Bagi kalian tentu tidak asing dengan kata Plagiarisme bukan? Bagi Mahasiswa Plagiarisme atau Plagiat merupakan pelanggaran hak cipta yang cukup fatal. Mahasiswa, dosen, dan para tenaga kependidikan akan sangat hati-hati dalam membuat karya mereka agar tidak terkena plagiarisme.
Menurut Plagiarism.org, plagiarisme adalah mencuri ide atau kata-kata orang lain dan mengklaimnya sebagai milikmu. Plagiarisme juga berarti menggunakan kata-kata orang lain tanpa mencantumkan sumbernya. Jadi, hindari melakukan kedua hal tersebut agar hasil karyamu tidak plagiat, meskipun kadang writer’s block terjadi dan menjadi kreatif terasa sulit.
Hal tersebut akan mendapatkan sanksi tegas pada pelaku baik itu dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Beberapa perguruan tinggi dan pemerintah masih mentoleransi plagiarisme dengan batas dan ketentuan yang telah disepakati tergantung institusi masing-masing. Dikutip dari ranahresearch.com
persentase plagiarisme maksimal artikel untuk publikasi jurnal online berkisar antara 15-25% dan untuk skripsi berkisar antara.
1.Gunakan Bahasa Sendiri
Menggunakan bahasa sendiri adalah pilihan yang tepat dalam membuat karya tulisan setelah memahami konteks dari suatu sumber, mulailah untuk menulis ulang dengan memparafrase atau mengungkapkan kembali suatu teks dalam bentuk atau kata-kata yang berbeda tetapi isinya menjelaskan makna yang sama dengan menggunakan bahasamu sendiri.
Dengan begitu, kamu dapat menghindari plagiarisme karena tidak menggunakan kata-kata yang persis sama dengan sumber tulisannya.
Tetapi kamu juga harus memahami konteks plagiarisme dan usahakan untuk menggunakan susunan dan kosakata yang berbeda namun masih bisa dipahami dengan jelas untuk menghindari kesamaan tulisan yang kamu buat dan yang kamu ambil tetapi masih memiliki makna yang sama.
2. Catat Berbagai Sumber Pustaka dan Cantumkan Sumber yang Jelas
Mahasiswa atau dosen yang sedang mengerjakan tugas akhir atau skripsi, Artikel, makalah, dan lainnya, sebaiknya para penulis sejak awal sudah mempersiapkan berbagai sumber yang dibutuhkan dan diambil untuk dirangkum ke dalam daftar pustaka. Tujuannya untuk memastikan bahwa penulis asli dari kutipan, opini, hasil penelitian yang penulis rujuk sudah mencantumkan pada karya ilmiah yang sedang dikerjakan.
Selain itu juga dengan mencantumkan sumber yang jelas dan menambahkannya ke daftar pustaka dapat membantu penulis agar tidak kebingungan jika akan mencari jurnal atau tulisan yang dijadikan sumber.
3. Lakukan Interpretasi
Interpretasi atau Penafsiran adalah proses komunikasi secara lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara dengan latar belakang dua bahasa yang berbeda. Proses penafsiran ini juga disebut sebagai penerjemahan lisan.
Agar gagasan yang disampaikan kuat terkadang penulis perlu melakukan interpretasi sumber referensi lain sebagai bahan pembanding atau tafsiran, sederhananya jika penulis pro pada suatu gagasan maka harus dihadirkan kontra dari gagasan tersebut.
Mudah dipahami, namun melakukan interpretasi diukur cukup rumit dan biasanya dilakukan seperlunya saja agar tidak keluar dari cakupan karya ilmiah yang ditetapkan.
4. Cek Tulisan di Tools Anti Plagiarisme
Jika kalian masih ragu dan takut apakah tulisanmu terkena plagiarisme atau tidak kamu dapat mengeceknya melalui tool khusus plagiarisme yang banyak disediakan di internet saat ini.
Tool ini dapat diakses secara online dan mampu mengecek berapa persentase plagiarisme dalam hasil karyamu. Ingat, persentase plagiarisme yang ditoleransikan maksimal 25%.
Dengan Tool khusus plagiarisme bisa mengetahui dari mana sumber plagiat yang kamu lakukan, khususnya jika sumbernya dari internet. Idealnya, tulisanmu benar-benar 100% bebas plagiarisme sehingga bisa dinyatakan original.
Beberapa Tool Khusus Plagiarisme yang dapat kamu gunakan untuk melakukan uji plagiarisme berbahasa indonesia, yaitu :
- http://www.quetext.com/
- http://www.plagscan.com/plagiarism-check
- https://www.plagiarismsoftware.net/
- http://plagiarismcheckerx.com/
Itulah beberapa tips yang dapat kalian gunakan agar tulisanmu tidak terdeteksi plagiarisme.
Penulis : Meilany Kusuma A



