Program Studi Matematika adalah jurusan yang mempelajari
tentang menghitung dan statistika. Namun, program studi ini masih kurang diminati
banyak orang. Hal itu disebabkan oleh adanya mitos-mitos yang beredar, misalnya
sulit mendapat nilai bagus atau susah untuk lulus.
Sejak duduk di bangku sekolah, matematika seringkali
dihindari sebagian pelajar. Hal itu terjadi karena adanya pola pikir bahwa matematika
adalah ilmu yang sulit. Pola pikir tersebut tak jarang memengaruhi seseorang
hingga dewasa. Saat menentukan jurusan kuliah, para pelajar cenderung memilih untuk
melanjutkan studi di jurusan yang sedang populer, seperti kedokteran atau
teknik. Hal itu membuat matematika termasuk golongan jurusan kurang populer
dibandingkan jurusan lainnya.
Banyaknya mitos yang muncul tentang Program Studi (Prodi)
Matematika membuat calon mahasiswa menghindari jurusan ini. Apa saja
mitos-mitos dari prodi matematika? Yuk, simak mitos Program Studi matematika
yang telah saya rangkum!
1. Mitos Kuliah Matematika Itu Susah
Banyak orang beranggapan bahwa Program Studi Matematika
sulit, padahal hal itu hanyalah mitos dan bisa saja berbeda pada tiap orang.
Kuliah apapun pasti butuh usaha, susah ataupun mudah adalah hal yang relatif.
Semua kembali lagi pada ketertarikan seseorang dengan jurusan pilihannya. Seseorang
yang gemar berhitung dan teka-teki pastilah orang tersebut akan menikmati kuliahnya
di jurusan matematika.
Pada dasarnya, jurusan matematika akan memberikanmu berbagai
tantangan yang harus diselesaikan dengan teori dan konsep tertentu. Sebagai
mahasiswa jurusan matematika, perkuliahanmu akan terasa lebih mudah jika kamu
meluangkan waktu untuk melatih dan mengulang materi yang sudah dipelajari.
Jika kamu telah memahami materi yang disampaikan dosen saat
kegiatan belajar mengajar, maka kamu hanya perlu mematangkan pemahaman mengenai
materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Setelah jam kuliah selesai, kamu bisa
belajar latihan soal.
Jadi, sama seperti program studi lainnya, sulit atau
mudahnya kuliah tergantung pada individu masing-masing.
2. Mitos Prodi Matematika Hanya Belajar
Berhitung
Jurusan Matematika tak hanya belajar berhitung, namun juga
mempelajari logika. Matematika hanya belajar berhitung adalah mitos yang paling
sering didengar. Padahal, inti dari matematika adalah pembuktian. Mahasiswa
berlatih untuk membuktikan suatu persamaan, teorema, dan logika. Dengan
demikian, mahasiswa juga dilatih untuk berpikir logis-matematis dalam
memecahkan masalah.
Ilmu Matematika tidak hanya mempelajari cara berhitung. Ada
banyak hal lain yang dipelajari dalam ilmu matematika seperti mengolah data,
analisis data, algoritma, dan lain sebagainya. Jadi, untuk kamu yang masih
berpikiran bahwa ilmu matematika hanya mempelajari hitungan, sebaiknya ubah
pola pikir tersebut dari sekarang.
3. Anak Matematika itu Nerd: Hanyalah Mitos Prodi
Matematika!
Mahasiswa Jurusan Matematika cenderung nerd adalah
mitos belaka. Nyatanya, mahasiswa jurusan matematika sama dengan mahasiswa jurusan
lain. Sebagian mahasiswa Matematika hobi olahraga, bergaul, hingga
berorganisasi. Semua kembali ke pribadi masing-masing.
Mitos mahasiswa matematika cenderung nerd memang
cukup sering didengar sejak dahulu hingga sekarang. Mahasiswa jurusan matematika
memang terkenal dengan materi perkuliahan yang sulit. Namun, tak semua
mahasiswa jurusan matematika nerd. Ada pula mahasiswa matematika yang
aktif dalam kegiatan di dalam kampus. Mereka biasanya bergabung dengan
organisasi dan juga unit kegiatan mahasiswa yang ada di dalam kampus. Biasanya,
mahasiswa jurusan matematika cukup disukai dalam organisasi karena mereka dapat
mencari solusi di tengah permasalahan atau isu yang sedang terjadi. Hal
tersebut memang wajar karena selama kuliah mereka belajar problem solving.
Penulis: Utri Rahmawati


.jpeg)
.jpeg)


