Setiap anak yang lahir memiliki berbagai potensi yang harus dikembangkan, pendidikan yang tepat menjadikan anak tumbuh berkarakter. Pembentukan karakter anak dimulai dari lingkungan terdekat yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan karakter perlu diterapkan sejak dini, karena dianggap sebagai masa yang tepat untuk meletakkan dasar pengembangan kemampuan fisik, sosial – emosional, konsep diri, moral dan nilai – nilai keagamaan.
Pendidikan karakter adalah sistem penanaman nilai – nilai karakter atau nilai kebaikan dalam diri seseorang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari – hari melalui pembiasaan, nasihat, pengajaran, dan pembimbingan. Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan, akan tetapi anak juga memahami nilai positif dari pendidikan karakter tersebut, serta mampu mempengaruhi orang- orang yang berada disekitarnya.
Pada saat ini, banyak peserta didik yang mengalami kemerosotan karakter sebab adanya perkembangan zaman yang semakin canggih. Karakter dapat diartikan sebagai akhlak. Karakter akan muncul menjadi suatu kebiasaan yang termanifestasi dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Profil pelajar pancasila dianggap sebagai sebuah ciri untuk mengembangkan potensi peserta didik, untuk menujang sikap religius, kepribadian, kecerdasan dan berakhlak mulia, maka setiap sekolah perlu melaksanakan suatu pembiasaan yang dapat membentuk karakter peserta didik menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pembiasaan merupakan perilaku yang direncanakan untuk mempengaruhi seseorang yang dilakukan secara sengaja secara berulang-ulang, melalui pembiasaan inilah yang akan membangun karakter secara berkesinambungan. Pembiasaan – pembiasaan tersebut diharapkan mampu mencetak peserta didik yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Asmaul Husna atau nama – nama baik Allah SWT yang berjumlah 99 yang wajib diketahui menjadi cara terbaik untuk menumbuhkan karakter religius peserta didik di sekolah.
Pembiasaan membaca Asmaul Husna bagi peserta didik dijadikan sebagai media pembentukan karakter religius peserta didik sekaligus bentuk upaya mengenalkan sifat-sifat Allah SWT. Melalui pembiasaan inilah peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang akan meningkatkan keimanannya atas kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Peserta didik diajak untuk melafalkan dan menghayati setiap lantunan Asmaul Husna. Melaui pembiasaan ini diharapkan mampu dterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembiasaan membaca Asmaul Husna dilaksanakan disetiap pagi sebelum proses pembelajaran dimulai, yang membawa pengaruh besar terhadap kehidupan peserta didik. Usaha yang mengarahkan peserta didik untuk berbudi pekerti luhur, mampu melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan serta memiliki kepribadian yang baik pada dirinya sendiri dan juga orang lain.
Akhlak dalam Asmaul Husna yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari yaitu akhlak jujur, penyayang, penyabar, peduli, disiplin, bertanggung jawab, integritas dan pemaaf. pembiasaan membaca Asmaul Husna sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung akan membawa peserta didik meyakini kekuasaan dan keesaan Allah , serta mampu mengamalkan akhlak mulia di sekolah,masyarakat bahkan dalam kehidupan ssehari-hari.
Setelah adanya pembiasaan ini ,saya berharap upaya positif sekolah untuk mengoptimalkan output mental peserta didik yang berbudaya karakter. Diharapkan dapat menumbuhkan karakter peserta didik lebih baik lagi kedepannya, disamping itu membuat hati peserta didik dihiasi rasa keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT . Di lingkungan rumah, sekolah ataupun masyarakat sekitar.
Penulis : Ania Febri Aira Riyansari
Penulis merupakan mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2023,FKIP- Universitas PGRI Ronggolawe Tuban , opini ini merupakan tugas mata kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M.Pd
