sangat tidak efektif bagi para pelajar.
Namun, pada saat ini di era new normal ini beberapa guru atau
dosen masih ada yang menerapkan sistem pembelajaran secara daring atau online
terutama untuk universitas atau kampus karena terkadang ada dosen yang dari
luar kota dan kebanyakan yang melakukan pembelajaran secara daring atau online
adalah dosen – dosen tersebut, bukan karena malas atau apa namun di karenakan
banyaknya kendala, namun terkadang ada juga dosen yang dari kota sendiri juga
melakukan pembelajaran secara daring atau online. Pembelajaran secara daring ini bisa jadi di lakukan karena dosen sakit atau ada suatu acara
yang lebih penting yang tidak bisa di tinggalkan.
Sistem pembelajaran seperti itu, sangatlah tidak efektif bagi
mahasiswa apalagi mahasiswa yang masih semester satu atau mahasiswa baru yang
masih suka nyantai dan main – main, bisa di bilang mahasiswa semester satu
masih suka seenaknya sendiri suka telat masuk kuliah atau bahkan bisa di bilang
jarang masuk kuliah dan tanpa adanya izin. Maka dari itu sistem pembelajaran
seperti itu kurang mendukung bagi mahasiswa apalagi bagi mahasiswa yang
mempunyai keterbatasan di alat komunikasi seperti smartphone maupun
laptop.
Jika pembelajaran di lakukan secara daring atau online di era new normal ini biasanya mahasiswa tidak terkontrol atau bahkan seenaknya sendiri,
misalkan ada perkuliahan daring bisa jadi ada yang telat bangun,
ada yang daring sambil cuci baju, ada yang daring sambil makan, ada yang daring
sambil chattingan, ada yang daring sambil ghibah, ada yang daring sambil nonton
televisi, ada yang daring sambil ditinggal mandi, ada yang daring tapi di
tinggal tidur di panggil-panggil dosen tidak ada suaranya, ada juga yang
daring sambil main game, bahkan ada juga yang daring sambil nongkrong di warung
kopi. Apakah bisa di jamin semua mahasiswa mencatat materi yang di sampaikan?
Apakah bisa di jamin semua mahasiswa mendengarkan penyampaian materi dari
dosen? Mungkin kebanyakan tidak apalagi jika suara tidak jelas yang di
pengaruhi oleh sinyal atau jaringan internet belum lagi di tambah jika ada yang
daring sambil nongkrong di warung kopi pasti tempatnya ramai dan adanya banyak
gangguan. Hal-hal tersebut biasa terjadi saat pembelajaran di lakukan secara
daring atau online.
Di dalam perkuliahan biasanya dalam satu hari tidak hanya
terdapat satu mata kuliah saja namun bisa dua atau sampai tiga mata kuliah,
jika di pagi hari pembelajaran di lakukan secara daring atau online dan setelah
jam pertama langsung masuk jam kedua secara luring di dalam kampus maka bagi
mahasiswa yang rumahnya jauh dari kampus harus bagaimana? Apakah harus menunggu
pembelajaran selesai baru berangkat ke kampus dan kemudian telat masuk
perkuliahan? Atau apakah harus naik kendaraan umum yang belum tentu sampai
tepat waktu? Atau apakah harus mengikuti pembelajaran daring dengan perjalanan
naik motor? Jika hal tersebut terjadi dan bahkan pasti ada saja yang melakukan hal
tersebut, apakah itu tidak membahayakan diri sendiri? Jika naik motor sambil
melihat alat komunikasi (handphone) atau dengan menggunakan headset sangatlah
berbahaya untuk seseorang siapapun itu tidak hanya untuk mahasiswa belum lagi jika tiba-tiba ada sebuah pertanyaan dari
dosen apakah kita harus berhenti mendadak? Belum lagi juga jika ada bapak
polisi atau ibu polwan pasti terkena tilang dan pasti akan mengeluarkan biaya
sedikit ataupun banyak karena kebanyakan mahasiswa atau kebanyakan orang itu tidak
memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi).
Kontributor: Ananda Dwi Maulia Putri
