Kawasan WadukTrutup Sport Center Resmi Disulap Jadi Paru-Paru Desa Demi Redam Polusi Pabrik Batu Kumbung oleh mahasiswa KKN UNIROW kelompok 12

0
141
Kelompok KKN unirow

LPM waskita  – Program kerja pembuatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Desa Trutup, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, resmi direalisasikan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 12 bersama apparat desa setempat, di kawasan waduk belakang Lapangan Trutup Sport Center Desa Trutup. Pemilihan lokasi dan program ini didasarkan pada alasan utama untuk mengatasi dampak polusi debu dan menjaga keseimbangan ekosistem, mengingat wilayah sekitar desa tersebut dikelilingi oleh banyaknya aktivitas pabrik batu kumbung.(Tuban, 8/8/26 )

Ramadhan Anggara Putra selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN menjelaskan bahwa,

“dalam penentuan lokasi di area waduk belakang lapangan sport center dipilih secara strategis guna memulihkan kualitas udara dan mempercantik kawasan publik. Dalam proses penentuan lahan ini, Kordes tidak menemui kendala berarti karena mendapat dukungan penuh serta sambutan yang kooperatif dari pihak pemerintah desa”.

Meskipun keberadaan RTH ini awalnya bukan merupakan aspirasi atau kebutuhan mendesak yang disuarakan secara langsung oleh warga, program ini tetap disambut dengan sangat baik.

Untuk meyakinkan perangkat desa, Kordes memaparkan argumen kuat mengenai pentingnya sabuk hijau (green belt) untuk menyerap polusi dari industri batu kumbung setempat, sehingga aparat desa langsung memberikan lampu hijau.

Pelaksanaan program di lapangan pun berjalan lancar tanpa ada hambatan. Berkat koordinasi yang solid, cuaca yang mendukung, aspek pendanaan pun terselesaikan dengan sangat baik. Seluruh kebutuhan finansial proyek ini disokong penuh melalui skema sponsorship dari Mangrove Center Tuban sehingga pembangunan fasilitas publik tersebut dapat rampung dengan lancar.

Dengan diresmikannya RTH di kawasan waduk belakang Lapangan Trutup Sport Center ini, Kordes berharap fasilitas tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. RTH ini tidak hanya diharapkan mampu menjadi paru-paru buatan bagi Desa Trutup dalam menekan polusi batu kumbung, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat setempat ke depannya.

 

Penulis: KKN 12 Trutup

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini