Kegiatan P5 Kurikulum Merdeka Tari Miyang Di Sekolah Dasar

0
1137

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau yang kini disebut sebagai P5, merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.. P5 diterapkan dalam kurikulum merdeka untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila kepada pelajar Indonesia. P5 sendiri memiliki empat prinsip di dalamnya, yaitu; (1) holistic, (2) kontekstual, (3) berfokus pada peserta didik dan (4) eksploratif.Tujuan P5 adalah membantu guru mengembangkan kapasitas,membangun akhlak mulia siswa dan menemukan atas banyaknya pertanyaan tentang siswa dengan kompetensi seperti yang diharapkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Dengan tujuan tersebut, P5 memiliki beberapa manfaat yang sangat baik bagi peserta didik maupun bagi pendidik. Berikut manfaat P5 bagi peserta didik ialah, peserta didik dapat mengembangkan keterampilan, sikap dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam mengerjakan proyek pada periode waktu tertentu. Kemudian salah satu manfaat P5 bagi pendidik ialah P5 dapat mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran.

Dalam menjalankan kegiatannya, P5 memiliki beberapa tema. Tema-tema tersebut antara lain ialah: (1) gaya hidup berkelanjutan, (2) kearifan lokal, (3) bhinneka tunggal ika, (4) bangunlah jiwa dan raganya, (5) suara demokrasi, (6) berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI, (7) kewirausahaan, (8) kebekerjaan dan (9) budaya kerja. Dengan tema-tema tersebut, suatu sekolah dapat memilih salah satu tema untuk diterapkan dalam kegiatan P5 kepada peserta didiknya.

Pada tema kearifan lokal, sekolah dapat mengajarkan kepada peserta didik mengenai pelestarian budaya di beberapa daerah. Entah daerah sekolah itu sendiri atau daerah yang lain. Umumnya, tema P5 dengan kearifan lokal dipilih oleh sekolah tingkat dasar (SD). Pada peserta didik Sekolah Dasar (SD) akan sangat mudah bagi mereka mengenal kebudayaan mereka sendiri, sebab pada dasaranya, peserta didik pada jenjang umur tersebut masih dapat dikendalikan dalam mengenal keberagaman kebudayaan. Peserta didik pada umur tersebut lebih mudah untuk dikenalkan dengan sesuatu yang berasal dari lingkungan sekitar mereka sendiri. Mereka akan mudah menyerap dan memproses segala pembelajaran dengan materi atau non-materi yang disediakan oleh pendidik.

Selain mengajarkan tentang pelestarian budaya di beberapa daerah, tema kearifan lokal mengajarkan bagaimana cara bekerja secara berkelompok atau secara bersama. Di SD Sendangharjo IV mengadakan proyek dimana mengambil judul tema Gelar Karya Penguatan Profil Pelajar Pancasila (p5). Salah satu contoh kegiatan P5 yang mengajarkan dua hal tersebut adalah menari. Ada banyak tarian asal tuban yang ditampilkan oleh siswa siswi. Lebih spesifiknya tarian yang dimaksud ialah Tari Miyang. Tarian dari daerah Tuban yang menggambarkan sebuah kegigihan dan semangat juang para wanita pesisir ketika para nelayan pergi melaut (Miyang).

Dapat dikatakan pula, kegiatan P5 yang disi dengan pembelajaran menari merupakan sebuah projek. Peserta didik diberikan sebuah tujuan, seperti pementasan atau pertunjukan. Kemudian sebelum pementasan tersebut, peserta didik harus berlatih secara bersama selama waktu yang telah ditentukan oleh guru. Dengan demikian, maka akan banyak pengalaman yang dilalui oleh peserta didik. Mulai dari pengenalan Tari Miyang itu sendiri, berlatih sejak awal, mengenal gerakan-gerakan dalam Tari Miyang, kemudian peserta didik akan terbiasa berlatih bersama. Dikarenakan Tari Miyang ini terdiri dari beberapa penari, maka tentu saja, peserta didik satu harus bisa bekerjasama dengan peserta didik lainnya selain itu juga dapat melatih rasa kepercayaan siswa untuk tampil di depan banyak orang.

Hal tersebut akan membangun sebuah rasa kepedulian antar sesama peserta didik. Selain peserta didik akan lebih mengenal budaya leluhur mereka, peserta didik akan dapat memahami bagaimana alur yang sebuah hubungan kerjasama. Peserta didik juga akan dapat meningkatkan keterampilan diri masing-masing, peserta didik juga akan dapat mengontrol sikap dalam sebuah hubungan berkelompok. Seperti halnya yang menjadi tujuan dan manfaat dari adanya kegiatan P5.
Di sisi lain, dengan adanya kegiatan P5 dalam bentuk pelatihan/pembelajaran tari Miyang ini. Peserta didik tidak hanya bekerjasama dengan peserta didik lainnya. Tidak hanya dengan satu kelas atau satu sekolah, namun peserta didik juga dapat berkolaborasi dengan guru.

Pada umumnya, sebuah Sekolah Dasar (SD) memang hanya diajar oleh satu guru setiap satu kelasnya. Namun dalam kegiatan P5 ini, guru siapa saja dapat berkolaborasi dan membentuk hubungan dengan peserta didik lebih dekat. Dengan adanya P5 ini, peserta didik maupun pendidik yang turut andil di dalamnya akan memiliki pengembangan tersendiri pada akhirnya. Peserta didik akan lebih mengenal budayanya sendiri, dan seperti yang telah dijabarkan, maka peserta didik juga dapat melatih keterampilan mereka masing-masing. Mengembangkan sikap pada saat mereka di dalam lingkup sebuah kegiatan berkelompok, memiliki pengetahuan yang lebih mengenai hubungan sosial dan masyarakat.

Semenatara itu, pendidik akan dapat mengembangkan kompetensinya sebagai pendidik, membangun kolaborasi dengan siswa, seperti yang telah dijabarkan. Serta dengan adanya P5 ini, pendidik juga dapat menilai peserta didik dari segi mana saja, termasuk segi keterampilan, sosial dan pengembangan setiap peserta didik.

 

Penulis: Aurel Lia Dwi Rahma

Penulis adalah mahasiswa progam studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2023, FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dan opini ini merupakan tugas kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M.Pd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini