Tahun 2025 baru setengah jalan, tapi Indonesia udah ngalamin banyak hal yang bikin kita mikir “Wah, negara gue lagi ngapain, ya?” .Dari program ambisius sampai drama korupsi dan tagar viral di medsos, semuanya jadi bukti bahwa jadi warga negara itu gak cuma duduk manis tapi juga harus melek sama isu sekitar.
Makan Gratis? Siapa Takut!
Pemerintah tahun ini ngegas banget dengan program makan gratis untuk pelajar dan ibu hamil. Targetnya? Lebih dari 80 juta orang! Tapi di balik ide mulia ini, ada PR besar: dari mana duitnya?
Pemerintah butuh tambahan Rp100 triliun buat ngejalanin ini. Kalau gak hati-hati, bisa-bisa ngaruh ke anggaran buat pendidikan, kesehatan, dll.
Pertamina Kena Skandal, Lagi?
Nama Pertamina kembali jadi headline karena dugaan korupsi gede-gedean: bahan bakar subsidi dicampur dan negara rugi hampir Rp1.000 triliun. Angka yang bahkan gak bisa kita bayangin saking besarnya.
Gimana bisa BUMN sebesar ini gak ke-detect lebih awal? Dan kapan kita bener-bener punya sistem anti-korupsi yang jalan?
Banjir Jakarta : Masalah Tahunan yang Belum Selesai
Maret lalu, Jakarta dan sekitarnya kebanjiran parah. Ribuan warga ngungsi, dan ada korban jiwa juga. Penyebabnya masih itu-itu saja: hujan ekstrem, sungai meluap, dan saluran air yang nggak sanggup nampung.
Realita: Kita gak bisa terus bilang “banjir itu biasa.” Ini waktunya kota besar kayak Jakarta serius sama isu lingkungan dan tata kota.
#KaburAjaDulu: Ketika Anak Muda Mulai Lelah
Pernah lihat atau bahkan ikut pakai tagar #KaburAjaDulu? Ini bukan cuma lucu-lucuan. Banyak anak muda yang mulai serius mikir buat kerja atau pindah ke luar negeri karena ngerasa masa depan di sini kurang cerah.
Ini bukan berarti kita gak cinta Indonesia. Tapi negara juga perlu kasih alasan buat kita bertahan dan berkembang di sini.
Ibu Kota Baru, Tapi Investor Masih Mikir-Mikir
Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap jalan, tapi banyak tantangan. Dari dana yang minim sampai keraguan investor asing, semua jadi PR besar.
Kita bikin kota baru, tapi apakah kota lama sudah selesai masalahnya? Apakah pembangunan ini buat rakyat, atau buat proyek jangka pendek aja?
Banjir Jakarta 2025: Peringatan yang Terus Berulang
Maret 2025, Jakarta kembali dilanda banjir besar. Ribuan warga mengungsi, puluhan ribu terdampak, dan sembilan korban jiwa tercatat. Fenomena ini menjadi alarm keras bahwa infrastruktur dan tata ruang ibu kota belum siap menghadapi perubahan iklim yang makin ekstrem.
Urbanisasi tanpa perencanaan matang, alih fungsi lahan, dan kurangnya sistem drainase menjadi penyebab utama. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat sangat dibutuhkan.
kandal Korupsi Pertamina dan Dampaknya terhadap Kepercayaan Publik
Pada awal tahun 2025, publik dikejutkan oleh skandal korupsi besar yang melibatkan Pertamina, perusahaan minyak dan gas milik negara.Kasus ini melibatkan pencampuran antara bahan bakar bersubsidi dan non-subsidi, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp968,5 triliun (sekitar $58,94 miliar).Skandal ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Indonesia dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai tata kelola perusahaan milik negara serta upaya pemberantasan korupsi.
Kebijakan Fiskal dan Dampaknya terhadap Masyarakat
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% untuk tahun 2025, meskipun menghadapi tantangan dari ketegangan perdagangan global, khususnya dengan Amerika Serikat.Untuk mencapai target ini, pemerintah menerapkan kebijakan fiskal yang mencakup pemangkasan anggaran di beberapa sektor.Namun, langkah ini memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap pendidikan dan layanan sosial lainnya.Sebagai contoh, protes mahasiswa yang dikenal dengan sebutan “Indonesia Gelap” mencerminkan ketidakpuasan terhadap pemotongan anggaran yang dianggap dapat melemahkan sistem pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Tahun ini penuh drama, tapi juga penuh pelajaran. Kita gak bisa apatis. Anak muda bukan cuma penonton kita punya suara, punya pengaruh, dan bisa jadi agen perubahan. Nggak harus langsung besar, tapi mulai dari tahu, peduli, lalu bertindak.
Karena masa depan Indonesia juga ada di tangan kita.
Penulis: Jihani Vanti Kusuma Briliana/PBSI
Editor :Nadianaf
