akademis saja. Hasil yang diharapkan dari sebuah pendidikan bukan hanya sekedar
angka-angka yang di tulis dalam rapot, atau sebuah penghargaan berupa
piala-piala maupun sertifikat. Lebih dari itu, Pendidikan diharapkan mampu
menyentuh sisi karkter dan kepribadian peserta didik. Karakter yang dimaksud
berupa baik, jujur, bertanggung jawab, disiplin, menghargai sesama, toleransi,
bisa saling tolong menolong merupakan karakter yang sudah semestinya dimiliki
oleh peserta didik dimulai sejak usia dini agar bisa menjadi pondasi bagi
peserta didik. Kesuksesan peserta didik dalam bidang akademis dan mempunyai
karir yang bagus tentu saja belum cukup. Namun, memiliki karakter dan kepribadian
yang bagus adalah suatu hal yang sangat penting bagi anak-anak disertai dengan
akhlak yang bagus juga.
Semakin hari semakin canggih pula
teknologi yang berkembang di dunia Pendidikan yang juga sangat mempengaruhi
kepribadian dan juga karakter anak. Gadget adalah istilah yang merujuk
pada perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. Kata gadget
berasal dari bahasa Inggris yang diartikan sebagai gawai dalam bahasa
Indonesia. Selain itu, gadget juga sering dihubungkan dengan ponsel.
Perkembangan gadget sebagai alat elektronik kemudian menjadi suatu
kebutuhan, terutama dalam dunia Pendidikan. Yang awalnya ponsel hanya digunakan
sekedar sebagai alat komunikasi kini seiring berkembangnya teknologi ponsel
menjadi sebuah kebutuhan dan gaya hidup.
Gadget
merupakan perangkat elektronik kecil yang didalamnya memiliki berbagai fungsi
khusus. Selain itu, sebagai alat canggih dalam gadget juga terdapat
berbagai aplikasi. Aplikasi ini sendiri kemudian dijadikan sebagai sumber
informasi, jejaring sosial, hobi, kreativitas, dan masih banyak lagi yang
lainnya. Dalam dunia Pendidikan adanya gadget tentu sangat menguntungkan
karena dapat mempermudah mencari informasi. Tapi tak jarang banyak pelajar yang
menyalah gunakan gadget dengan aplikasi yang ada didalamnya. Hal itu
tentu sangat mempengaruhi karakter dan kepribadian peserta didik. Banyak kasus
yang pelakunya maupun korbannya adalah para pelajar dikarenakan gadget.
Seperti contoh kasus pembunuhan seorang siswa yang meninggal karena dibunuh.
Setelah ditelaah lebih dalam ternyata siswa tersebut melakukan open BO melalui
aplikasi hijau. Dari kasus tersebut gadget membawa pengaruh buruk
terhadap anak dan tentunya berdampak pada karakternya.
Generasi bangsa yang sekarang terletak
pada anak yang kemudian tumbuh menjadi pemimpin. Seorang pemimpin yang mampu
memimpin dirinya adalah factor utamanya. Hal yang perlu diperhatikan salah
satunya ialah Pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini. Pendidikan
keluarga terutama orangtua yang akan menjadi dasar karakter anak dalam
berperilaku dan bersikap dalam lingkungannya. Banyak orang tua yang memberikan
kebebasan kepada anaknya dengan memberikan gadget namun luput dari
pengawasan. Mereka belum memikirkan bagaimana pengaruh ,edia terhadap
perkembangan yang muncul dari kebiasaan memainkan gadget. Banyak dampak
negative yang akan muncul dari kebiasaan tersebut.
Penggunaan gadget yang berlebihan
akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak. Dampak
yang akan terjadi pada anak karena pengaruh gadget antara lain anak
menjadi pribadi yang tertutup atau introvert, gangguan tidur, suka menyendiri,
berperilaku kasar, berkurangnya daya kreativitas dan memungkinkan untuk adanya cyberbullying.
Selain itu gadget juga dapat membuat anak susah untuk bersosialisasi dan
berinteraksi dengan orang lain. Lebih banyak anak menghabiskan waktu dengan
bermain ponsel maka banyak kemungkinan anak akan jauh lebih sedikit memiliki
waktu maupun kesempatan untuk berinteraksi tatap muka dengan teman sebayanya.
Hal ini dapat berdampak negative pada perkembangan keterampilan sosial mereka. Gadget
bisa menjadi malaikat bisa juga menjadi iblis, disatu sisi gadget bisa
digunakan untuk mengasah kemampuan anak dalam cakupan yang luas, namun disisi
lain gadget juga bisa menjadi senjata makan tuan, itu semua bisa terjadi
tergantung bagaimana gadget itu digunakan.
Peran orang tua dalam Pendidikan merupakan
suatu hal yang sangat penting untuk menentukan keberhasilan Pendidikan
anak-anaknya. Sejatinya anak-anak kurang mampu dalam menyaring informasi yang
mereka dapat melalui gadget. Karena itu, mereka butuh bimbingan dari
orang terdekatnya, seperti orang tua saat di rumah dan guru saat di sekolah.
Dengan adanya arahan cepat atau lambat anak akan dapat memahami dan mampu
memilah informasi yang baik dan buruk, informasi yang boleh dilakukan dan apa
yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan gadget.
Pendidikan karakter pertama dan paling
utama ialah berasal dari keluarga terutama orang tua, oleh karena itu, orang
tua harus mempunyai bekal pengetahuan mengenai Pendidikan karakter anak, agar
ketiaka saat itu tiba orang tua bisa lebih bijak dan paham bagaimana cara
memberikan Pendidikan karakter tang benar dan tepat pada anak.
Terlepas dari semua hal tersebut diatas
ada beberapa cara untuk memberikan pengawasan pada penggunaan gadget
pada anak agar menggunakan teknologi dengan cara yang sehat. Orang tua dapat
melakukan memilih kualitas daripada kuantitas dalam hal konten, cari aplikasi
dan situs web yang mendidik dan memperkaya daripada hanya membiarkan anak
menelusuri media sosial atau bermain game tanpa berfikir. Selain itu, contohkan
perilaku sehat anda sendiri, simpan ponsel saat menghabiskan waktu Bersama
anak-anak dan memberikan perhatian penuh pada anak.
Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2020 FKIP, Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
