Unirow -Dalam menyongsong Kampus Merdeka, Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam Pelatihan Digitalisasi Kurikulum.
Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis (20/02) yang diikuti oleh Ketua Program Studi ( Ka Prodi) dan Dekan, sedangkan Kamis (27/02) diikuti oleh Ka Prodi, Dekan, dan perwakilan dosen masing-masing Program Studi (Prodi), bertempat di Laboratorium Pendidikan Ekonomi Unirow Tuban.
Dr. Warli M.Pd selaku Wakil Rektor I menjelaskan tujuan kegiatan ini agar Kurikulum di Unirow bisa di input dalam Software Lective sebagai media perancangan Perguruan Tinggi, sehingga diharapkan penyusunan Kurikulum Perguruan Tinggi ini beserta perangkat pembelajarannya semakin komprehensif dan terintegrasi. Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk menyongsong adanya kampus merdeka.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk digitalisasi kurikulum dan menyongsong adanya kampus merdeka,” ujar Warli.
Dalam kegiatan ini, ada sedikit kendala yaitu sistematika Kurikulum yang dimiliki oleh masing-masing Prodi, masih terdapat beberapa perbedaan dengan sistematika Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sehingga, ketika menginput pada Software Lective mengalami kendala khususnya keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, dan mata kuliah.
Dengan demikian, Pak Warli menegaskan dalam kegiatan ini diharapkan agar semua Program Studi (Prodi) bisa menginput kurikulumnya melalui Software Lective, sehingga Kurikulum akan semakin komprehensif dan terintegrasi, Ka Prodi dan perwakilan dosen bisa mensosialisasikan di lingkungan Prodi.
Untuk kelanjutan terkait kendala tersebut, setiap Prodi harus meninjau ulang dan yang sudah bagus wajib untuk dilanjutkan. Dari pihak UMM juga sangat terbuka, andaikan nanti ada konsultasi. Untuk saat ini, konsultasi sementara melalui grup sehingga nanti apabila ada hal terkait kesalahan aplikasi, pihak mereka siap.
Namun, lebih dari itu tampak jelas raut wajah antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Para peserta juga diajak untuk mempraktikkan secara langsung apa yang telah mereka dapat setelah diberikan materi.
Pemateri dari pelatihan ini, Galih Wasis Wicaksono, S.Kom M.Cs berharap agar Software Lective ini digunakan sebaik-baiknya dan bisa digunakan dalam pembelajaran, akademik, akreditasi, dan bisa mengembangkan kurikulum.
Pak Galih, mewakili Universitas Muhammadiyah Malang juga mengucapkan terimakasih kepada Universitas PGRI Ronggolawe Tuban karena sudah memberikan saran dan masukan untuk pengembangan Software Lective ke depannya.
“Saran dan masukan dari Peserta pelatihan dari Universitas PGRI Ronggolawe ini sangat bermanfaat untuk pengembangan Lective ke depannya, jadi saya sangat berterima kasih” ujarnya. (Cit/Chu)





