Pembentukan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Jenjang Sekolah Dasar

0
439
(Sumber gambar: https://cdn.pixabay.com/photo/2020/10/16/03/46/student-5658440_640.jpg)

Pendidikan karakter merupakan sebuah proses menanamkan nilai-nilai dasar karakter untuk membangun kepribadian yang baik. Seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan pada saat ini guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan sesuai dengan  ilmu yang dimiliknya akan tetapi guru juga dituntut mampu membentuk karakter siswa yang berakhlak, bertaqwa dan memiliki pengetahuan yang luas bagi masa depan anak, guna mengembangkan potensi dalam diri peserta didik yang lebih baik.

Religius merupakan karakter utama yang harus ditanamkan pada peserta didik sejak dini sebab menjadi dasar ajaran agama dalam Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara membentuk karakter religius adalah melalui pembiasaan membaca surat yasin setiap hari jum’at sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, hal ini dianggap sebagai metode yang sangat efektif untuk membekali peserta didik membentuk karakter religius dalam dirinya. Kegiatan rutin ini sudah dilakukan di beberapa Sekolah Dasar, Dewan guru berharap dengan adanya pembiasaan ini,mampu menambah kecerdasan dalam menerima pelajaran di sekolah serta dijauhkan dari segala  perbuatan yang tidak terpuji seperti kenakalan remaja yang menimbulkan dosa.

Pembentukan karakter religius dapat dilakukan dengan cara menghafal surat-surat pendek di hari tertentu, misalnya dihari jum’at setelah membaca surat yasin. Melalui pembiasaan menghafal surat-surat pendek berguna dalam meningkatkan hafalan pada pikiran, meningkatkan kecerdasan siswa,serta meningkatan karakter religius peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Menghafal surat-surat pendek bagi peserta didik Sekolah Dasar, tentunya merupakan sebuah pembisaan yang baik guna menumbuhkan sikap religius pada peserta didik. Namun dalam pelaksaaannya terdapat salah satu faktor yang menghambat yaitu : management waktu yang kurang tepat, upaya yang diakukan yaitu:memberikan waktu yang cukup sekitar 15 menit untuk melakukan hafalan surat-surat pendek , dan untuk mencari guru pembimbing diluar sekolah tentu saja guru yang sesuai dengan bidang dan keahliannya.

Sebab melalui pembiasaan ini dapat  membekali peserta didik sejak dini hingga dewasa guna mencetak peserta didik yang berakhlak mulia dan memiliki sikap sopan santun terhadap sesama manusia.

(Sumber gambar: https://c2.staticflickr.com/8/7922/46040702635_4af5b8438a_b.jpg)

Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2003, pendidikan didefinisikan sebagai “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.”.

Di sisi lain,Pendidikan karater didefinisikan sebagai upaya tulus untuk menumbuhkan sifat baik. Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan bahwa tujuan pendidikan karakter adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kapasitas siswa untuk menjadi individu yang berbudi, berpikiran, dan berperilaku baik.
  2. Menumbuhkan karakter yang sesuai dengan Pancasila dan nilai-nilai religius sehingga mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa yang bertanggung jawab.
  3. Menciptakan lingkungan yang mendorong siswa untuk menjadi individu yang mandiri, inovatif, dan nasionalis.
  4. Menciptakan lingkungan hidup sekolah menjadi tempat belajar yang aman, penuh kreasi, kejujuran dan persahabatan serta nasionalisme yang tinggi. (Kementerian Pendidikan, 2011:5).

Di Indonesia pendidikan karakter ini bisa di laksanakan melalui kegiatan Ekstrakurikuler. Terdapat beberapa sekolah dasar sudah menerapkan kegiatan ini, untuk menumbuhkan potensi peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler umumnya dilaksanakan setelah kegiatan  pembelajaran selesai, peserta didik di wajibkan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler.

Adapun  ekstrakurikuler yang ada di sekolah seperti tari, tartil, sepak bola,bola voli ,serta pramuka, Tujuan adanya ekstrakulikuler pada jenjang Sekolah Dasar adalah:

  1. Untuk menambah pengalaman dan pengetahuan
  2. Mengasah keterampilan dan wawasan
  3. Membentuk karakter peserta didik sesuai dengan minat dan bakat.

Umumnya kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan setelah pulang sekolah atau akhir pekan, kegiatan ekstrakurikuler berguna untuk mengasah dan mengembangkan hobi secara bebas sesuai yang diminati. Apabila dalam mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh maka akan mencetak peserta didik berprestasi sesuai minat dan bakatnya sendiri.

Adapun kendala yang terjadi saat pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler dipengaruhi oleh  faktor internal dan eksternal. Faktor Internal dalam kegiatan ini  meliputi: fasilitas yang kurang memadai, guru pembimbing yang tidak bisa membagi waktu, kurangnya evaluasi serta target dalam kegiatan ekstrakurikuler ini. Sedangkan faktor internal meliputi: kurangnya dukungan dari orang tua,dengan alibi anak yang sudah capek memikirkan pelajaran di sekolah dan pengaruh pergaulan peserta didik yang menimbulkan rasa malas untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini.

Untuk mengatasi kendala di atas dapat dilakukan dengan cara  mengoptimalkan pendidikan karakter, mengembangkan potensi diri atau bisa dimulai dari mengatasi faktor internal seperti  meningkatkan fasilitas yang ada disekolah, mencari guru diluar sekolah yang sesuai dengan bidang ekstrakurikuler yang dibimbingnya, serta  melakukan evaluasi secara rutin guna melihat progress peserta didik di setiap bulan atau tahunnya setelah siswa siswi melakukan lomba.

Adapun peserta didik yang mengikuti ekskul tersebut hendaknya benar-benar disiapkan untuk mengikuti berbagai kompetisi yang digelar setiap tahunnya. Prosesnya memang tidak mudah, butuh waktu untuk mendapat citra yang baik dalam kegiatan ekstrakurikuler ini. Dibutuhkan rancangan kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada pencapaian prestasi peserta didik. Saya berharap dengan adanya kegiatan ekstrakulikuler di sekolah mampu membawa manfaat dan perubahan khususnya pengembangan dalam bidang non akademik.

 

Penulis : Rika Amelia

(Penulis merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, opini ini merupakan tugas kuliah Konsep Dasar Bahasa Indonesia SD yang diampu oleh ibu Yunita Suryani M.Pd.)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini