Dikukuhkan Jadi Mahasiswa, Rektor UNIROW Ingatkan AI Bukan Pengganti Berpikir

0
44
Rektor UNIROW Prof. Dr. Warli, M.Pd., memasangkan jas almamater secara simbolis kepada mahasiswa baru dalam prosesi pengukuhan, Sabtu (19/9).

LPM WASKITA – Jangan biarkan kecerdasan buatan (AI) mengambil alih kecerdasan mahasiswa. Pesan itu menjadi salah satu penekanan Rektor Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban Prof. Dr. Warli, M.Pd., saat mengukuhkan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (19/9).

Dalam sambutannya, Rektor UNIROW menekankan bahwa mahasiswa yang memasuki dunia perkuliahan di era AI harus mampu menempatkan teknologi sebagai alat bantu sekaligus mitra dalam berpikir. Kehadiran AI, menurutnya, tidak boleh membuat mahasiswa bergantung hingga meninggalkan kemampuan berpikirnya sendiri.

“Kehadiran AI bukan pengganti dalam berpikir Anda, tapi menjadi mitra dalam berpikir Anda,” ujarnya.

Ia menilai, sarjana pada era digital tidak lagi cukup diukur dari banyaknya informasi yang dimiliki. Kemampuan untuk tetap berpikir tajam menjadi bagian penting yang harus dimiliki mahasiswa, mulai dari critical thinking, creative thinking, logical thinking, hingga ethical thinking.

Pesan tersebut disampaikan dalam momentum pengukuhan mahasiswa baru UNIROW yang menjadi penanda perubahan status dari calon mahasiswa menjadi mahasiswa.

Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerbang menuju kehidupan akademik yang membawa tanggung jawab baru.

“Ceremony ini bukan ceremony biasa, tapi sebuah gerbang. Dari calon mahasiswa menjadi mahasiswa,” katanya.

Selain kemampuan berpikir, Prof .Dr .Warli M. Pd, mengingatkan mahasiswa untuk memegang teguh kejujuran akademik. Menurutnya, integritas akademik merupakan fondasi yang harus terus dipertahankan selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

“Kejujuran akademik adalah salah satu yang harus dipegang teguh dan menjadi fondasi yang harus dipertahankan,” tegasnya.

Ia kemudian menyampaikan lima pesan kepada mahasiswa baru. Pertama, menjadi pembelajar sepanjang hayat dan tidak cepat puas setelah mendapatkan ijazah. Mahasiswa diharapkan terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri.

Kedua, menjaga integritas akademik dan kejujuran dalam menjalani proses pendidikan. Ketiga, membangun kolaborasi, bukan sekadar kompetisi. Mahasiswa diharapkan tidak tumbuh secara individualistis, tetapi memperbanyak kerja sama dan relasi.

Keempat, menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter secara menyeluruh.

Kelima, mahasiswa harus berani bermimpi besar, terus bertumbuh, berkarya, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

“Almamater ini harus menjadi rumah kedua kalian,” tuturnya.

Pengukuhan mahasiswa baru ditandai dengan pelepasan ID Card PKKMB dan pemakaian jas almamater secara simbolis kepada mahasiswa baru, dilanjutkan dengan kata-kata pengukuhan oleh Rektor.

Rangkaian acara inti kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNIROW, sambutan Rektor, doa, hingga penutup.

Momentum tersebut menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan akademik sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar UNIROW.(*).

Penulis : Nadia Aulia

Reporter : Triwulan & Navisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini