Dalam cerita yang penuh sunyi, mari menjelajahi kehidupan seseorang yang memilih merangkul kesunyian dengan melibatkan diri dalam alunan musik galau. Sebuah perjalanan ke dalam kehidupan pribadi seseorang yang menyembunyikan banyak rahasia di balik melodi- melodi sedih yang menjadi teman setianya.
Axwdy, seorang mahasiswa yang menyukai kesendirian, berbicara tentang bagaimana musik galau merupakan kawan setia di kala keadaan riuh pada isi kepalanya.
“Saat mendengarkan musik galau, saya merasa bisa menyelam dalam perasaan saya sendiri tanpa harus menjelaskannya kepada orang lain. Itu seperti menyentuh bagian terdalam dari diri saya, yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.”
Psikolog klinis, Dr. Jasmine Putri, mengamati fenomena ini dengan cermat. “Pendengar musik galau seringkali menggunakan melodi-melodi ini sebagai medium untuk merayakan dan menyelidiki emosi mereka. Namun, perlu diingat bahwa kesunyian yang berlebihan juga bisa menjadi bentuk isolasi sosial, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan.”
Saat menjelajahi playlist pribadi Axwdy, dia menemukan lagu-lagu yang menjadi saksi bisu dari perjalanan emosionalnya. “Setiap lagu memiliki cerita tersendiri, dan terkadang saya merasa seperti musisi tersebut dapat membaca pikiran saya,” kata Axwdy sambil tersenyum.
Namun, apakah pengalaman ini memengaruhi hubungan sosialnya? Dr. Putri menyoroti pentingnya terhubung dengan orang lain. “Musik adalah teman yang luar biasa, tetapi penting untuk mencari dukungan sosial. Berbicara dengan teman atau keluarga dapat memberikan perspektif yang berharga.”
Dengan demikian, kita menggali ke dalam kehidupan seorang yang menemukan pelukan dalam musik galau. Namun, di balik tirai melodi-melodi sedih tersebut, mungkin ada jalan menuju terang, di mana keberanian untuk berbicara dan berbagi cerita bisa menjadi cahaya yang menyinari jalannya ke depan.
Penulis: Widya Devi Febianti
Editor: Almas Lailatul M



