Unirow- Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban menyelenggarakan pelantikan dan pengukuhan mahasiswa baru angkatan tahun 2019 sekaligus penutupan PKKMB, Sabtu (14/09/2019). Bertempat di Panggung Budaya Unirow Tuban.
PKKMB tersebut telah berlangsung selama 4 hari, mulai Rabu (11/09) hingga Sabtu (14/09). Dalam kegiatan tersebut diisi dengan pemberian materi serta pengenalan kampus, guna membekali mahasiswa sebelum melangsungkan kegiatan akademik maupun non-akademik.
Orang nomor satu di Unirow, Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes. mengungkapkan, dengan adanya materi tersebut akan bisa menjadi bekal mahasiswa pada saat mengikuti kegiatan akademik.
“Kegiatan akademik tersebut akan dimulai pada Senin (16/09) besuk,” jelasnya.
Mahasiswa baru angkatan tahun 2019 terdaftar sebanyak 488 mahasiswa. Hal tersebut sesuai catatan Selasa (10/09) kemarin.
“Jumlah mahasiswa pada tahun ini masih berkembang, dengan jumlah 488 mahasiswa yang tercatat pada Selasa tanggal 10 kemarin. Sedangkan berdasarkan mahasiswa yang daftar di atas 500 mahasiswa,” jelas Drs. Miftachul Munir, M.M. Wakil Rektor III.
Tak hanya berkaitan dengan akademik, saat PKKMB juga membahas terkait kegiatan non-akademik (kemahasiswaan) di Unirow. Dengan memperkenalkan seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) yang ada di Unirow kepada seluruh mahasiswa.
Sementara itu, selain memperkenalkan UKM dan Himaprodi di dalam ruangan, pihak terkait juga memberikan wadah kepada seluruh anggota UKM untuk memperkenalkan diri. Wadah tersebut berupa UKM Fair. Sedangkan Himaprodi akan diperkenalkan oleh Ketua maupun anggota Himaprodi secara berkelanjutan.
“Kegiatan non akademik selalu ditumbuhkembangkan. Prestasi yang telah diraih oleh kakak tingkat dapat menjadi inovasi untuk anda mulai mengintropeksi diri, menganalisa apa yang bisa ditumbuhkembangkan untuk meraih prestasi yang membanggakan,” ujar Bu Dian, sapaan akrabnya.
Selain itu, ia juga berpesan agar mahasiswa angkatan 2019 untuk saling asih, asah dan asuh. Setelah pelantikan dan pengukuhan semua mahasiswa menjadi satu keluarga. Jika ada perbedaan jadikan sebagai titik pemersatu jangan dijadikan pemisah.
“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Semua ini demi kejayaan Unirow,” pungkasnya. (Wachu)


