Bagaimana Nasib UKM pada Periode 2023-2027?

0
258

 

Rabu, 16
Agustus 2023 telah diadakan
agenda
penyampaian Visi Misi bakal calon Rektor Universitas Ronggolawe tepatnya di
gedung perpustakan lantai tiga Universitas PGRI Ronggolawe. Dalam acara itu
kedua calon saling bersinergi dalam menyampaikan gagasan-gagasan untuk periode
kepemimpinan 2023-2027. Menariknya pada saat penyampaian visi misi ormawa
menjadi salah satu aspek yang di sorot dari kedua paslon. Seperti yang kita
ketahui pada beberapa dekade ini Ormawa di UNIROW mengalami beberapa penurunan.
Baik dari minat mahasiswa yang mulai berkurang.

Hal
tersebut bukan tanpa alasan  dalam proses
perkembangan ormawa terkhusus UKM (unit kegiatan mahasiswa) dinilai kurang
mendapat dukungan. Banyak keluhan-keluhan yang di rasakan mahasiswa yang aktif
di UKM salah satunya adalah pergantian kebijakan mahasiswa baru yang dulunya di
wajibkan mengikuti UKM menjadi tidak wajib sehingga di dalam kalender akademik
terbaru banyak terdapat Unit kegiatan mahasiswa dan juga hima prodi yang tidak
di masukan. Hal tersebut menimbulkan banyak kekecewaan kepada masyarakat UKM
maupun HIMA prodi pasalnya pengenalan Ormawa kepada mahasiswa baru menjadi
semakin bekurang.

Lantas bagaiamana
nasib Unit Kegiatan Mahasiswa pada periode 2023-2027 apabila di lihat dari Visi
dan Misi calon Rektor yang di sampaikan pada acara kemarin?. Salah satu paslon
yaitu
Dr. Warli, M.Pd
menyampaikan apabila menjadi rektor UKM akan menjadi salah satu
aspek yang di sorot untuk di kembangkan kedepanya. Bukan hanya dalam hal
kualitas tetapi juga kuantitas. Menurut wakil rektor satu yang kerap di panggil
dengan sebutan pak warli itu apabila menjadi rektor pada ahun pertama beliau
akan membuat kebijakan kepada seluruh mahasiswa semester satu akan menjadi
wajib untuk mengikuti ukm dengan alasan UKM akan di jadikan satu dasar
pengembangan jati diri di era ini. Dan pada tahun kedua akan di adakan pelatihan
pembuatan proposal diman hal tersebut sangatlah peting dalam berorganisasi.

Selain itu alasan mengapa UKM menjadi sasaran karena Unit kegiatan
mahasiswa adalah tempat untuk pengembangan cara berfikir kreatif, kolaboratif,
serta komunikatif. Hal-hal tersebut dinilai tidak bisa di dapatkan dari mata
kuliah melainkan dari pengembangan UKM.  “Yang membuat Universitas ini lebih bagus
tidak cukup hanya dengan prestasi Akademik -tetapi non akademik. UKM-UKM serta kawan-kawan
Mahasiswa yang sudah berprestasi betul-betul menjunjung tinggi nama baik
universitas ini.”
Ungkap Pak Warli dalam penyampaian Visi Misi. Di tambah
Ormawa di anggap sebagai ujung tombak kampus serta sebagai tempat yang tepat
untuk penanaman jati diri PGRI.

Lalu untuk paslon selanjutnya yaitu Dr. Drs. Usep Supriatna, M.pd. Dekan fisip yang
sering di panggil dengan nama pak usep tersebut memang tidak banyak
mengemukakan program-program kerja yang berkaitan dengan UKM tetapi beliu lebih
banyak memberikan pandangan kedepanya melalui sesi tanya jawab dengan
Mahasiswa.

“Saya selalu berpikir mahasiswa selalu memiliki
kebebasan berfikir agen of change, kita ini  ormawa ini harus di kembangkan dengan maksimal”
ungkap Pak usep pada
sesi tanya jawab dengan mahasiswa,

Menurut
Bapak usep di Unirow terdapat banyak kekosongan lahan yang bisa di manfaatkan
sebagai pengembangan infrastruktur yang dapat di manfaatkan oleh oramawa .
Kedepanya akan di lengkapi baik dari BEM DPM sampai ke tingkat prodi.

Lalu ketika
di tanya mengenai kebebasan berpendapat di kampus beliau menjelaskan bahwasanya
kebebasan berpendapat memang harus di tegakan tetapi tentunya juga harus ada
batasan –batasan tertentu yang harus di jalankan.

tetapi tentunya harus ada rule oh the game, aturan
main yang membatasinya tidak bisa keterbukaan tetapi terbuka semua. kebijakan
harus seperti itu ukt dan sebagainya kita 
sudah memiliki klasifikasi mana yang utama, sekunder, primer. ”

Selain dari
kedua hal tersebut terdapat hal menarik pada sesi tanya jawab. Terdapat salah
satu Mahasiswa yang mengemukakan pandanganya tentang Unit Kegiatan Mahasiswa bahwasanya
sekarang banyak sekali UKM-UKM yang tidak berjalan sesuai dengan job desk nya
semisal ketika pembuatan proker Disnatalis banyak Unit keguiatan mahasiswa yang
mengadakan kegiatan-kegiatan yang lebih memfokuskan dengan pihak luar bukan
fokus dengan manfaat di internal kampus. Dari situ kita bisa melihat banyak
Mahasiswa yang masih salah kaprah dengan proker-proker dari UKM. Dari bebrapa
sumber terutama pada saat penjalanan proker tidak ada satupun proker dari UKM yang
tidak bertujuan untuk pengembangan SDM mahasiswa.

Seperti
ketika mengadakan lomba sudah jelas menjadi tempat pengembangan ilmu lobying,
komunikasi, keorganisasian. Dan kegiatan-kegiatan Disnatalis di gunakan untuk
penambahan Dana oprasional pengembangan Proker kegiatan kedepan karena seperti
yang sudah kita ketahui dana kemahasiwaan terbatas jangan sampai hanya menuruti
jiwa idealis yang tinggi malah membuat sebuah organisasi stagnan dan tidak
berkembang.

Semoga
dalam kepemimpinan yang baru benar-benar dapat menjalankan gagasan yang telah
di sampaikan. Karena UKM adalah aset penting dalam pengembangan skill-skill
yang tidak bisa di dapatkan di dalam mata kuliah, dengan support yang baik dari
seorang pemimpin sebuah organisasi akan berjalan dengan baik dan melahirkan
mahasiswa dengan skill-skill keprofesian sesuai bidang UKM yang di ikuti dengan
baik. bukan malah menjadi sebuah organisasi yang hanya bisa meng up perayaan
ulang tahun anggotanya dan menilai organisasi lain dengan tidak obyektif. (mahfud
susanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini