Kegiatan Sabtu Bersih Guna Meningkatkan Rasa Gotong Royong dan Kerja Sama

0
495
Dokumentasi Pribadi

Gotong royong merupakan suatu tradisi atau budaya yang telah lama ada dalam masyarakat Indonesia, dapat diartikan sebagai suatu kegiatan kerja sama dalam melakukan pekerjaan orang saling bahu-membahu dalam melaksanakan suatu tugas atau kegiatan  untuk kepentingan bersama. Dalam kegiatan gotong royong, individu atau kelompok saling membantu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama,tanpa memandang  status sosial, suku, agama, atau ras. Gotong royong seringkali dikaitkan dengan masyarakat desa, yang mana masyarakat desa menjunjung tinggi rasa persaudaraan sehingga terciptanya kerja sama yang baik atau gotong royong dalam segala hal, misalnya membangun infrastuktur desa, acara hajatan, kerja bakti dan lain-lain. Namun, kegiatan gotong royong juga dapat diterapkan di kota juga, diterapkan pada aspek kehidupan, seperti organisasi,komunitas, atau paguyuban.

Kerja sama merupakan proses atau tindakan bekerja sama dengan orang lain atau kelompok untuk mencapai tujuan yang sama, dengan melibatkan berbagai pengetahuan, keterampilan, sumber daya, dan upaya untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kerjasama membutuhkan komunikasi, pengertian, dan koordinasi antar anggota individu atau keolmpok yang terlibat. Kerja sama dapat dilakukan dalam berbagai konteks,baik lingkungan keluarga, sekolah, organisasi, perkulihan, tempat kerja, hingga hubungan internasional antar negara. Tujuan kerja sama sangat bervariasi, mulai dari mencapai sebuah keberhasilan bersama, memecahkan masalah, meningkatkan efisiensi, serta promosi perdamaian.

Gotong royong dan kerja sama memiliki beberapa kesamaan dalam berbagai konteks. Berikut merupakan persamaan gotong royong dan kerjasama, antara lain:

  1. Mencapai tujuan yang sama : Baik gotong royong ataupun kerja sama melibatkan individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang sama.
  2. Kolaborasi : Dibutuhkan sebuah pengetahuan,keterampilan,sumber daya, dan upaya guna mencapai hasil yang diharapkan.
  3. Komunikasi yang baik dan efektif : Komunikasi yang baik dan efektif membantu memperoeh berbagai informasi,ide, pemikiran dengan jelas dan terbuka.
  4. Pembagian Tugas : Setiap orang atau individu memperoleh sebuah tugas yang artinya mereka dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliknya.
  5. Saling Pengertian : Setiap individu atau kelompok membutuhkan sikap ini,yang  melibatkan kemampuan mendengarkan, memahami, menghargai persepktif dan kontribuksi orang lain.
  6. Kepercayaan: Hal ini dibutuhkan karena memungkingkan terciptanya kolaborasi yang baik, memperkuat hubungan, dan membangun lingkungan yang positif.

Kebersihan lingkungan sangatlah penting,baik itu di lingkungan rumah,sekolah, maupun di jalan raya. Sudah seharusnya kita menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti sampah menumpuk yang bisa mengakibatkan banjir. Maka dari itu,  di sekolah pasti diadakan kegiatan sabtu bersih untuk mencegah hal tersebut terjadi dan membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dengan kondisi lingkungan yang bersih.

Kegiatan sabtu bersih di sekolah dasar adalah inisiatif yang umumnya dilakukan setiap sabtu untuk membersihkan lingkungan sekolah. Siswa-siswa dan staff sekolah bekerja sama membersihkan ruang kelas, halaman, koridor, dan area lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran akan kebersihan, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, serta mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Kegiatan ini juga dapat menciptakan rasa kebersamaan di antara anggota sekolah. Selain mengajarkan nilai tanggung jawab dan kepedulian, kegiatan tersebut juga mengajarkan betapa pentingnya arti gotong royong dan kerja sama. Bayangkan saja jika tidak ada yang namanya gotong royong dan kerja sama, pastilah suatu pekerjaan tidak akan cepat selesai. Maka dari itu pentingnya gotong royong dan kerja sama yaitu bisa meringankan beban orang lain serta membangun rasa solidaritas antar sesama manusia.

Berikut beberapa manfaatnya diadakanya kegiatan sabtu bersih, antara lain:

  1. Pendidikan Lingkungan: Memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Mereka dapat belajar tentang dampak positif kebersihan terhadap kesehatan dan kenyamanan.
  2. Peningkatan Kesadaran: Melalui partisipasi dalam kegiatan sabtu bersih, siswa menjadi lebih sadar akan lingkungan sekitar. Mereka dapat mengidentifikasi perannya dalam menjaga kebersihan dan merasa bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah.
  3. Pembentukan Kebiasaan yang Positif: Rutinitas kegiatan sabtu bersih dapat membantu membentuk kebiasaan positif dalam diri siswa. Mereka dapat menginternalisasi nilai-nilai kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
  4. Penanaman Nilai-Nilai Moral: Melalui kegiatan ini, nilai-nilai seperti tanggung jawab, kepedulian, dan kerjasama dapat ditanamkan dalam karakter siswa. Mereka belajar bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.
  5. Memperkuat Hubungan Antara Siswa, Guru, dan Staff Sekolah: Kegiatan gotong royong menciptakan suasana yang positif di antara siswa,guru, dan staff sekolah. Mereka bekerja bersama-sama dalam suatu tujuan yang sama, memperkuat hubungan interpersonal di sekolah.
  6. Pengembangan Keterampilan Sosial: Kegiatan gotong royong di sekolah dapat mengembangkan keterampilan sosial siswa, termasuk kerjasama, komunikasi, dan bekerja dalam tim. Mereka belajar bagaimana bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan adanya kegiatan sabtu bersih ini diharapkan lingkungan menjadi bersih serta nyaman untuk belajar, baik belajar di luar kelas maupun di dalam kelas serta meningkatnya rasa gotong royong dan kerja sama. Dengan adanya gotong royong dan kerja sama maka pekerjaan yang semula berat dikerjakan sendirian akan terasa ringan jika dikerjakan bersama-sama. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar hidup terasa sehat dan nyaman.

Penulis: Ersananda Oktavia Ramadhani

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2023, FKIP- Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Opini ini merupakan tugas mata kuliah Konsep Bahasa Indonesia SD yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani,M.Pd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini