Tuban – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban tahun 2026 hadir dengan semangat baru. Tidak hanya menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, KKN tahun ini mengusung tema “Implementasi Kampus Berdampak Melalui Suksesi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)” sebagai komitmen menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.( senin,20/07/2026).
Sebanyak 561 mahasiswa resmi diterjunkan untuk melaksanakan KKN selama 20 Juli hingga 22 Agustus 2026. Mereka akan menjalankan program pengabdian di 28 kelompok yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Rembang.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 532 mahasiswa merupakan peserta KKN reguler, 17 mahasiswa mengikuti KKN tematik, dan 12 mahasiswa menjalani KKN mandiri. Adapun lokasi penempatan meliputi 19 desa di Kabupaten Tuban, 10 desa di Kabupaten Rembang, dan 3 desa di Kabupaten Bojonegoro.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIROW, Hendra, menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar hidup bersama masyarakat.
Dalam arahannya, ia mengibaratkan mahasiswa seperti kapal yang berada di dermaga.
“Kapal yang indah kita lihat saat berada di dermaga. Namun, kapal yang indah diciptakan bukan untuk tetap berada di dermaga, melainkan untuk mengarungi samudra.”
Melalui analogi tersebut, Hendra mengajak seluruh peserta KKN agar berani menghadapi tantangan di tengah masyarakat dan mampu memberikan kontribusi nyata selama menjalankan pengabdian.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua program kerja dapat direalisasikan dalam waktu satu bulan. Oleh karena itu, setiap kelompok harus mampu menentukan prioritas program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Seluruh program kerja tidak harus terlaksana semuanya. Namun, harus ada yang diprioritaskan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Hendra berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater melalui sikap, etika, serta komunikasi yang santun selama berada di lokasi KKN.
Sementara itu, Rektor UNIROW, Dr. Warli M.Pd, menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan mata kuliah wajib yang menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan interdisipliner dan kemitraan.
Menurutnya, KKN menjadi media bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia dan tim LPPM yang telah mempersiapkan pelaksanaan KKN 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini UNIROW memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik sebagai bentuk penghargaan atas inovasi dan dedikasi selama menjalankan program pengabdian.
Warli mengingatkan bahwa mahasiswa akan menghadapi lingkungan, budaya, dan karakter masyarakat yang berbeda selama satu bulan ke depan. Oleh sebab itu, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan KKN.
“Jagalah nama baik almamater. Berperilakulah dengan baik dan bertutur kata santun sebagai warga akademik,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak merasa paling hebat ketika berada di tengah masyarakat.
“Jangan pernah merasa menjadi orang yang paling besar ataupun paling pintar. Jadilah bagian dari masyarakat, belajar bersama mereka, dan mengabdi dengan sepenuh hati,” tambahnya.
Pada pelaksanaan KKN tahun ini, UNIROW kembali menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kepada seluruh peserta. Kerja sama tersebut menjadi kelanjutan dari program yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja, menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa peserta KKN mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sejak pelaksanaan KKN dimulai hingga berakhir.
Menurutnya, perlindungan tersebut mencakup biaya pengobatan sesuai kebutuhan medis apabila terjadi kecelakaan kerja. Selain itu, peserta juga memperoleh santunan sesuai ketentuan apabila terjadi risiko meninggal dunia.
Ia berharap perlindungan tersebut mampu memberikan rasa aman sehingga mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan lebih produktif.
“Harapannya adik-adik dapat lebih produktif karena sudah terlindungi. Ini juga menjadi bagian dari edukasi karena nantinya adik-adik akan memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Selain pelepasan mahasiswa, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada dosen pembimbing lapangan (DPL) dan kelompok mahasiswa berprestasi.
Penghargaan DPL Inovatif diberikan kepada pembimbing Kelompok 12 dan 13, DPL Favorit kepada pembimbing Kelompok 17 dan 18, serta DPL Paling Responsif kepada pembimbing Kelompok 19 dan 20.
Sementara itu, penghargaan mahasiswa diberikan kepada Kelompok 4 sebagai Kelompok Inovatif, Kelompok 22 sebagai Kelompok Terkompak, dan Kelompok 23 sebagai Kelompok Aktif Media. Para penerima penghargaan memperoleh paket sembako dan berbagai kebutuhan sebagai bentuk apresiasi.
Melalui pelaksanaan KKN 2026 bertema Gerakan Indonesia ASRI, UNIROW berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, membangun kolaborasi dengan masyarakat, serta menciptakan program-program yang berdampak dan berkelanjutan. Semangat tersebut menjadi wujud nyata implementasi kampus berdampak yang diharapkan mampu melahirkan lulusan adaptif, inovatif, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Penulis : Nadia Aulia
Reporter: selkya & Nadia



