Tuban – Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban menggelar acara peringatan Dies Natalis yang ke-17. Dengan mengusung tema “Harmoni Satu Panji Mewujudkan Insan Berprestasi” pada Sabtu (06/01 /2024).
Acara peringatan Dies Natalis kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, Unirow acara meramaikan Dies Natalis dengan kegiatan senam bersama, bazaar UMKM, dan berbagai macam lomba yang menarik.
“Kalo setahu saya kegiatan tahun ini berbeda dengan tahun kemaren ya karena di tahun ini ada banyak kegiatan ada lomba tari kreasi anak, lomba kolase tanpa pola, lomba vlog tingkat SLTA, lomba pembuatan poster tingkat SLTA dan masih banyak lomba yang diadakan oleh prodi lain dan tadi juga kita pembukaan ada senam bersama,” ungkap Nunik Nur Hasanah, ketua umum HIMEPEC (Himpunan Mahasiswa Education Program Early Childhood).
Peringatan tersebut mengawali kegiatan dengan persiapan pada pukul 06.30 WIB, kemudian senam bersama dan pelaksanaan lomba-lomba. Adapun bazaar UMKM yang berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.
Lomba-lomba yang diadakan yaitu lomba tari kreasi anak yang terdiri dari 40 peserta dan terbagi menjadi 9 kelompok. Kemudian lomba kolase tanpa pola terdiri dari 70 peserta, lomba vlog dan pembuatan poster tingkat SLTA dengan jumlah peserta kurang lebih 10 hingga 15 orang.
“Dan pesertanya untuk lomba tari dan kolase itu dari tingkatan RA/TK dan untuk lomba vlog dan poster itu dari tingkatan SLTA,” tuturnya.
Pelaksanaan lomba berada di tempat yang berbeda-beda. Lomba tari kreasi anak berlangsung di Panggung Budaya Unirow, dan lomba kolase berada di Gedung N. Sedangkan lomba vlog serta pembuatan poster berlangsung secara online.
“Kalo lomba, untuk lomba tari dan kolase kita ambil 3 pemenang dan untuk lomba vlog dan poster kita ambil 4 pemenang meliputi juara 1, 2, 3 dan juara terfavorit,” ucap Nunik.
Adapun para pemenang dari lomba-lomba tersebut yaitu dari TK PGRI Maibit sebagai pemegang juara pertama dalam lomba tari kreasi anak. Posisi kedua oleh TK Permata Hati Bedahan, dan posisi ketiga oleh TK Aisyiyah 2 Labuhan.
“Jelas ada kak tapi yang paling berkesan menurut saya adalah kebersamaannya kak. Kita bekerjasama untuk mempersiapkan lomba dalam jangka waktu hanya 1 bulan dan waktu pencarian bahan kolase itu sangat berkesan. Karena bahan kolase kita ambil dari bahan akan seperti daun-daun kering dan lain-lain jadi itu sangat berkesan sekali,” ujar Nunik menyampaikan kesannya.
Pemenang selanjutnya yaitu TK Al-barokah yang menjuarai 1 dan 2 pada lomba kolase tanpa pola. Lalu TK Salafiyah sebagai pemegang juara ke-3.
“Semoga lebih meriah lagi dan membuat lomba-lomba yang menimbulkan bakat-bakat dan kecerdasan generasi muda,” pungkasnya. (Amaliya)



