Menyibak Fraud Akademik di Kalangan Mahasiswa

0
189

Semakin canggihnya dunia masa kini, maka semakin pula
tidak dapat di pungkiri bahwa teknologi juga semakin maju, kemajuan teknologi
merupakan sesuatu yang tidak dapat dipungkiri, karena di sisi lain perkembangan
teknologi juga sangat diperlukan. Teknologi akan semakin maju dengan
perkembangan ilmu pengetahuan manusia, setiap inovasi dikembangkan untuk
memberikan manfaat kepada manusia itu sendiri. Namun, perkembangan teknologi
selain memberikan manfaat, juga memiliki pengaruh buruk terhadap beberapa
kelompok manusia.

Dewasa ini banyak dibicarakan
tentang beberapa aplikasi yang sangat marak di kalangan mahasiswa, yakni
aplikasi pembuat artikel secara otomatis. Aplikasi ini sangat memudahkan
pengguna dalam menggarap tugas tanpa harus memutar otak. Seperti
Petani Blog, fitur ini sangat lengkap, bisa menghasilan ribuan artikel dalam sekali
klik dan masih banyak lagi fitur-fitur menarik yang disajikan di dalamnya. Selain
itu ada juga aplikasi IW AutoBlog
, aplikasi ini menjanjikan auto post on
blogger
, jadi pengguna tidak perlu khawatir dengan hasil yang didapatkan, selain auto
post on blogger
aplikasi ini juga gratis update dan support.
Jadi pengguna akan sangat mudah mendapatkan fitur terbaru tanpa harus membayar.
Masih banyak lagi aplikasi yang serupa dengan aplikasi di atas, bahkan dengan fitur-fitur yang tidak kalah menarik dan canggih seperti, ContentLAB, Plugin
WordPress Post Generator Pro, XML Post Generator dan Sofware Blogger
Domination.

Beberapa aplikasi diatas
memang memberikan manfaat besar bagi kalangan mahasiswa, karena tugas mahasiwa
yang begitu banyak ini merupakan jalan pintas yang sangat banyak pemintanya,
aplikasi ini sangat membantu dalam penyelesaian tugas secara otomatis. Namun,
bagi kalangan dosen dan pengajar hal ini justru tidak memberikan manfaat,
melainkan membuat mahasiswa semakin tidak peduli dengan tugas.
Hal ini juga membuat instansi, maupun kampus semakin khawatir karena dampak
yang di peroleh setelah lulus akan sangat terlihat ketika terjun di masyarakat.
Mahasiswa memiliki kedudukan besar di mata masyarakat karena mahasiswa dianggap
paling mampu di kalangan mereka.

Dampak lain yang terlihat
dengan adanya aplikasi ini adalah menjadikan mahasiswa semakin sepele dengan
tugas, terkhusus ketika tugas pembuatan artikel, karya ilmiah ataupun pembuatan
makalah hingga pembuatan skripsi. Selain itu
, dampak yang sangat menonjol yaitu kehilangan
kesempatan untuk belajar dan memahami subjek secara mendalam.
Di samping itu, penggunaan aplikasi otomatis juga dapat mendistorsi ukuran kemampuan
seseorang yang sebenarnya.

Siti alfiyanti (2023),
penggunaan beberapa aplikasi di
atas merupakan jalan pintas yang sangat mudah
ditempuh, cara instal yang mudah menjadikan para pengguna sebagai alasan yang
mendasar. Selain itu, banyak pula kalangan mahasiswa yang bergantung terhadap
aplikasi ini. Sehingga ketika di kelas hal ini menjadi perbincangan
teman-teman, maupun dosen. Fenomena ini sempat terjadi di sekitar saya sendiri.
Ketika di dalam kelas ia merupakan mahasiswa yang biasa saja, bahkan jarang
masuk kelas. Namun, herannya saat ada tugas artikel, karya ilmiah, atau makalah
ia juga andil dan selalu mengumpulkan. Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum
bahkan pengguna juga mengakui merasa terbantu dengan adanya aplikasi tersebut.

Peran dosen sangat penting
terhadap kasus ini, selain dosen harus menjaga sikap agar mahasiswa tetap patuh
saat di kelas, dosen juga harus sadar terhadap kehadirannya di dalam kelas,
jika dosen terlalu sering izin sehingga kelas menjadi kosong dan hal ini memicu
adanya tugas yang tiada henti tanpa ada materi yang disampaikan. Why Not
Give You Tasks Anymore!
Hal yang biasa dikatakan oleh dosen killer,
setiap pertemuan pasti ada tugas yang harus diselesaikan. Para dosen dan
pengajar memang berhak memberikan tugas sebanyak apapun yang mereka inginkan,
namun alangkah baiknya ketika para dosen dan pengajar memberi materi terlebih
dahulu agar mahasiswa memiliki teori sebelum praktek. Para dosen memberikan
tugas kepada mahasiswa juga pasti dengan alasan yang kuat, seperti untuk
menganalasis kemampuan mahasiswa
secara tepat, mengajarkan menyelesaikan
tanggung jawab dan melatih kreatifitas dan ide mahasiswa.

Selain para dosen, mahasiswa
pun juga harus memiliki kesadaran besar bahwa mematuhi dosen adalah sebuah
kewajiban. Hal ini juga termasuk ke
dalam kode etik yang harus di taati ketika menjadi mahasiswa. Maka dapat disimpulkan keduanya harus
saling memiliki kesad
aran diri masing-masing, baik dosen maupun
mahasiswa. Sehingga
, keduanya akan membangun chemistry dalam
diri masing-masing. Selain itu dari kedua pihak juga tidak ada yang dirugikan
mereka balance, tugas dosen adalah memberikan teori dan materi tugas mahasiswa
adalah mendapat keduanya. Sehingga ketika dosen memberikan tugas dengan senang
hati mahasiswa juga akan mematuhi. Harapanya hal ini akan meminimal
kan
penggunaan aplikasi di atas, tanpa menggunakan aplikasi tersebut mahasiswa
akan dengan lebih mudah menyelesaikan tugas. 


Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2020 FKIP, Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini