GERAKAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR

0
371

(Dokumentasi Pribadi)

 

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah suatu upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk meningkatkan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas melalui berbagai aktivitas seperti membaca, menulis, dan berbicara. Membaca merupakan salah satu latihan literasi dan sangat penting bagi kemajuan pendidikan. Tujuan umum dari gerakan literasi sekolah adalah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti peserta didik, sementara tujuan khususnya meliputi pembentukan budaya literasi di lingkungan sekolah, peningkatan minat membaca dan menulis, serta peningkatan pengelolaan pengetahuan di lingkungan sekolah. Di sisi lain, sekolah berfungsi sebagai tempat kegiatan pembelajaran siswa untuk mempraktikkan mata pelajaran seperti sarana dan prasarana. Lingkungan sekolah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tumbuh kembangnya kegiatan pembelajaran.

Program literasi sekolah merupakan upaya untuk mendorong siswa membaca, menulis, menggambar, atau berkomunikasi guna meningkatkan kemampuannya dalam mengkritik dan berinovasi. Sebelum pembelajaran pertama dimulai, pembelajaran seperti ini biasanya dilakukan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran. Biasanya terjadi setelah 15 menit. Tujuan dari program membaca sekolah ini adalah untuk memungkinkan siswa menemukan informasi yang jelas dan ringkas dalam literatur. Latihan ini juga dapat mengurangi kecemasan pada siswa, baik di dalam kelas maupun di seluruh sekolah.

Gerakan literasi sekolah sudah sangat lama diterapkan di sekolah dasar. Penerapan tersebut berupa membaca sebuah buku, lalu ditulis pada buku literasi kemudian diubah atau dijelaskan poin-poin penting yang telah dibaca selama membaca buku memakai dengan kata-kata sendiri oleh siswa sekolah dasar. Hal tersebut dapat merangsang kemampuan otak siswa agar bisa memecahkan sebuah masalah. Bukunya dapat meminjam dari perpustakaan yang ada di sekolah. Sekolah memfasilitasi berupa perpustakaan agar siswa tidak kesulitan mencari buku yang akan diliterasikan. Buku yang akan diliterasikan bukan hanya buku mata pelajaran saja, tetapi bisa cerita pendek, dongeng, novel, fabel, komik, biografi, majalah, novel komik, antologi, dan lain-lain.

Gerakan literasi sekolah diterapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Gerakan ini diluncurkan pada tahun 2016 dengan tujuan untuk menumbuhkan kecintaan membaca buku dan meningkatkan kemampuan literasi siswa di Indonesia. Gerakan literasi sekolah ini meliputi tiga tahapan, yaitu pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Dengan tahapan ini, diharapkan gerakan literasi sekolah dapat memberikan manfaat yang maksimal dalam pengembangan kemampuan literasi siswa di sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, gerakan literasi sekolah memerlukan dukungan masif dari publik, termasuk dukungan dari orang tua, komunitas pegiat literasi, dan elemen masyarakat lainnya.

Gerakan Literasi Sekolah di sekolah dasar bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti para peserta didik, membentuk budaya literasi di lingkungan sekolah, meningkatkan insan literat di lingkungan sekolah, meningkatkan pengelolaan pengetahuan di lingkungan sekolah melalui sekolah ramah anak, dan menjadi wadah untuk menumbuhkan strategi membaca, sehingga keberlanjutan pembelajaran bisa selalu dihadirkan. Program literasi sekolah ini diharapkan mampu membangkitkan minat membaca dan menulis sejak dini serta memperkaya pengetahuan kosa kata, meningkatkan pemahaman mata pelajaran Bahasa Indonesia, menambah informasi dan wawasan baru, dan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam berbagai bidang. Gerakan literasi sekolah juga dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa, mengembangkan kreatifitas siswa dalam mengelola pojok baca di kelas, menjadikan kegiatan literasi sebagai budaya positif di sekolah, dan menumbuhkan budi pekerti dan kepribadian yang baik kepada siswa.

Gerakan literasi sekolah sangat penting karena memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  1. Meningkatkan kemampuan literasi siswa: Gerakan literasi sekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah.
  2. Mendorong minat membaca dan menulis: Program literasi sekolah diharapkan mampu membangkitkan minat membaca dan menulis sejak dini serta memperkaya pengetahuan kosa kata.
  3. Menjadi wadah untuk pembelajaran yang berkelanjutan: Gerakan literasi sekolah juga bertujuan untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai kegiatan literasi.
  4. Meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa: Melalui gerakan literasi sekolah, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mata pelajaran Bahasa Indonesia, menambah informasi dan wawasan baru, serta meningkatkan kreativitas peserta didik dalam berbagai bidang.

Dengan manfaat-manfaat tersebut, gerakan literasi sekolah menjadi sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan literasi siswa.

Gerakan literasi sekolah perlu ditingkatkan karena masih banyak siswa di Indonesia yang memiliki kemampuan literasi yang rendah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merilis hasil studi PISA 2022, pada Selasa, 5 Desember 2023. Hasil PISA 2022 menunjukkan peringkat hasil belajar literasi Indonesia naik 5 sampai 6 posisi dibanding PISA 2018. Peningkatan ini merupakan capaian paling tinggi secara peringkat (persentil) sepanjang sejarah Indonesia mengikuti PISA. Oleh karena itu, gerakan literasi sekolah perlu terus ditingkatkan agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

Penulis : Nike Melinda

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Ronggolawe Angkatan 2023, opini ini merupakan tugas kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M.Pd.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini