KESENIAN HADROH DI SEKOLAH DASAR

0
839
(sumber: https://mialabror.sch.id/2021/08/25/hadrah-al-banjari/)

Hadroh merupakan seni musik islami yang diiringi dengan alat tabuhan terbang atau rebana, dari segi bahasa hadroh diambil dari bahasa arab  yaitu hadhoro-yudhiru-hadhron-hadhrotan yang berarti kehadiran, namun kebanyakan orang, hadroh diartikan irama. Karena pada zaman rosulullah SAW hijrah dari mekkah ke madinah rosulullah disambut oleh  masyarakat madinah (kaum anshor)  dengan tabuhan terbang dan di iringi syair.

Sholawat pertama kali di populerkan pertama kali oleh yang mulia Habib Syech Botoputih Surabaya, salah satu seorang ulama pada tahun 1830. Setelah itu kesenian ini populer di kalangan santri dengan nama hadroh.

Pada tahun 1959, terbentuklah organisasi Ishari ( Ikatan Seni Hadroh Republik Indonesia) yang berpusat di Surabaya.

Hadroh masuk ke Indonesia saat sebelum kemerdekaan , pada tahun 1918 shalawat hadroh dikembangkan kembali oleh KH Abdurahim bin Abdul di Pasuruan dan setelah itu lahirlah kelompok-kelompok hadroh  yang didirikan oleh santri-santrinya. Hingga saat ini hadroh sudah banyak berkembang di Indonesia.

Musik hadroh salah satu hal wajib di setiap acara keagamaan umat islam,lagu – lagu hadroh tidak hanya berupa sholawat tapi juga syair yang memberi nasehat. Alat musik hadroh terdiri dari rebana, tifa, bass, tam / tum dan keplak yand diiringi dengan vokal. Hadroh mampu memberi pesan dan nasehat dengan cara yang menyenangkan dan mudah di mengerti.

Namun pada saat ini masyarakat indonesia dari berbagai kalangan sepeti dewasa, remaja bahkan anak – anak usia dasar lebih tertarik dengan musik – musik modern dan trend – trend tiktok. Dan seiring berjalannya waktu, peminat seni hadroh semakin berkurang, jika kita tidak melestarikan kembali seni hadroh, maka seni hadroh akan hilang seiring waktu, perlu kita tanamkan terhadap anak – anak di usia dasar untuk mengenal seni hadroh

Saat ini di sekolah dasar sudah banyak kegiatan  ekstrakulikuler yang aktif, salah satunya adalah kegiatan ekstrakulikuler hadroh. Salah satunya di SDN Kedungmakam, di SDN Kedungmakam memberikan wadah bagi anak – anak yang memiliki potensi di bidang seni hadroh. Kegiatan ini dilakukan setiap pulang sekolah. Dalam melakukan kegiatan ekstrakulikuler ini, peserta didik cenderung kurang semangat karena sebagian peserta didik merasa bahwa kegiatan ekstrakulikuker hadroh kurang menarik dan kurang menyenangkan. Seperti kita tahu bahwa pada zaman saat ini anak-anak diusia dasar sudah banyak mendengarkan musik-musik yang kurang cocok diusianya. Sebab itu anak-anak usia dasar sekarang lebih tertarik kepada musik seperti dangdut dan lainnya. Tak hanya itu pada zaman sekarang anak – anak diusia dasar sudah banyak yang mengenal dengan aplikasi tiktok, dimana diaplikasi itu terdapat trend – trend yang menurut saya kurang cocok untuk anak – anak. Dari segi musik dan tontonan nya , anak –anak diusia dasar belum sepantas nya untuk menonton trend – trend tersebut,sangat perlu bagi kita untuk memilah tontonan untuk anak usia dasar. Kita perlu menanamkan hal – hal positif namun juga mengikuti trend di era sekarang seperti mengajari bermain alat musik hadroh,agar menarik minat peserta didik. Dan tanpa disadari dengan melatih peserta didik untuk belajar hadroh dapat menumbuhkan rasa cinta kepada nabi Muhammad SAW.

Agar peserta didik tertarik dan semangat untuk melakukan ekstrakulikuler hadroh maka dari itu sekolah melakukan pembiasaan dan dilatih cara bermain terbang dan alat-alat lainnya. Dengan melakukan pembiasaan ini peserta didik mampu memiliki sifat mencintai sholawat dan melestarikan kesenian budaya islam . Tak hanya itu kegiatan ekstrakulikuler ini dapat mengembangkan kemampuan anak. Hasil kreatifitas peserta didik di tampilkan  di acara sekolah misalnya acara perpisahan dan perlombaan antar sekolah. Tak hanya acara sekolah saja, hasil kreativitas anak – anak dari SDN Kedungmakam sudah tampil di kalangan masyarakat sekitar di acara – acara keagamaan.

Kegiatan ekstrakulikuler ini bertujuan untuk mengasah potensi anak yang memiliki bakat di seni musik hadroh. Dengan demikian anak-anak tak hanya menikmati musik-musik dangdut dan trend tiktok.

Dapat disimpulkan bahwa hadroh tidak hanya menjadi sarana untuk memuji dan mengagungkan Allah SWT dan nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan seni dan budaya Indonesia yang harus di lestarikan. Meskipun ada banyak tantangan, banyak  upaya untuk melestarikan seni hadroh terus di lakukan oleh berbagai pihak demi menjaga eksistensi dan nilai – nilai kearifan lokal yang terkandung dalam seni musik tradisional islam ini. Meski di era yang sekarang sudah banyak musik – musik modern, namun seni hadroh masih tetap di kenal dan di minati,bahkan seni hadroh masih kerap di tampil kan di acara – acara keagamaan oleh masyarakat di Indonesia.

 

Penulis : Niken Lailiyah

Penulis adalah mahasiswa prodi PGSD Universitas PGRI Ronggolawe Tuban angkatan 2023-Opini ini untuk memenuhi tugas kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M. Pd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini