Tuban – Program Studi (Prodi) Teknik Industri Universitas PGRI Ronggolawe
(UNIROW) Tuban mengadakan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) di Dusun
Krajan, Desa Ngawun, Kecamatan Parengan. Tepatnya di rumah Bapak Jumair selaku
pemiliki usaha mikro kecil menengah (UMKM) keripik singkong Mbak Sum.
Pada awal bulan Februari ada program abdimas dan Lembaga Pengabdian
Mahasiswa (LPM) memberitahukan bahwa ada UMKM yang masih belum besar tetapi
usaha tersebut sangat laris di masyarakat, yaitu usaha keripik singkong di desa
Ngawun.
Kemudian prodi teknik industri melakukan survei analisis terkait situasi keberadaan
usaha tersebut, dan ternyata memang benar ada UMKM milik Pak Jumair yang
produknya bernama keripik singkong Mbak Sum.
Meskipun sudah laris di masyarakat, produksi keripik singkong ini masih manual
menggunakan pasah, dan bungkusnya pun masih menggunakan kemasan plastik biasa. Hal
tersebut, menyebabkan saat produksi mamakan waktu lama dan membutuhkan tenaga kerja
yang banyak. Jadi terkadang produksinya tidak sesuai target atau pesanan dari
pelanggan.
Oleh karena itu, dari prodi teknik industri membuat inovasi untuk
memberikan sebuah alat pemotong singkong dan alat ini sudah diserahkan pada tanggal
7 September. Alat tersebut otomatis dan size ketebalan pengirisan singkong bisa
diatur sesuai keinginan pemilik. Selain itu, prodi teknik industri juga
melakukan pendampingan mulai dari produksi, mengembangkan kemasan, melakukan
pemasaran, dan mengurus legalitas usaha.
Kaprodi teknik industri sekaligus ketua tim pengabdian masyarakat di Desa
Ngawun, Anggia Kalista, S. T., M. T. menjelaskan terkait tujuan diadakannya
kegiatan abdimas ini.
“Tujuan diadakannya abdimas yaitu untuk memplopori dan membantu UMKM dalam
mengembangkan usaha mereka sehingga bisa memberikan peluang bagi masyarakat
sekitar untuk mendapatkan lapangan pekerjaan baru, serta turut mendukung
program Bupati Tuban yaitu one village one product,” ungkap Anggia, sapaan
akrabnya.
“Rencana prodi teknik industri kedepannya, untuk program ini tidak akan terhenti
di UMKM tersebut saja. Tetapi juga akan membantu untuk mengembangkan kegiatan
atau usaha sekitar yang sekiranya membutuhkan pendampingan,” tambahnya.
Anggia berharap dengan diadakannya program ini semoga bisa membantu semua
lapisan masyarakat yang sedang merintis atau mengembangkan sebuah usaha.
“Harapan dari program ini yaitu semoga kedepannya program abdimas bisa
membantu semua lapisan masyarakat yang lagi merintis usaha atau mengembangkan
sebuah usaha yang membutuhkan pendampingan. Selain itu, untuk UMKM keripik
singkong Mbak Sum semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dan bisa menciptakan
lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Desa Ngawun,” jelasnya.



