PERLUKAH KURIKULUM MERDEKA DIGANTI TOTAL ATAU HANYA CUKUP DIPERBAIKI?

0
400
Dokumentasi Pribadi

Kurikulum Merdeka dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi di bawah Nadiem Anwar Makarim pada 11 Februari 2022, bertujuan untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19 serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa di Indonesia. Kurikulum ini menekankan fleksibilitas dan pembelajaran berbasis proyek, dengan harapan mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

Namun, seiring waktu, muncul berbagai kritik mengenai efektivitas implementasinya. Pro dan kontra terkait penerapan kurikulum ini sering kali terlihat di berbagai platform media sosial dan menjadi perhatian serius di kalangan pemangku kebijakan

Maka dari itu tersusunnya opini ini adalah wujud ikut andilnya peran mahasiswa sebagai kalangan akademisi yang menyumbangkan buah pikiran dalam bentuk karya tulis sekaligus sebagai agent of change yang diharapkan memberikan kontribusi yang dapat membawa negara ini ke arah yang lebih baik.

Mengapa Kurikulum Merdeka Cukup Diperbaiki?

Kurikulum Merdeka memperkenalkan banyak aspek positif, seperti kebebasan bagi guru untuk mengembangkan materi sesuai potensi dan minat siswa serta lebih fokus pada pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, kurikulum ini bertujuan memberikan fleksibilitas yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

Tapi pada kenyataannya banyak sekali daerah yang mengalami kekurangan guru dan mempunyai tenaga pendidik yang kurang berkualitas. Sementara itu kualitas pendidikan sangat penting bagi masa depa bangsa. Sehingga mereka anak-anak yang mendapatkan pembelajaran yang kurang efektif akan segera mencari tempat kursus dan bimbel untuk menunjang pemahaman tentang materi-materi yang belum dipahami. Seperti halnya di Bimbel dan Kursus al – Hasan Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban banyak sekali para siswa yang kesulitan dalam pemahaman materi.

Seorang siswa di Bimbel Al-Hasan, Desa Bejagung, Tuban, mengungkapkan kesulitan dalam memahami materi di sekolah karena penjelasan guru yang kurang efektif. Hal ini ditegaskan oleh seorang orang tua yang menyebutkan bahwa efektivitas pembelajaran di sekolah masih kurang sehingga ia mendaftarkan anaknya ke bimbel untuk menunjang pemahaman.

Guru yang berkualitas akan mampu memberikan pengajaran yang baik dan memberikan dampak positif pada kemajuan siswa. Mereka akan menciptakan suatu pendidikan yang lebih bermutu serta Pendidikan yang lebih baik untuk menghasilkan peserta didik yang bermutu juga. Namun, kelemahan yang muncul seperti kurangnya infrastruktur, pelatihan guru yang belum merata, dan kesulitan dalam pelaksanaan di daerah terpencil bisa diselesaikan dengan peningkatan,Perbaikan pada bagian ini mungkin sudah cukup tanpa perlu mengganti kurikulum secara total. Memperbaiki metode pelatihan, memperbaiki akses teknologi, dan menambah sarana dan prasarana pendidikan dapat membuat Kurikulum Merdeka lebih efektif tanpa

kehilangan arah utama.

Alasan Mengapa Perlu Diganti Total

Di sisi lain, mengganti kurikulum bisa menjadi pilihan jika evaluasi menyeluruh menunjukkan bahwa konsep dasarnya kurang relevan atau tidak sesuai dengan kondisi pendidikan dan kemampuan di Indonesia. Kurikulum Merdeka menuntut perubahan yang signifikan dalam cara belajar dan mengajar, sementara di beberapa wilayah, infrastruktur dan kesiapan guru masih sangat terbatas. Jika beban kurikulum terlalu berat untuk sistem pendidikan di sebagian besar sekolah, maka mengganti kurikulum mungkin lebih realistis dan berdampak lebih positif bagi peserta didik dan guru.

Kurikulum Merdeka memiliki landasan yang kuat dan potensial, sehingga perbaikan terarah lebih bijaksana dibanding mengganti secara total. Meningkatkan kapasitas dan pelatihan guru, menyediakan fasilitas pendidikan yang merata, serta melakukan evaluasi berkala adalah langkah penting untuk memastikan keberhasilan penerapan kurikulum ini secara nasional

Penulis : Endang Sri Wahyuningsih

Penulis merupakan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, 2024
FKIP – Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dan opini ini merupakan tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh Ibu Yunits Suryani, M.Pd.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini