Unirow- Himpunan Mahasiswa Teknik Infomatika (Himatif) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban merayakan Diesnatalis ke XII dengan mengadakan lomba Mobile Legend (ML), Sabtu (21/12). Bertempat di Gedung M 3.2 Unirow.
Mengusung tema “Sejarah Bukan Akhir Sebuah Cerita”. Bertujuan agar selalu mengenang setiap sejarah himatif, agar cerita sejarah himatif tidak menjadi akhir dari sebuah cerita.
Acara tersebut diawali dengan pembukaan Diesnatalis yang dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik, Krisna Trisanjaya dan dihadiri oleh Ketua program studi (Ka. Prodi) Informatika, dosen Prodi Informatika, dan perwakilan mahasiswa dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa), serta peserta mobile legend baik dari luar maupun dalam kampus.
Setelah pembukaan berlangsung, kemudian dilanjutkan dengan lomba game mobile legend pukul 10.00. Lomba tersebut diikuti sebanyak 204 peserta yang terbagi dalam 36 kelompok. Pemilihan lomba tersebut dikarenakan permainan mobile legend cukup diminati sebagian besar masyarakat Tuban.
Sedangkan penilaian, dinilai perkelompok dan dilihat yang berhasil menyelesaikan permainan sesuai prosedur.
Saat perlombaan dimulai ada sedikit kendala salah satunya, peralatan yang kurang memadai seperti LCD. Namun kendala tersebut tidak menjadi penghambat dalam jalannya perlombaan. Karena acara tersebut telah dipersiapkan sejak 12/12/2019.
Acara tersebut ditutup dengan Closing Ceremony, Minggu (22/12). Bertempat di panggung budaya unirow. Acara tersebut diisi dengan penampilan dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sekaligus mengumumkan pemenang lomba game online Mobile Legend.
Pemenang lomba mobile legend diraih oleh, Squad Gazelle sebagai juara pertama, Squad PSG jaura kedua, dan Squad Irf sebagai juara ketiga. Sedangkan pemain terbaik diraih oleh Galih Linggar dari Squad Gazelle.
Ketua umum, Ainfijar Rama Sanjaya menjelaskan, tujuan diadakan lomba Mobile Legend adalah agar masyarakat Tuban dapat bersaing dengan kota-kota lain di era 4.0, yang mana Mobile Legend tidak sekedar game tetapi juga bisa menjadi profesi.
“Agar indonesia mampu bersaing di era 4.0, yang mana mobile legend tidak sekedar game tetapi juga bisa menjadi profesi,” paparnya. (Ira/Wachu)




