Pembiasaan Pagi Membaca Asmaul Husna Sebelum KBM Berlangsung Di Sekolah Dasar

0
652

(Dokumentasu Pribadi)

Asmaul Husna artinya nama -nama Allah yang indah,baik,agung,dan mulia sesuai dengan sifat-sifatnya. Sekolah melaksanakan pembiasan pagi membaca asmaul husna bersama-sama di lapangan sekolah karena terdapat beberapa peserta didik yang kurang fokus saat berdoa ,membaca asmaul husna, serta bersholawat di dalam kelas.

Peserta didik cenderung murung dan tidak semangat, sebab mereka merasa bahwa kegiatanya kurang menyenangkan.Berdoa wajib dilakukan sebelum memulai dan diakhir pembelajaran. Seperti yang kita tahu, Asmaul Husna adalah nama-nama Allah SWT. yang mana apabila kita membacanya kita akan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Sedangkan bersholawat merupakan bentuk doa dan pujian untuk Nabi sebagai ibadah kepada Allah SWT.

Agar peserta didik merasa senang dan semangat dalam melaksanakan pembiasaan pagi yang menarik bagi peserta didik. Maka dari itu Sekolah melakukan pembiasaan dilapangan sekolah, dengan cara peserta didik dibariskan di lapangan sesuai dengan kelas masing masing serta terdapat dua anak yang memimpin di depan.

Peserta didik membaca doa dan Asmaul Husna secara bersama-sama dengan didampingi bapak/ibu guru. Dengan cara tersebut peserta didik merasa senang dan semangat melakukan berdoa dan membaca Asmaul Husna. Pembiasaan ini tidak hanya dengan berdoa dan membaca Asmaul Husna saja, namun juga dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu wajib nasional, Mars PPK, lagu pelajar pancasila, lagu anti bullying, tepuk anti bullying, dan yang terakhir dengan membaca sholawat. Bacaan tersebut terus dilakukan setiap hari selain hari senin karena upacara dan jumat karena senam pagi. Meskipun begitu setelah upacara dan senam anak-anak tetap melakukan pembiasaan di kelasnya masing-masing dan didampingi oleh wali kelas. Anak anak tetap melakukan pembiasaan di kelasnya dengan cara membaca doa yang diawali dengan Al-fatihah dilanjut dengan bacaan “Robbisrohli sodri, wayassirli amri, wahlul ‘uqdatammil lisani yafqohu qouli”. Setelah membaca tersebut diatas langsung dilanjut dengan Asmaul Husna hingga doa Asmaul Husna selesai. Selanjutnya membaca surah pendek dan diakhiri dengan sholawat.

Dengan melakukan pembiasaan ini peserta didik mampu memiliki sifat-sifat seperti beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, kebhinnekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif. Beberapa sifat tersebut merupakan 6 dimensi profil pelajar pancasila yang harus dibentuk untuk generasi yang lebih maju dan generasi yang unggul di indonesia. Tidak hanya anak sedolah dasar yang harus dilatih berbagai sifat tersebut. Kita juga sebagai generasi masa depan bangsa indonesia harus mampu menguasai sifat-sifat tersebut. Agar indonesia menjadi generasi yang maju dan menjadi panutan dari negara lain harus bisa melakukan dan mengamalkan pembiasaan pagi tersebut.

Melalui pembiasaan ini dapat menumbuhkan sifat tanggung jawab dan kreatif. Pembiasaan ini dilakukan tepat pada pukul 07.00 WIB – Selesai. Sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hal ini peserta didik dilatih untuk berangkat lebih awal untuk memulai pembiasaan tersebut.

Dalam baris dilapangan peserta didik menyesuaikan arahan dari bapak/ibu guru. Pada saat pembiasaan itulah, peserta didik dilatih untuk tertib, serta mengetahi adab yang baik dan benar saat makan meliputi :
1. Sebelum makan harus membaca doa terebih dahulu dengan kepala nunduk ke bawah dan khusyuk.
2. Makan menggunakan tangan kanan
3. Sambil duduk
4. Tidak meniup makanan yang panas
5. Halal
6. Memuji & tidak mencela makanan

 

Penulis: Ngarisma Ari Nanda

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2023, FKIP- Universitas PGRI Ronggolawe dan Opini ini merupakan tugas kuliah yang diampu oleh Ibu Yunita Suryani, M.Pd.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini