Mental Anak atau Remaja dalam Lingkungan dan Pendidikan

0
212

 

(Cr: TikTiok @dalf)

Seringkali
kita melihat anak usia dini dan muda mudi yang merasa kehilangan arah. Akibat
dari hal tersebut adalah sering terjadinya putus sekolah, broken home,
mendatangi club malam atau ke diskotik, bahkan salah dalam pergaulan. Hal ini
dapat memicu tekanan batin pada usia anak dan remaja. Selain itu, dapat memicu
perubahan sikap seseorang. Karena dalam mengetahui sikap anak dan remaja adalah
dari pembentukan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, para orang tua
bahkan keluarga terdekat dianjurkan untuk selalu mengawasinya. Jika tidak ada
perhatian khusus dalam mengasuh anak dan mendidik anak, dia akan kebingungan
dalam mengambil keputusan.

Hal tersebut dapat dibiasakan sejak kecil, agar dapat
mengatasi masalah ketika sudah dewasa nanti. Selain itu, anak tidak memerlukan
tekanan apa yang orang tua inginkan, semisal orang tua menginginkan nilai anak
di atas rata-rata, sedangkan kemampuan anak hanya sedang-sedang saja. Jika hal
tersebut dipaksakan, maka akan menimbulkan stres pada anak atau remaja, tekanan
pada akademik, resiko gangguan mental, rentan mengalami gangguan kesehatan,
berperilaku buruk, bahkan terjadinya bunuh diri.

Mereka
akan merasakan perbedaan jangkauan yang amat sangat dengan teman–temannya. Hal tersebut akan
terjadi secara pure atau murni dalam hati dan pikiran seseorang dalam
menyikapi dirinya sehingga mereka berpikir mengapa aku tidak seperti teman yang
lainnya? Hal ini akan mengganggu suatu pendidikan anak usia dini maupun remaja
yang masih bersekolah. Mengapa demikian? Karena sekolah adalah suatu kegiatan
untuk memperluas wawasan, jika hal tersebut tidak dapat diimbangi dengan adanya
mental yang kuat, justru mengakibatkan berbagai faktor yang muncul ketika anak
di sekolah, namun dirinya susah untuk bergaul, hal tersebut terjadi karena
tumbuhnya rasa minder.

Selain
itu, seorang
anak atau remaja akan mengalami sifat yang perasa, di mana dia memposisikan dirinya
ketika terdapat masalah, mereka akan merasa bahwa kesalahan yang mereka lakukan
merupakan sesuatu yang fatal. Padahal kesalahan adalah hal yang wajar. Menjudge
seseorang pun sangat tidak disarankan, karena dapat menimbulkan tekanan down
dalam mental seseorang anak atau remaja. Selain itu penyebab anak atau
remaja menjadi stres adalah seperti broken home, pertengkaran dalam
rumah tangga, pembullyan, menekan kemampuan anak yang tidak semestinya,
hidup di lingkungan yang toxic (memiliki dampak buruk terutama terhadap
psikis). Hindari sifat toxic, karena sifat tersebut akan mengakibatkan
kenyamanan seseorang terganggu, sehingga sifat toxic tersebut mempersulit untuk
memiliki hubunga sosial yang baik. Sehingga, sebaiknya harus menjadi hubungan
baik dengan lingkungan sekitar.

Dengan adanya
kondisi mental down, dapat terjadinya bunuh diri. Oleh karena itu, dapat
dicegah dengan adanya seseorang yang selalu mendampingi dan selalu mengajak
berkomunikasi. Hal tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan pikiran dan
pandangan kosong. Jika tidak demikian, hal tersebut dapat menjadikan nyawa
seseorang melayang, dikarenakan terbatasnya solusi, bahkan tidak memiliki
solusi untuk menyelesaikan suatu masalah. Kejadian tersebut banyak dialami oleh
remaja, karena didukung pemikiran yang kurang matang dan masih labil, sehingga
untuk menyelesaikan masalah masih diambang keraguan untuk mengambil keputusan.
Hal ini biasanya terjadi dikarenakan dari segi percintaan dan keluarga.

Oleh
karena itu, mengawasi seorang anak justru sangat penting, dengan dorongan
motivasi yang positif seorang anak atau seorang remaja akan menjadi lebih
nyaman dalam melakukan sesuatu yang positif. Kemudian, dorongan dan motivasi
untuk mengenyam pendidikan juga perlu untuk ditanamkan oleh anak atau remaja.
Agar mereka dapat memilah hal yang baik dan tidak baik. Selain itu, pemikiran
mereka agar luas dan
selalu mempertimbangkan sebelum melakukan sesuatu. Wawasan
pendidikan bagi anak maupun remaja sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka.
Melalui pendidikan, anak dapat belajar untuk menghormati orang lain baik dari
lingkungan sendiri atau lingkungan orang lain, dan belajar bertanggung jawab.

Selain itu, melalui pendidikan dapat meningkatkan
kreativitas pada anak, memahami keadaan sosial yang dapat diterapkan diberbagai
kalangan selagi itu hal yang positif. Sehingga menumbuhkan sikap yang baik pada
anak atau remaja. Namun, hal tersebut memang tidak dapat secara instan saja,
setiap proses dan progres akan terlihat jika selalu dibiasakan untuk melakukan
hal yang positif. Selain itu, sebaiknya memiliki kesabaran dalam mengasuh dan
mendidik anak, karena pada anak atau remaja sebenarnya sikap kekanak-kanakan
masih melekat dalam dirinya. Sebaiknya sebagai orangtua selalu mengiringi doa
di setiap langkah seorang anak dan mendukung keinginan anak selagi masih
termasuk kegiatan atau hal yang positif dengan mengarahkan melalui kenyamanan
sebagai orangtua. Biarkan anak berkembang dengan menyelesaikan masa
kekanak-kanakan atau remaja mereka, namun masih terpantau dari orangtua. Jika
hal tersebut rutin dibiasakan, maka anak atau seorang remaja akan terbiasa
dengan hal-hal positif lainnya hingga dewasa nantinya.


Penulis adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia angkatan 2020 FKIP-Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini