Etika dan moral harus ditanamkan pada diri anak mulai dari usia dini. Di era globalisasi saat ini para siswa seperti kehilangan arah dan tujuan. Mereka terjebak pada lingkaran dampak globalisasi yang lebih mengedepankan sikap tidak peduli, lebih mengarah pada sifat anarkisme bahkan banyak masyarakat menganggap generasi muda sekarang tidak memberikan pengaruh positif sebagai seorang yang terpelajar.
Pembelajaran dan sosialisasi tentang kehidupan dan akhlak pada anak-anak pun masih kurang. Sehingga hal inilah yang seharusnya mampu dijadikan acuan bagi pendidik baik orangtua maupun guru di sekolah dan didukung oleh pemerintah untuk dapat memberikan pembelajaran di sekolah serta sosialisasi kepada generasi muda dalam menghadapi kemajuan zaman dengan tujuan agar mereka mampu membentengi diri dari hal-hal negatif yang dapat menjerumuskan mereka.
Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain: pengaruh teknologi informasi yang sangat kuat, kurangnya filter akan keterbukaan informasi tersebut membuat semua orang mulai dari anak-anak, remaja, dan dewasa dapat mengaksesnya, pergaulan bebas yang kian marak membuat pergaulan anak menjadi tidak terarah dan sulit dikendalikan.
Banyaknya pendapat masyarakat tentang kondisi moral dan etika pada anak tingkat sekolah dasar ini yang mulai menurun pada perkembangan zaman dikarenakan pengaruhnya terhadap penggunaan gadget yang berlebihan. Seperti yang kita lihat akhir-akhir ini banyak sekali anak SD sudah sangat pintar dalam bermain di media sosial, pastinya anak-anak sangat mudah menerima dan belajar secara mentah-mentah dari informasi yang berada di media sosial.
Etika dan moral merupakan salah satu problematika pendidikan kita, khususnya sekolah dasar merupakan salah satu penyumbang dalam masalah di negara ini. Bagaimana tidak? Kita sering jumpai siswa yang melakukan kebohongan terhadap hal yang telah dilakukan seperti melakukan pembullyan, rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, tutur kata yang tidak sopan dalam berkomunikasi bahkan sering mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor. Tidak hanya itu, siswa telah melakukan tindak kriminalisasi, seperti melakukan pencurian dan tindak kekerasan sampai mengakibatkan kematian siswa lain. Oleh karena itu penting untuk memberikan sosialisasi tentang etika dan moral terhadap anak sekolah dasar.
Penyebab terjadinya anak dapat berperilaku seperti itu karena kurangnya pengawasan dari orang tua. Hal ini bisa kita simpulkan bahwa timbullah dampak negatif dari gadget tersebut seperti halnya yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku anak terutama pada pertumbuhan emosi dan perkembangan moral. Tentunya seorang guru maupun orang tua tidak boleh mengabaikan anak usia sekolah dasar ini yang bagaimana mereka beretika di sekolah, di rumah, maupun di luar lingkungan.
Seorang guru harus menjadi teladan yang baik bagi para siswa dalam mewujudkan perilaku siswa yang berkarakter. Oleh sebab itu bukan hanya siswa saja yang dituntut untuk memiliki etika dan moral yang baik seorang guru sekali pun dituntut untuk memiliki etika dan moral yang baik sehingga siswa dapat mengambil contoh dari seorang Guru tersebut. Apapun yang dilakukan oleh seorang guru akan terekam di memori siswa.
Faktor yang menyebabkan krisis moral generasi muda:
- Kemajuan Teknologi
- Memudarnya nilai-nilai agama dan keimanan
- Pengaruh lingkungan dan kebudayaan asing
- Tidak ada rasa kejujuran
- Tidak ada rasa tanggung jawab
- Tidak memiliki pemikiran akan masa depan
- Rendahya disiplin diri
Setelah mengetahui beberapa faktor yang menjadi penyebab krisis moral generasi muda di atas, maka salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan pendidikan karakter khususnya pada anak sejak usia dini.
Aspek Pendidikan Orang Tua
Orang tua memegang peran yang penting dalam mendidik dan mengarahkan anak mencapai cita-cita dan keinginannya, untuk itu mananamkan pendidikan karakter harus terus dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada anak akan nilai-nilai moral yang sesuai dengan budaya bangsa seperti sifat religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, cinta tanah air, peduli terhadap lingkungan, sosial, dan tanggung jawab.
Aspek Pendidikan (Sekolah)
Pendidikan karakter juga bisa dilakukan melalui sistem pendidikan terpadu di dalam kelas pada setiap mata pelajaran yang diajarkan, artinya proses belajar mengajar tidak hanya dilakukan melalui satu arah sebatas guru kepada murid, tetapi proses belajar yang turut serta melibatkan murid dalam menyelesaikan kasus atau masalah, dengan kata lain terjadi interaksi dua arah yang saling mempengaruhi antara murid dan guru.
Aspek Regulasi Pemerintah dan Hukum
Keberhasilan dalam mengatasi krisis moral pada generasi muda akan sulit dicapai tanpa peran serta pemerintah dalam menegakkan aturan hukum dan penerapan kurikulum pendidikan yang baik. Peran pemerintah yang dimaksud adalah senantiasa memperbaiki kurikulum pendidikan dan yang paling penting adalah pemerataan pendidikan di seluruh negeri.
Membudayakan Nilai-Nilai Moral dan Agama
Dalam hal ini perlu kejasama seluruh pihak, baik dari orang tua, pendidik, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama mau berkomitmen membudayakan moral berbangsa yang berlandaskan Pancasila sehingga tercipta keharmonisan hidup dan lingkungan yang religius sesuai dengan karakter bangsa.
Penulis adalah Riyan Susanto, mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2023, FKIP-Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dan opini ini merupakan tugas mata kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M. Pd.
