Harkitnas ke-118 di UNIROW Tuban: Mahasiswa Diajak Jadi Garda Literasi Digital

0
74
Doc/harkitnas ke-188 Unirow Tuban.com/

TUBAN — Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman depan Gedung Rektorat UNIROW, Rabu (20/5/2026).
Upacara tersebut diikuti oleh segenap sivitas akademika UNIROW Tuban. Turut hadir pula para mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah angkatan 2023 dan 2024, serta mahasiswa penerima Beasiswa Pertamina SOBI PF 12/2025 . Rektor UNIROW Tuban, Prof. Dr. Drs. Warli, M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Warli menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar momen mengenang lahirnya Boedi Oetomo pada 1908, melainkan momentum untuk membangkitkan kesadaran generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
“Semangat 1908 adalah tonggak perubahan perjuangan bangsa, dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi dan transformasi digital. Oleh karena itu, mahasiswa dinilai memiliki peran penting sebagai generasi terpelajar yang mampu menjaga arah perkembangan bangsa di era digital.
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan Harkitnas 2026 menjadi pengingat pentingnya menjaga generasi muda agar tetap tumbuh dengan karakter, literasi, dan nasionalisme yang kuat. Menurut Warli, mahasiswa harus menjadi pelopor dalam meningkatkan literasi digital sekaligus menjaga etika bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi.
“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api Boedi Oetomo dalam setiap lini kehidupan,” katanya.
Dalam amanat tersebut, disampaikan pula sejumlah program strategis nasional yang mendukung pembangunan sumber daya manusia, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis.
Selain itu, pemerintah juga mulai memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan tersebut mencakup penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun yang telah berlaku sejak 28 Maret 2026.
Bagi mahasiswa, momentum Harkitnas dinilai bukan hanya seremoni tahunan, melainkan juga refleksi untuk memperkuat solidaritas sosial, berpikir kritis, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Upacara berlangsung khidmat dan ditutup dengan ajakan untuk menjaga persatuan dan membangun bangsa melalui pendidikan serta kesadaran kolektif generasi muda.

Reporter : Siti Mahmudah
Penulis : Nadia Aulia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini