Menjadi mahasiswa berprestasi merupakan suatu hal yang diimpikan oleh banyak mahasiswa karena menjadi panutan di lingkungan Kampus. Putri Amifalahiya Iqlima salah satunya, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendididikan Bahasa Inggris angkatan 2020 Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban, yang kini menjadi sorotan karena memiliki banyak pencapaian yang diraih dari semester awal hingga semester akhir, dan dapat menggantarkannya menjadi finalis dalam pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat LDDIKTI 7 Jawa Timur. Sunggguh hal yang patut dibanggakan.
Afa sapaan akrabnya, telah memulai perlombaan public speaking sejak TK dengan mengikuti lomba pidato, SD story stelling baca puisi, SMP pidato bahasa Inggris (speech), SMA tidak begitu sering alias jarang. Hingga Perguruan Tinggi untuk membuktikan jika ia masih bisa public speaking di speech.
Banyak sekali prestasi yang telah ia raih selama kuliah. Motivasi dari Amifa sehingga bisa menjadi mahasiswa berprestasi adalah dengan mengikuti lomba individu di semester 8 yang membuatnya menyadari potensi. Ia pun terinspirasi ketika berkumpul dengan mahasiswa berprestasi, sesama finalis yang terlihat luar biasa, bahkan ada yang memiliki prestasi sebanyak 50 pencapaian. Ia pun mengembangkan diri hingga satu per satu penghargaan dapat ia raih dan dapat mencapai tujuannya. Dengan adanya dorongan dari dalam dirinya, Amifa terinspirasi untuk mengikuti lomba, karena ia merasa sebagai seorang mahasiswa, ia harus memiliki tanggung jawab, dan paling tidak ia memiliki rekam jejak di masa-masa kuliah. Oleh karena itu, ia terpacu untuk menchallenge dirinya untuk mengetahui seberapa jauh potensi yang ia miliki.
Berkat adanya dorongan dan semangat dalam dirinya, Amifa dapat meraih prestasi-prestasi yang membanggakan, di antaranya yaitu :
- 2021: Gold Medal Kompetisi Sains Indonesia (KSI) Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) bidang Bahasa Inggris
- 2022: Finalis 10 besar Tubernova, Juara Harapan 3 Speech Nasional PORSENASMA IV PT PGRI, lolos pendanaan PKM RE
- 2023: Lolos pendanaan PKM RE dan insentif PKM AI, medali emas olimpiade bahasa inggris Aksi Kompetisi Sains Indonesia AKSI PUSKANAS
- 2024: Finalis Mahasiswa Berprestasi Tingkat Sarjana Wil LDDIKTI 7 Jatim, Lolos Insentif PKM AI, Juara 1 National Competition Argumentative Speech Nalarin UNY, Juara 1 International Students Creativity Competition Essay Writing STKIP PGRI Pacitan, Juara 1 Educational Speech Competition HSC EL PATRON, Best Speaker Speech Competition I-Notion, Juara 2 National Speech Competition Spectatiosa 6.0, Juara 2 English Speech MCVersation UPN Veteran Jakarta, Juara 1 Speech Contest National English Competition
Dalam mengikuti berbagai perlombaan, pastinya tak lepas dengan tantangan. Menurut Amifa, tantangan terbesarnya adalah mengumpulkan mood karena jika tidak ada mood dan niat, sulit untuk menyusun naskah speech yang menarik, terlebih lagi untuk berfokus pada lomba speech. Selain itu, tantangan lomba dalam tim yang pernah ia lalui di antaranya pencocokan jadwal, harus pengertian satu sama lain. Oleh karena itu, penting untuk mempunyai strategi dalam menyusun naskah speech yang menarik, research video speech seperti TEDX untuk delivery speech yang bagus dan mengumpulkan niat.
Proses hingga saat ini bukanlah hal yang mudah. Menurutnya, dalam hidup tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada yaitu dua kemungkinan, antara menjadi pemenang atau jika tidak menjadi pemenang, maka dapat mengambil pembelajaran dari setiap hal yang dilalui. Tidak ada yang sia-sia dan tidak gagal. Yang harus dilakukan adalah mengevaluasi diri dan mengambil pelajaran untuk improve di lomba yang selanjutnya. Ia berpikir bahwa tidak boleh merasa menjadi yang terbaik, karena sebagai seorang manusia, terlebih mahasiswa, kita harus terus belajar, dan mencari kunci dari kesuksesan dengan belajar dari pengalaman.
Selain memiliki berbagai prestasi di atas, menulis esai ilmiah bisa dikatakan hobi bagi mahasiswa angkatan 2019 tersebut. Karenanya, ia akan merasa kosong jika tidak menulis dan hanya fokus pada studi saja. Ia pun membagikan tips membagi waktu agar kewajiban dan hobi produktifnya seimbang. Baginya, yang paling penting adalah menyetel target. Setiap hal yang ia kerjakan, ia menargetkan untuk mengusahakan yang terbaik, harapannya, outputnya pun akan sama. Tak kalah penting adalah mengelola mindset. “Jadi tidak terlalu berpikir, aduh gimana ya bagi waktunya, gak nuntut buat ngerjain ini semua. Tapi lebih ke oke semuanya harus dikerjain jadi waktunya harus dibagi,” paparnya. Ia menyarankan untuk memanfaatkan aplikasi pengingat seperti Google Calendar untuk mengatur jadwal. Dari situ, ia juga bisa melacak deadline apa saja yang perlu diprioritaskan, diselesaikan atau direlakan untuk deadline yang lebih penting.
Amifa mengaku ketika semester 7 sudah merencanakan skripsi. Dan ketika sudah di semester 8 bab 1-3 sudah selesai walau ada revisi minor. Baginya, mengambil data kesimpulan bab 4-5 lampiran dan kelengkapan, serta hanya tinggal 2, mata kuliah tidak begitu padat. Di samping itu, ia pun bekerja freelance dan mengajar tidak begitu banyak. Ia juga menggunakan sistem 4-2-1, 4 fokus pada akademik (privat, UTS, UAS, dan skripsi), 2 untuk mencari informasi-informasi terkait lomba, dan 1 Minggu untuk main bersama teman, sharing dengan dosen, istirahat, dan ketika mengikuti apapun, jangan sekedar ikut, tetapi tetap harus mengenali potensi yang dimiliki, harus memiliki target dengan membaca guide book, memiliki niat, target, dan semangat untuk mengusahakan yang terbaik.
Amifa mengaku jika ia enjoy atau menikmati masa-masa semester tua, dikarenakan telah terbiasa menulis KTI, menurutnya skripsi bukanlah halangan yang besar di semester tua. Selain itu, Amifa juga berpesan kepada teman-teman mahasiswa Unirow, bahwa kita sudah mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kuliah, karena itu, kita harus merekam jejak selama kuliah dan memberikan kenangan untuk Universitas paling tidak satu atau dua prestasi. Kita pun bisa sharing-sharing dengan teman, dosen, ataupun Warek III, mencari circle pertemanan yang se-frekuensi dan sama-sama ambisius. Lalu, berprestasi bukan hanya tentang lomba, tetapi bisa berupa usaha. Selain itu, berorganisasi juga penting menurut Amifa, dan prestasi juga bisa membuka peluang kerja. Intinya adalah, tidak ada yang sia-sia selama kita berusaha semaksimal mungkin. Semangat untuk menemukan potensi diri, mengikuti lomba yang kita sukai, dan menemukan lingkungan pertemanan yang positif. Karena ketika menjadi seorang mahasiswa, kita memiliki kesempatan yang sangat luas, terutama untuk mengembangkan diri kita sendiri dengan mengenali potensi diri.
Penulis : Christin Nur Aini
Editor : Amaliya Syafitri
