LPM Waskita — KKN Kelompok 16 Universitas PGRI Ronggolawe Tuban (Unirow) terus mendorong pengembangan potensi wisata Desa Ngrejeng melalui penguatan identitas Puncak Rengit. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Batu Pertapaan dan penancapan plakat Puncak Rengit 517 MDPL, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unirow, Pemerintah Desa Ngrejeng, masyarakat, serta mahasiswa KKN Kelompok 16. Penancapan plakat menjadi simbol komitmen bersama sekaligus penanda identitas kawasan Puncak Rengit.
“Penancapan plakat 517 MDPL ini diharapkan dapat menjadi identitas bagi Puncak Rengit sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat dan pengunjung mengenai keberadaan serta potensi kawasan ini,” ujar Setyo Bagus Purwanto selaku Koordinator Desa.
Selain penancapan plakat, penandatanganan Batu Pertapaan menjadi simbol sejarah dan identitas lokal yang perlu dijaga bersama. Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari program kerja KKN Kelompok 16 dalam mengembangkan potensi wisata Puncak Rengit.
“Kami berharap kegiatan hari ini bukan menjadi akhir, tetapi justru menjadi awal dari pengembangan Puncak Rengit yang lebih berkelanjutan,” tuturnya.
Pengembangan Puncak Rengit diharapkan dapat dilanjutkan melalui peningkatan akses, fasilitas, promosi, pemetaan jalur wisata, serta pengelolaan yang melibatkan masyarakat dan Pemerintah Desa. Keberadaan kawasan wisata tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi melalui UMKM, kuliner, produk lokal, maupun jasa wisata.
“Tujuan akhirnya bukan hanya membuat Puncak Rengit menjadi tempat yang dikunjungi, tetapi bagaimana kunjungan tersebut juga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat Desa Ngrejeng,” ungkapnya.
KKN Kelompok 16 berharap Puncak Rengit tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi bagian dari identitas Desa Ngrejeng yang dapat dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Penulis : KKN 16 Desa Ngrejeng



