Monev Kelompok 16 KKN Desa Ngrejeng Dorong Pengembangan Desa Wisata dan Produk Khas Lokal

0
150

LPM Waskita — Monitoring dan Evaluasi (Monev) menjadi momentum bagi Kelompok 16 KKN Desa Ngrejeng untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja selama menjalankan pengabdian di Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan, Tuban, Selasa (11/8/2026).

Selama kurang lebih satu bulan, Kelompok 16 melaksanakan tujuh program kerja dengan fokus pada optimalisasi dan digitalisasi desa wisata sesuai dengan potensi lokal yang tersedia.

Salah satu program utama yang dijalankan adalah pengembangan akses jalur wisata menuju Puncak Rengit, khususnya pembukaan dan peningkatan akses menuju Puncak Kedua. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berkolaborasi dengan masyarakat dan Karang Taruna untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut.

Selain pengembangan jalur wisata, Kelompok 16 juga melakukan optimalisasi potensi wisata melalui pembuatan spot foto serta papan petunjuk dan penanda arah. Pemanfaatan bahan alam dan kayu bekas menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan fasilitas wisata yang ekonomis, awet, dan tetap memiliki nilai estetika.

Dalam aspek promosi dan publikasi, mahasiswa memanfaatkan Instagram dan TikTok untuk memperkenalkan jalur wisata serta berbagai potensi Desa Ngrejeng. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan daya tarik wisata lokal.

Dalam kegiatan monev, dosen dan tim monev turut memberikan sejumlah saran pengembangan potensi lokal, salah satunya agar Kelompok 16 dapat menghasilkan produk yang menjadi ciri khas Desa Ngrejeng. Produk tersebut diharapkan dapat dikembangkan sebagai cendera mata atau oleh-oleh khas desa sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu potensi yang disarankan untuk dikembangkan adalah komoditas tomat. Dosen dan tim monev memberikan masukan agar tomat dapat diolah menjadi permen tomat, serta jus tomat yang dikembangkan menjadi serbuk tomat. Pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas tomat, terutama ketika harga jualnya mengalami penurunan.

Selain olahan tomat, mahasiswa juga mendapat masukan untuk mengembangkan suvenir berbahan batu melalui proses pengamplasan dan kerajinan, serta memanfaatkan klobot atau kulit jagung sebagai bahan kerajinan. Berbagai produk tersebut dapat diarahkan menjadi cendera mata yang memiliki identitas dan ciri khas Desa Ngrejeng.

Dosen dan tim monev juga menekankan pentingnya agar program KKN tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian. Produk dan program yang dikembangkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan, dikembangkan, dan dilanjutkan oleh masyarakat, sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Harapan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan oleh pihak desa. “Program KKN ini diharapkan dapat membantu mengurangi pengangguran, memberikan contoh positif bagi pemuda desa, serta memberikan dampak yang terus berlanjut setelah masa KKN selesai,” ujar Pak Arif selaku Sekretaris Desa.
Melalui kegiatan monev tersebut, Kelompok 16 KKN Desa Ngrejeng tidak hanya memperoleh evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan, tetapi juga mendapatkan arahan untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan identitas khas desa. Ke depan, pengembangan wisata dan produk lokal tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta penguatan identitas Desa Ngrejeng.

Penulis : KKN 16 Desa Ngrejeng

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini