WASKITA – Kegiatan open donasi buku yang diinisiasi mahasiswa KKN Watupecah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus menambah koleksi bacaan bagi siswa SDN Watupecah. Kegiatan yang berlangsung pada 5–18 Agustus 2026 tersebut berhasil menghimpun lebih dari lima kardus buku dari berbagai pihak.(19/08/26)
Gagasan open donasi bermula ketika Fajri selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN Watupecah melakukan observasi sekaligus mengajukan izin untuk menjadi guru praktisi di SDN Watupecah selama pelaksanaan KKN. Dari hasil observasi tersebut, mahasiswa KKN melihat kondisi koleksi buku yang masih minim sehingga siswa memiliki keterbatasan dalam memperoleh bahan bacaan.
Adanya kondisi ini mendorong mahasiswa untuk mengadakan open donasi buku. “Kita selaku mahasiswa merasa prihatin dengan kondisi buku yang minim untuk siswa SDN Watupecah,” menjadi salah satu alasan dilaksanakannya kegiatan tersebut.
Open donasi dilakukan secara daring dengan memanfaatkan video dokumenter dan pamflet sebagai media penyebaran informasi. Penggalangan donasi berlangsung sejak 5 hingga 18 Agustus 2026. Buku yang terkumpul berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, mahasiswa KKN, dosen Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban, hingga Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.
Beragam jenis buku berhasil dihimpun dalam kegiatan tersebut, di antaranya buku cerita anak, buku pengetahuan, ensiklopedia, serta berbagai bacaan edukatif lainnya. Jumlah buku yang terkumpul mencapai lebih dari lima kardus.
Penyerahan buku dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Penyerahan pertama dilakukan oleh dosen UNIROW pada 15 Agustus 2026. Selanjutnya, Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah turut menyerahkan bantuan buku kepada SDN Watupecah pada 18 Agustus 2026. Sementara itu, penyerahan buku hasil donasi masyarakat dan mahasiswa KKN dilaksanakan pada 21 Agustus 2026.
Kepala SDN Watupecah menyambut baik adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, bantuan buku yang diberikan menjadi pintu terbukanya dunia baca baru bagi siswa SDN Watupecah. Kehadiran koleksi baru diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang semakin mendukung kegiatan membaca.
Mahasiswa KKN Watupecah berharap keberadaan tambahan koleksi buku tersebut dapat memberikan manfaat bagi siswa serta mendorong mereka untuk lebih gemar membaca. Selain menambah bahan bacaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan membaca dan meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pengetahuan.
Meskipun masa pelaksanaan KKN segera berakhir, mahasiswa KKN Watupecah membuka kemungkinan untuk tetap berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait keberlanjutan kegiatan. Open donasi buku diharapkan dapat kembali dilakukan pada masa mendatang sehingga penambahan koleksi perpustakaan SDN Watupecah dapat terus berlanjut.
Penulis : Tim KKN 02 watupecah Unirow
Editor : Nadia Aulia (red).


