Keterampilan Batik Ecoprint untuk Meningkatkan Minat dan Bakat pada Mahasiswa

0
383
(Dokumentasi Pribadi)
(Dokumentasi Pribadi)

Pada bidang minat dan bakat, berkarya seni salah satu kegiatan yang sering dilakukan seperti menggambar dan melukis. Dalam membangkitkan minat dan bakat mahasiswa dalam berkarya seni diperlukan pengetahuan yang baru. Salah satunya dalam membatik, yaitu melalui pembuatan batik Ecoprint karena media ini ramah lingkungan. Mahasiswa dapat mengekspresikan pemikirannya melalui kegiatan tersebut dan mengasah kreativitasnya. Pada kegiatan ini mahasiswa diberikan kebebasan  memilih  bahan alam yang diinginkan hingga merancang susunan daun sesuai pola batik Ecoprint yang ingin dibuat. Pada unsur seni rupa diperlukan seperti warna dan area dalam memilih daun atau bunga ketika membuat ecoprint. Sedangkan struktur penyusunan seni rupa perlu mempertimbangkan tentang proporsi, kesatuan, keselarasan dan keseimbangan agar dapat menghasilkan ecoprint yang menarik.

Ecoprint berasal dari kata eco atau ekosistem yang artinya lingkungan alam dan print artinya cetak. Jadi, ecoprint adalah kegiatan mencetak dengan memanfaatkan bahan alam. Ecoprint merupakan salah satu teknik pewarnaan dan pemberian motif pada kain dengan bahan alami yang berasal dari berbagai jenis bagian tumbuhan. Seperti daun, bunga, akar atau bagian lainnya. Namun, bagian yang sering digunakan dalam pembuatan ecoprint, yaitu daun. Jenis daun yang digunakan sangatlah beragam mulai dari daun pepaya, daun jati, daun yodium dan lain sebagainya.

Di era modern ini, unsur kimia digunakan sebagai bahan cair dalam pembuatan pola pada teknik membatik. Dengan adanya pembuatan batik Ecoprint ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya dalam percetakan kain yang biasanya dilakukan. Dengan menggunakan bahan organik sebagai pengganti bahan pewarna sintetis, ecoprint dapat  mengurangi dampak buruk lingkungan seperti pencemaran air, tanah, atau udara dan memastikan bahwa percetakan kain menjadi lebih aman serta ramah lingkungan.

Kegiatan ecoprint ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang ecoprint dan proses pembuatan dan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan lingkungan dengan mencari dedaunan atau bunga yang ada disekitar kampus maupun disekitar lingkungan rumah. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar akan memperkaya pengetahuan dan keragaman alam serta sosial mahasiswa untuk bereksplorasi secara langsung, berinteraksi bahkan berkreasi dengan memanfaatkan sumber belajar disekitarnya.

Ecoprint ini tidak menggunakan alat seperti canting dan lilin atau alat membatik biasanya digunakan. Penggunaan bahan alami pada proses pembuatan ecoprint ini membuat motif yang dihasilkan di setiap kainnya memiliki warna dan corak yang berbeda. Walapun menggunakan jenis daun dari tumbuhan yang sama karena adanya faktor tertentu pada tumbuhan, maka bisa saja menghasilkan bentuk daun yang berbeda. Bentuk daun yang berbeda inilah menjadi salah satu keunikan teknik ecoprint.

Mahasiswa dapat mencetak motif dan warna daun atau bunga pada kain untuk menciptakan ecoprint sesuai kreativitas masing-masing. Selain itu, juga akan ditujukan cara pembuatan ecoprint dengan beberapa teknik dari awal hingga akhir pembuatan. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang menggunakan teknik pounding atau dipukul karena caranya yang mudah. Adapun jenis-jenis teknik ecoprint terbagi menjadi tiga, yaitu

  1. Teknik Pounding (Dipukul)

Teknik pounding merupakan teknik pembuatan motif kain dengan dipukul dengan palu. Proses ecoprint dengan teknik ini sangat sederhana sehingga banyak yang menggunakan. Kain yang akan digunakan sudah direndam dalam air tawas dan saat proses memukul daun atau bunga diberi pembatas, yaitu plastik bening. Daun yang digunakan untuk pounding, yaitu daun yang memiliki unsur pigmen warna yang kuat.

  1. Teknik Steaming (Dikukus)

Teknik steaming merupakan teknik pembuatan motif kain dengan dikukus. Proses ecoprint dengan mengukus lembaran kain yang ditempeli berbagai jenis daun atau bunga yang tertata rapi ini akan menghasilkan cetakan dan warna yang menarik.  Teknik ini bisa disebut sebagai teknik ecoprint yang paling rumit karena memerlukan bahan dan alat seperti kayu atau logam untuk membungkus kain, tali untuk mengikat gulungan kain, ember serta panci untuk mengukus. Langkah pembuatan dengan teknik steaming juga cukup banyak.

  1. Teknik Fermentasi Daun

Teknik fermentasi daun merupakan teknik mencetak dengan pewarna kain alami yang cukup sederhana. Namun, dapat menghasilkan motif yang unik dan otentik. Langkah pembuatan motif kain, yaitu dengan merendam beberapa daun dan bunga yang ingin dijadikan ecoprint di air cuka. Kemudian dipukul seperti teknik pounding.

Pembuatan motif kain dengan teknik ecoprint ini dapat mengembangkan minat dan bakat mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa seni dan kreativitas mereka.  Bagi mahasiswa, mengembangkan minat dan bakat  adalah salah satu cara terbaik untuk menciptakan pengalaman pendidikan bagi setiap individu agar bermanfaat dan membuka pintu menuju karier yang sukses. Produk yang dihasilkan dari ecoprint bisa menjadi peluang usaha karena ecoprint memiliki nilai seni dan nilai jual yang tinggi.

 

Penulis : Helen Widiya Kusuma Ningsih

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika 2023, FKIP- Universitas PGRI Ronggolawe dan Opini ini merupakan tugas kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M.Pd.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini