Pada saat ini, karakter berkualitas harus dibentuk dan dibina sejak dini,pembentukan karakter anak di sekolah dasar menjadi aspek penting dalam mencetak generasi yang berkualitas. Lingkungan Pendidikan di Tingkat sekolah dasar bukan hanya sebagai transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga sebagai lumbung nilai-nilai moral. Dengan mendalaminya, kita tidak hanya melatih kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk dasar etika, rasa tanggung jawab dan sikap positif. Oleh karena itu dibutuhkan peran pendidik, orang tua,masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter anak.
Jenjang sekolah dasar (SD) merupakan masa penting dalam perkembangan kepribadian manusia, fase kritis di mana anak mengembangkan keterampilan sosial, nilai dan dasar pengetahuan, guna membentuk fondasi perkembangan. Sehingga dapat tercipta pertumbuhan yang sehat dan positif.
Banyak perilaku anak zaman sekarang yang keras kepala dan tidak bisa diatur, hal yang patut dikecewakan oleh orang tua. Perilaku itu disebabkan oleh berbagai faktor, seperti : pengaruh lingkungan, media, dan perubahan sosial. Orang tua perlu memahami bahwa pendekatan pendidikan, dapat membantu mengatasi tantangan ini. Mengajarkan nilai-nilai seperti kesabaran, tanggung jawab, dan empati dapat membentuk kepribadian anak menjadi individu yang lebih teratur dan mudah diarahkan. Selain itu, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak juga penting untuk memahami dan mengelola perilaku anak dengan lebih efektif.
Misalnya, saat bertengkar dengan teman,orang tua,bahkan guru memerlukan perhatian serius. Hal ini semakin parah seiring dengan semakin canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada anak. Semakin canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada anak membawa tantangan baru dalam pengelolaan perilaku. Anak yang terlalu sering terpapar teknologi tanpa pengawasan lebih rentan terhadap perilaku buruk. Seperti kecanduan gadget atau terlibat dalam konten yang tidak sesuai. Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam mengarahkan anak dalam menggunakan teknologi. Pendidikan karakter yang mencakup aspek etika digital dan kesadaran akan dampak teknologi, dapat membantu menciptakan keseimbangan yang sehat antara perkembangan teknologi dan pembentukan perilaku positif pada generasi muda.
Sebab anak-anak dapat dengan mudah mengakses internet. Oleh karena itu, pengawasan dan bimbingan yang cermat dari orang tua dan pendidik menjadi sangat penting. Mengintegrasikan pendidikan karakter yang mencakup pemahaman etika online, keamanan digital, dan penilaian konten dapat membantu anak-anak mengembangkan sikap yang bertanggung jawab terhadap penggunaan internet. Dengan cara ini, mereka dapat memanfaatkan sumber daya internet secara positif sambil tetap menjaga nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan online.
Seolah-olah dia berasumsi bahwa segala sesuatu ada kewajiban dan akan sangat keren jika dilakukan atau ditiru. Anak-anak yang cenderung mengasumsikan bahwa segala sesuatu menjadi kewajiban dan dianggap keren jika dilakukan atau ditiru mungkin terpengaruh oleh tekanan sosial dan trend yang berkembang di media. Hal ini dapat menjadi tantangan dalam pembentukan kepribadian, karena anak-anak dapat kehilangan kemampuan untuk mengembangkan identitas mereka sendiri secara independen. Oleh karena itu, perlu pendekatan pendidikan yang memberdayakan anak-anak untuk berpikir kritis, mengeksplorasi minat dan bakat pribadi mereka, serta memahami nilai-nilai yang sesuai dengan kepribadian mereka. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan sikap yang lebih otentik dan mandiri.
Kemajuan teknologi, khususnya internet dan media sosial, dapat mempercepat penyebaran trend dan norma perilaku. Anak-anak menjadi rentan terhadap tekanan untuk mengikuti apa yang dianggap populer atau keren. Oleh karena itu, perlu upaya lebih lanjut dalam mengintegrasikan literasi digital dan pendidikan karakter yang mendorong pemahaman kritis terhadap pengaruh media. Dengan demikian, anak-anak dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak
Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak memahami dampak positif dan negatif penggunaan teknologi di era globalisasi saat ini., membantu anak-anak memahami dampak positif dan negatif penggunaan teknologi di era globalisasi saat ini merupakan langkah penting dalam pendidikan karakter. Melalui pemahaman ini, peserta didik dapat mengembangkan sikap yang bijak dalam menggunakan teknologi, seperti literasi digital, keamanan online, dan etika dalam berinteraksi di dunia maya. Pendekatan ini juga mendukung pembentukan pemikiran kritis yang memungkinkan mereka menyaring informasi dengan bijak dan membuat keputusan yang cerdas dalam penggunaan teknologi.
Pada anak sekolah dasar biasanya masih merasa minder, sangat ingin tahu dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Dengan pemahaman bahwa anak-anak sekolah dasar cenderung merasa minder, sangat ingin tahu, dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif, pendekatan pendidikan karakter perlu lebih ditekankan. Memperkuat kepercayaan diri, memberikan ruang eksplorasi yang positif, dan membimbing mereka untuk memilih teman sebaya yang baik dapat membentuk dasar yang kuat untuk perkembangan kepribadian yang positif. Dalam konteks teknologi, mengarahkan penggunaan media dengan bijak dan memberikan pemahaman tentang dampak yang akan diperoleh, menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan yang sehat pada fase kritis ini.
Terdapat sosok yang berperan penting dalam mendidik dan membentuk karakter anak yaitu orang tua dan guru. Guru berperan sebagai orang tua bagi anak di sekolah, artinya guru tidak hanya bertanggung jawab mengajar di kelas saja, namun harus mampu mengajarkan moral, etika, dan karakter kepada siswa . Selain memberikan pelajaran akademis, guru harus memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter siswa,mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan karakter. Tidak hanya membangun pribadi yang baik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang positif. Guru sebagai panutan, guru seharusnya dapat membimbing anak untuk mengembangkan sikap tanggung jawab, disiplin, dan peduli terhadap sesama. Inilah fondasi yang kuat untuk pertumbuhan peserta didik di masa depan.
Penulis : Sumarlina
Penulis adalah mahasiswa progam studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,2023 FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dan opini ini merupakan tugas kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani,M.Pd
