Tuban – Universitas
PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban selenggarakan upacara dalam rangka memperingati hari kemerdekaan yang
ke-78 pada Kamis (17/08/2023).
Upacara dalam
rangka memperingati hari kemerdekaan ini dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di depan gedung
rektorat kampus setempat. Kegiatan
upacara diikuti oleh pengurus dan staf PPLP PT PGRI Tuban, penjabat struktural, dosen dan karyawan, perwakilan dari ormawa, dan seluruh
mahasiswa penerima KIP kuliah, serta mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS dan
Pertamina di lingkungan Unirow Tuban.
Prof. Dr. Drs.
Supiana Dian Nurtjahyani, M.kes selaku pembina upacara menyampaikan bahwa, saat
ini kita sudah merdeka. Itu adalah berkat
perjuangan pahlawan yang telah mendahului kita,
menginsipirasi kita.
“Karena kita
sekarang berjuang bukan mengangkat senjata tapi yang lebih berat adalah
berjuang melawan egois sendiri” tutur Bu Dian.
Dalam pidatonya, Bu
Dian juga menegaskan tentang akreditasi, yang mana sangat penting dalam
menentukan kelayakan suatu prodi atau institusi dalam menyelenggarakan suatu
kegiatan tri darma perguruan tinggi. Beliau mengatakan akreditasi Unirow yang
sudah harus diperpanjang juga bisa lolos dengan predikat Baik Sekali dan yang
membanggakan, akreditasi Universitas juga sudah diperpanjang karena telah lolos
pantauan sehingga pada 4 Maret nanti tinggal menunggu SK perpanjangan.
“Pada kesempatan
ini kami sampaikan, Unirow terus melaju unirow terus berjuang, Sehingga unirow
bisa bersaing bahkan bersanding dengan PTN, banyak prestasi yang bisa diraih
sehingga kami menghaturkan terima kasih dan apresiasinya baru-baru ini Meraih
medali emas di bidang petak dan perunggu” ujar Bu Dian
“Hibah-hibah
tersebut baik praktisi mengajar kampus mengajar hibah pada dosen didunia
industri MSIB kemudian hibah pertukaran mahasiswa nusantara kemudian ada hibah
KNPTI,hibah pkkn dan hibah-hibah lainya baik dari kementerian ristek dan
teknologi juga hibah dari kementerian sosial” tutur beliau
Beliau mengatakan
bahwa semua yang didapatkan ini berkat adanya usaha dan kerja keras. Beliau
memberikan nasihat untuk jangan berhenti berjuang dan terus optimis.
“Jadikan
universitas yang hidup, disadari duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, kita
harus optimis pasti bisa, karena dari sejarah yang berjalan menjadi
pembelajaran bagi kita, sekarang kita bisa berbangga diri tapi tidak boleh
menyombongkan diri” tegas Bu supiana Dian Nurtjahyani
“Di kabupaten
Tuban, satu-satunya perguruan tinggi yang mendapat hibah paling banyak program
mbkn adalah Unirow bahkan di perguruan tinggi lain mungkin pada kesempatan ini
ada 10 mahasiswa yang lolos dalam kampus mengajar begitu juga baik dosen,
sehingga tetap semangat posporal dan perjuangan para pahlawan yang telah gugur
mendahului kita sangat penting, kita sekarang tidak harus bersusah-susah
seperti pahlawan zaman dahulu tapi yang utama harus berani keluar dari zona
nyaman merdeka dalam berpikir merdeka dalam bertindak. Tetap rendah hati,
dengan hati itulah kebenaran yang hakiki kita miliki sehingga kita tidak
melanggar etika dan dan norma yang berlaku”
Dian Nurtjahyani selaku pembina upacara mengharapkan civitas
akademika, semua keluarga besar Unirow harus berani keluar dari zona nyaman
menghadapi tantangan di era globalisasi karena kalau tida kita hanya sebagai
penonton tidak bisa ambil peran di negara kita sendiri.
Universitas
merupakan Agen of change, kita harus berada di jajar depan perkembangan ilmu dan teknologi.
Sebagai perguruan tinggi harus berani inovatif, kreatif, dan memiliki pikiran
yang kritis sehingga bisa mengisi perkembangan bangsa.
“Mahasiswa yang
sudah mendapat prestasi beasiswa tolong disyukuri, prestasi kip , beasiswa kip
4 tahun digratiskan tolong dilaksanakan dengan sebaik-baiknya karena tidak ada
yang mau kuliah, biaya hidupnya diambil 2 semester nilainya e semuanya ini
bukan contoh yang baik, tapi walaupun
pahit harus kami sampaikan supaya ini tidak diulangi dan tidak dilakukan” tutur
Bu Dian dalam memberikan nasehat kepada
mahasiswa
Bu Dian juga memberikan
arahan Untuk bapak ibu dosen baik itu dosen tetap, yayasan tidak bisa
santai-santai, sekarang pemerintah selalu memantau baik lewat sistem maupun
lewat aplikasi lainnya, terutama PNS.
Tanggal 21 ini akan ada moneb evaluasi. Beliau menegaskan agar tidak
perlu takut karena sudah mengambil pilihan resiko. Sebagai seorang dosen
pekerja mulia, beliau mengajak untuk
bersama-sama menghadapi dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Bu Dian dalam
pidatonya menyampaikan terimakasih dan Apresiasi setinggi-tingginya pada badan
penyelenggara yang telah memberikan support pada universitas, pada bapak ibu
dosen dan karyawan, serta mahasiswa yang selalu menjunjung nama baik Almamater.
“Kibarkanlah
bendera Almamater setinggi mungkin dengan prestasi² yang membanggakan”
“Unirow bisa
berkompetisi dan juga bisa diterima di pemerintahan bahkan bisa menerapkan
lapangan kerja sendiri. Diperiode kepimpinan terakhir saya ini, secara pribadi juga kami sangat berterima
kasih menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan kami mohon maaf
sebagai manusia biasa tentu tidak luput dari kesalahan, kami berdoa semoga
Unirow tetap jaya, dan menjadi perguruan tinggi yang diperintungkan tidak hanya
nasional tapi internasional kita bisa membuktikan pada bulan Oktober nanti kita
sebagai tuan rumah host university untuk kultum yang ada diikuti oleh 12
negara” ujar rektor periode 2025/2023.
“Kegiatan mahasiswa
dengan itu untuk saling menyambut internasional untuk bertukar kultur, bertukar
tradisi sehingga bisa menerapkan suatu prestasi akademik yang benar² baik, itu
semua berkat kerja keras kita semua sehingga sekali lagi jangan pernah menyerah
terus berjuang semua bisa diraih Karena perjuangan dan doa kita suatu upaya
manusia baik itu dilakukan secara batin maupun ketentuan sang kuasa,” pungkas
beliau. (Ika)




