KSRR “Berlayar” di Samudra Imaji Lewat Gelar Karya

0
83

LPM Waskita — Puluhan karya seni rupa memenuhi ruang Pameran Komunitas Seni Rupa Ronggolawe (KSRR) berkolaborasi dengan Komunitas Seni Tuban (KOST). Dalam Gelar Karya bertajuk “Arus Rupa: Berlayar Tanpa Peta di Samudra Imaji”, Senin (21/9/2026).

Bukan sekadar memajang karya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi KSRR untuk menunjukkan eksistensinya sekaligus mengenalkan dunia seni rupa kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa baru (maba) UNIROW angkatan 2026.

Ketua Umum KSRR, Galuh endah Puspita, menjelaskan, pemilihan waktu dan lokasi kegiatan turut disesuaikan dengan aktivitas mahasiswa baru. Gelar karya digelar bersamaan dengan agenda pembuatan ATM bank dan tes kesehatan bagi maba.

“Tujuan utamanya sebagai sarana eksistensi UKM KSRR. Acara sengaja dibuat berbarengan dengan kegiatan yang dilaksanakan para maba, harapannya maba yang masih penuh rasa penasaran bisa berkunjung sejenak dan menikmati karya,” ujarnya.

Tema “Arus Rupa: Berlayar Tanpa Peta di Samudra Imaji” dipilih untuk menggambarkan semangat generasi Z dalam mengeksplorasi kreativitas tanpa takut tersesat dalam proses berkarya.

KSRR mengibaratkan gelar karya tersebut sebagai pelayaran di samudra imaji yang luas. Tidak ada peta, kompas, maupun aturan baku. Setiap karya yang ditampilkan menjadi “pulau kejutan” yang dapat dieksplorasi pengunjung.

Konsep tersebut sekaligus diarahkan untuk menciptakan pengalaman pameran yang lebih imersif dan membangun rasa ingin tahu pengunjung.

Sebanyak 40 lebih karya dari 25 perupa dipajang dalam etalase pameran. Karya yang ditampilkan didominasi karya dua dimensi dengan berbagai media, seperti kanvas dan kertas.

Tak berhenti pada pameran, KSRR juga menghadirkan kegiatan gambar bersama pengunjung serta sharing session bersama teman-teman partnership dari organisasi luar.

Gelar karya tersebut terbuka untuk umum, tetapi KSRR secara khusus menyasar mahasiswa UNIROW, terutama maba angkatan 2026.

Pemilihan lokasi di tengah gedung dan jalur lalu lintas mahasiswa menjadi salah satu nilai tambah kegiatan. Lokasi tersebut membuat karya lebih mudah dijumpai dibandingkan pelaksanaan pameran sebelumnya yang berada di auditorium.

“Namun, kembali lagi, tiap lokasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing,” jelasnya.

Di balik pelaksanaan kegiatan, keterbatasan tenaga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi panitia. Jumlah personel yang terbatas juga berhadapan dengan jadwal pembukaan stan bazar UKM yang berlangsung pada waktu berdekatan.

Untuk mengatasinya, panitia mengerahkan seluruh tenaga pada tahap akhir persiapan. Waktu tambahan juga dimanfaatkan untuk memastikan kebutuhan pameran dapat disiapkan sebelum kegiatan dimulai.

Meski menghadapi keterbatasan, gelar karya tetap terlaksana dengan menghadirkan puluhan karya dan aktivitas interaktif bagi pengunjung.

KSRR berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pijakan untuk membangun organisasi yang semakin solid dan matang dalam mempersiapkan kegiatan.

“Harapannya KSRR lebih solid, lebih matang dalam persiapan kegiatan, serta tujuan utama pameran yakni sebagai eksistensi UKM dapat tercapai dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.(*)

Penulis : Nadia

Reporter : Nafisah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini