Menunjukkan Kesadaran Sekolah Terhadap Krisis Air dan Sanitasi Melalui Kegiatan Perjusa

0
245

Perjusa merupakan perkemahan yang diadakan selama dua hari, tepatnya di hari Jumat dan Sabtu. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh organisasi dan kelompok seperti pramuka, sekolah, dan komunitas untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kolaborasi, dan memperluas pengetahuan peserta.

Perkemahan Jumat-Sabtu sering kali melibatkan berbagai kegiatan di alam terbuka, seperti mendirikan tenda, memasak di luar ruangan, hiking, orienteering, dan kegiatan lain yang melibatkan petualangan dan eksplorasi. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mencakup sesi pelatihan, permainan, diskusi, dan kegiatan sosial lainnya.

Tujuan dari perkemahan yang diadakan pada hari Jumat hingga Sabtu ini adalah untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan mendalam kepada para peserta. Selama perkemahan, peserta belajar tentang kemandirian, kerjasama, kepemimpinan, keterampilan bertahan hidup, dan nilai-nilai positif lainnya.

Selain itu, perkemahan dapat menjadi kesempatan untuk mempererat ikatan antar peserta, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan rasa tanggungjawab terhadap diri sendiri, kelompok, dan lingkungan.

SD Al-Muslim Sidoarjo, penyelenggara Gerakan Pramuka SD, mengatakan kegiatan PERJUSA yang diikutinya menunjukkan komitmen sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggungjawab, kemandirian, kerjasama dan menghargai lingkungan kepada siswa.

Tema kegiatan yang berkaitan dengan Hari Air Sedunia, “Hentikan Krisis Air dan Cintai Kebersihan Bersama Pramuka SD Al Muslim”, menunjukkan kesadaran sekolah akan pentingnya isu krisis air dan sanitasi.

Ustadzah Fatimatuz Zahroh, kepala sekolah SD Al-Muslim, membuka acara dengan menekankan pentingnya kemandirian, kepercayaan, dan akuntabilitas terhadap diri sendiri, kelompoknya, serta lingkungan.

Hal ini mencerminkan tujuan sekolah untuk menghasilkan lulusan yang memiliki sikap budaya dan kepekaan terhadap lingkungan. Mengakhiri krisis air dan mencintai kebersihan mempunyai manfaat yang sangat penting baik bagi individu peserta didik maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan.

 

Berikut beberapa manfaat mengakhiri krisis air dan mencintai kebersihan.

1. Meningkatkan kesehatan warga sekolah
Mengakhiri krisis air dan menjaga kebersihan dapat mencegah penyebaran penyakit yang berhubungan dengan air yang terkontaminasi atau tidak bersih. Air bersih dan kebersihan yang baik menjaga tubuh tetap sehat dan membantu mencegah infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh air yang tidak bersih.
2. Keberlanjutan sumber daya air di lingkungan sekolah
Mengakhiri krisis air akan membantu menjaga keberlanjutan sumber daya air. Air adalah sumber daya yang sangat berharga. Dengan mencintai kebersihan dan menggunakan air secara bijak, kita dapat mengurangi limbah air dan menjaga sumber daya air untuk kebutuhan saat ini dan masa depan.
3. Lingkungan sekolah lebih sehat
Mengakhiri krisis air dan mencintai kebersihan juga berdampak positif terhadap lingkungan. Air yang terkontaminasi dapat merusak ekosistem perairan, membahayakan kehidupan tumbuhan, hewan dan air, serta mengganggu keseimbangan seluruh ekosistem. Dengan memastikan kebersihan dan mencegah krisis air, kita dapat melindungi lingkungan perairan dan menjaga kelestarian ekologi.
4. Perekonomian yang lebih stabil
Krisis air dapat menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan, terutama pada sektor pertanian, industri dan masyarakat yang bergantung pada sumber daya air. Dengan mengakhiri krisis air, kita dapat memastikan tersedianya cukup air untuk kegiatan produksi dan kehidupan sehari-hari, serta menjaga stabilitas perekonomian.
5. Meningkatkan kualitas hidup warga sekolah
Mengakhiri krisis air dan mencintai kebersihan dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Air yang bersih dan lingkungan yang bersih menciptakan kondisi yang lebih baik bagi kesehatan, kebersihan dan kehidupan yang nyaman. Hal ini juga berdampak positif pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
6. Meningkatkan kesadaran kepada warga sekolah dalam hal menjaga lingkungan
Menghentikan krisis air dan mencintai kebersihan juga membantu meningkatkan kesadaran lingkungan. Memahami pentingnya air bersih dan kebersihan membuat kita lebih sadar akan dampak tindakan kita terhadap lingkungan. Hal ini membuat anak-anak peserta didik menggunakan air dengan lebih bertanggungjawab dan memperhatikan kebersihan.

 

Mengakhiri krisis air dan mencintai kebersihan memiliki manfaat yang luas bagi individu atau peserta didik, masyarakat, dan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Dengan menjaga kebersihan dan menggunakan air secara bijak, kita dapat menciptakan dunia yang lebih sehat, berkelanjutan, dan kualitas hidup yang lebih baik.

Serangkaian jelajah yang dilakukan oleh siswa juga menunjukkan pendekatan pembelajaran yang praktis dan melibatkan pengalaman langsung. Selain mencari informasi dan membaca sandi, kegiatan seperti api unggun dan ajang kreasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkreasi dan mengembangkan keterampilan mereka.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang bertanggungjawab, peduli terhadap lingkungan, dan mampu bekerja sama. Dengan demikian, kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan dan nilai-nilai positif

Kegiatan ini memiliki tujuan yang sangat positif dalam mengembangkan keterampilan, kolaborasi, dan pengetahuan peserta. Selain itu, tema kegiatan Hari Air Sedunia menunjukkan kesadaran sekolah terhadap krisis air dan sanitasi. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya air.

Dalam rangka ini anak-anak juga dilatih menjadi pribadi yang hemat yang terdapat dalam dasadarma pramuka point tujuh yaitu “Hemat cermat dan bersahaja”. Bukan hanya point tujuh saja tapi point dua juga dilaksanakan point dua tersebut yang berbunyi “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”.

Kegiatan eksplorasi dan kegiatan lainnya juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dan mengembangkan keterampilannya. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga kepada peserta dalam mengembangkan kepribadian yang bertanggung jawab, sadar lingkungan, dan kooperatif. (Dimas Masruri)

 

Penulis adalah mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2023, FKIP-Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dan Opini ini merupakan tugas kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M.Pd.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini