Melansir dari laman Pusat Informasi Kemendikbud, Kampus Merdeka (MBKM) adalah sebuah inovasi yang dibuat oleh Kemendikbudristek dan diluncurkan sebuah kebijakan untuk mentransformasi sistem Pendidikan tinggi di Indonesia untuk menghasilkan lulusan yang lebih relevan.
Kampus Mengajar adalah program yang memungkinkan mahasiswa belajar di luar kampus selama satu semester untuk berinovasi dalam pembelajaran.
Program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah dasar di berbagai daerah, terutama daerahyang memiliki pendidikan cukup minim atau tertinggal. Program ini melibatkan mahasiswa untuk mengajar di sekolah dengan harapan dapat memberikan perubahan dan dampak positif bagi dirinya sendiri dan sekolah penugasan.
Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keahlian dan keterampilan melalui kemitraan dengan guru dan sekolah untuk pengembangan model pembelajaran. Sasaran program ini adalah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di bawah naungan Kemendikbudristek untuk ditempatkan di sekolah sebagai pendukung peningkatan literasi, Numerasi, Adaptasi Teknologi dan masih banyak lainnya.
Bagi Perguruan Tinggi (PT) dan Dosen kegiatan ini bermanfaat untuk:
a. Mendukung perguruan tinggi untuk mencapai IKU, Mahasiswa mendapat pengalaman belajar di luar program studi.
b.Memberi kontribusi nyata bagi penyelesaian permasalahan pendidikan, Memberi kesempatan kepada dosen lintas prodi untuk berkolaborasi dengan mahasiswa, sekolah, dan guru dalam pengembangan pendidikan.
c. Memberi ruang pengabdian, penerapan berbagai kajian, inovasi dan kreativitas yang dihasilkan dosen dalam peningkatan mutu pendidikan.
Dari sisi sekolah penugasan, program Kampus Mengajar memberikan manfaat seperti:
a. Kehadiran mahasiswa yang berperan sebagai pengajar tambahan dapat membantu mengurangi beban kerja guru, terutama di sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.
b. Mahasiswa yang terlibat dalam program ini biasanya membawa metode pengajaran yang lebih kratif dan inovatif.
c. Mampu memberikan gebrakan-gebrakan baru yang menarik peserta didik
d. Penggunaan dan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar, yang dapat mengurangi rasa jenuh siswa bahwa belajar tidak hanya bersumber dari buku.
Program Kampus Mengajar memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu langsung di lapangan dan membentuk karakter serta kepedulian sosial. Mahasiswa belajar beradaptasi dengan lingkungan berbeda, mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan empati. Namun, tantangan program ini termasuk kesiapan mahasiswa sebelum terjun ke lapangan dan keterbatasan fasilitas di daerah terpencil. Kolaborasi yang baik antara pemerintah, kampus, sekolah, dan mahasiswa sangat penting untuk kesuksesan program ini.
Keberhasilan program Kampus Mengajar didukung oleh kerjasama yang baik antara mahasiswa, pihak sekolah, guru, orang tua murid, dan masyarakat. Kerjasama antara mahasiswa dan pihak sekolah memberikan lingkungan kondusif bagi mahasiswa untuk berkontribusi, sedangkan peran guru dalam program ini krusial dalam memberikan bimbingan dan saran kepada mahasiswa. Orang tua murid juga memainkan peran penting dengan memberikan dukungan moral dan logistik, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Kontribusi dari masyarakat di lingkungan setempat juga turut berperan dalam mendukung program ini dengan memberikan dukungan dan partisipasi dalam kegiatan pendidikan. Secara keseluruhan, kerjasama antara berbagai pihak terkait, seperti mahasiswa, pihak sekolah, guru, orang tua murid, dan masyarakat, menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung dan inspiratif. Dengan dukungan yang berkelanjutan, program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi pendidikan di Indonesia.
Penulis : Dai Roti Inayah
Penulis merupakan mahasiswa Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2021 FKIP- Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dan opini ini merupakan tugas mata kuliah yang di ampu oleh Ibu Yunita Suryani, M.Pd.