MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W.

0
263

(Dokumentasi Pribadi)

Pada tanggal 9 Oktober 2023, SDN KEDUNGHARJO, BANGILAN, TUBAN, sedang mengadakan acara maulid nabi Muhammad S.A.W. acara maulid nabi adalah acara merayakan hari lahirnya nabi Muhammad S.A.W. yang tepatnya pada hari Senin, 12 rabiul awwal tahun 570 Masehi, dan dihari itu bagi umat Islam adalah hari yang sangat bersejarah karena hari dimana lahirnya seorang nabi yang menjadi panutan umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Acara ini diadakan setiap tahun secara rutin oleh sekolah tersebut, sudah banyak sekolah -sekolah lain yang mewajibkan adanya kegiatan maulid nabi Muhammad S.A.W. di setiap tahunnya (mayoritas semua warga sekolahnya pemeluk agama Islam) karena semua siswa dan guru disekolah SDN Kedungharjo tersebut beragama Islam jadi sudah pasti semua warga sekolahnya wajib melaksanakan dan ikut serta memeriahkan acara maulid nabi Muhammad SAW.

Biasanya para peserta dididk akan  membawa jajan atau nasi secara sukarela untuk konsumsi di acara tersebut, yang disesuaikan dengan kemampuan, tidak membawa juga tidak apa apa, akan tetapi biasanya  masih ada sekolah yang mewajibkan hal tersebut, semisal “kelas 1 sampai 3 membawa jajan 3 plastik dan kelas 4 sampai 6 membawa nasi kuning minimal 3 kotak” . Nah, tindakan seperti inilah yang saya tidak setuju, karena kita tidak tau kondisi ekonomi dari orang tua nya seperti apa, apakah kurang?apakah cukup?apakah lebih dari cukup? kita kan tidak mengetahui latar belakang ekonomi setiap keluarga itu berbeda – beda, jadi jangan mendoktrin harus seperti itu.

Dan kalau menyuruh membawa nasi atau jajan semampunya itu menurut saya baru tindakan yang benar arena tidak apa apa menyuruh siswa untuk membawa jajan dan nasi tersebut tapi jangan ada pembatasan minimal, harus menyesuaikan dengan keadaan ekonomi dari orang tua siswa tersebut, walaupun konsumsi tersebut digunakan untuk mereka sendiri, jadi para guru tidak membuat tekanan kepada siswanya, kan itu juga acara merayakan hari kegembiraan, hari lahirnya nabi Muhammad S.A.W.

Sudah sepantasnya semua harus gembira. Tetapi entah kenapa para guru biasanya tidak ikut membawa jajan atau nasi padahal kan para guru juga ikut merayakan seharusnya juga ikut membawa nasi atau jajan tersebut, tapi kita harus mengambil sisi positifnya saja mungkin agar para siswa belajar bagaimana cara memberi dan berbagi kepada guru atau orang lain.

Pada saat pelaksanaanya siswa dan guru diwajibkan menggunakan baju Koko/ baju Muslim karena acara tersebut merupakan acara kerohanian jadi tidak menggunakan baju seragam seperti saat berangkat sekolah pada umumnya, dan juga tidak ada pembelajaran formal seperti hari hari biasanya.

Banyak kegiatan yang dilakukan pada acara ini seperti melantunkan sholawat kepada nabi, yaitu sholawat nariyah, mahalul qiyam Dll, dengan diiringi Hadroh agar lebih memperindah sholawat tersebut, Setelah itu biasanya ditampilkan sedikit pentas seni dari para siswa yang tentunya masih berkaitan dengan islami, seperti menari dengan diiringi lagu islami ataupun qiro’ah, dan juga biasanya akan ada lomba – lomba yang diikuti oleh siswa, seperti lomba hafalan juz amma, lomba adzan Dll. Setelah kegiatan tersebut baru dilanjutkan ceramah/pengajian, kadang biasanya mendatangkan ustad atau kyai dari luar sekolah tapi kadang juga diisi oleh guru agama di sekolah tersebut, siswa juga biasanya disuruh untuk mencatat/meringkas apa yang disampaikan penceramah tersebut, dan dilanjut dengan doa bersama, serta diakhiri dengan makan-makan bersama yaitu memakan jajan dan nasi yang tadi dibawa oleh para siswa, terkadang jika lebih jajan dan nasi tersebut dibagikan lagi ke siswanya untuk dibawa pulang, tapi guru juga pasti mengambil biasanya lebih dari siswanya.

Kegiatan seperti ini wajib dilakukan (bagi umat beragama Islam) karena bisa mengajarkan kita caranya berbagi kepada sesama mengajarkan akhlak yang mulia dan bisa lebih mempertebal iman kepada Allah SWT. Dengan cara lebih mengenal dan mencintai nabinya yaitu nabi Muhammad SAW. melalui acara – acara seperti ini, jangan cuma otaknya yang selalu diisi hatinya juga harus diisi dengan kerohanian – kerohanian.

Bukan hanya untuk siswa tapi juga kepada guru untuk mempererat tali silaturahmi kepada sesama guru, karena maulid nabi ini akan membuat para guru berkumpul di satu acara bersama dan bisa menjalin komunikasi dan bercanda ria, terlepas dari setiap hari yang sibuk mengurusi tugasnya masing – masing yang tidak sempat untuk bercanda sesama guru dan berinteraksi lebih erat, oleh sebab itu acara seperti inilah yang mampu mempererat tali silaturahmi antara sesama guru.

Perayaan maulid nabi ini juga bisa menjadi refreshing/melepas penat sejenak dari kegiatan belajar setiap hari, yang biasanya digembleng dengan banyak tugas – tugas sekolah, banyak pekerjaan rumah.

Jadi, banyak sekali manfaat yang bisa kita petik setelah mengikuti atau mengadakan acara smaulid nabi Muhammad SAWini, oleh sebab itu sebaiknya semua jenjang pendidikan dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi pun harus merayakan maulid nabi Muhammad SAW.

 

Penulis : Meilinda prasiska

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi PGSD UNIROW Tuban angkatan 2023. Opini ini merupakan tugas kuliah yang diampu oleh Yunita Suryani M.Pd.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini