Tuban – Sudjarwoto, S.H., S.Pd., M.H., M.M., M.Hum. resmi kembali dikukuhkan sebagai Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) PGRI Tuban. Prosesi pelantikan dan pengukuhan digelar di Hall Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Rabu (11/02/2026).
Pelantikan dan pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Sementara prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP PB) PGRI Pusat, Prof. Dr. Supardi Uki Sajiman, M.Pd. Kegiatan tersebut juga disaksikan Ketua dan Sekretaris PGRI Jawa Timur, Rektor Unirow, Ketua PGRI Tuban, Direktur Bank Jatim Cabang Tuban, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur pendidikan.
Seusai melantik, Ketua Umum PB PGRI menegaskan bahwa PGRI merupakan organisasi besar yang harus dijaga dengan komitmen dan tanggung jawab bersama. Ia menekankan bahwa kepemimpinan di tubuh PGRI bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk pengabdian untuk menjaga cita-cita para pendiri organisasi atas dasar kemanusiaan dan keadilan.
“Lakukan yang terbaik untuk PGRI. Ini persoalan kemanusiaan dan keadilan,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan Unirow yang dinilainya mampu tumbuh di tengah tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta (PTS). Menurutnya, keterbatasan pendanaan menjadi persoalan umum, terlebih di tengah kondisi anggaran negara yang terbatas untuk sektor pendidikan tinggi. Meski demikian, ia meyakini selalu ada the second chance, kesempatan kedua untuk bertumbuh dan berbenah.
“Swasta dalam keadaan dana terbatas, tetapi tetap harus tumbuh. Kuncinya adalah membangun kepercayaan publik,” ujarnya.
Mengibaratkan kampus sebagai kapal, Prof. Unifah menyampaikan bahwa perguruan tinggi tidak diciptakan untuk sekadar bersandar nyaman, melainkan untuk berlayar dan menghadapi tantangan.
“Kapal yang indah bukan untuk ditambatkan di pelabuhan dengan lampu berkelap-kelip, tetapi untuk berlayar di laut lepas. Kapal tidak rusak karena ombak, tetapi karena kerusakan di dalamnya,” ujarnya, menekankan pentingnya penguatan internal organisasi.
Ketua Umum PB PGRI juga meluruskan pandangan masyarakat yang kerap membandingkan PTS dengan perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi saat ini diukur dari kinerja, akreditasi institusi, serta produktivitas riset, bukan semata status negeri atau swasta.
“Yang terpenting sekarang adalah akreditasi dan kualitas. Cara pandang bahwa PTN pasti lebih baik harus diluruskan. Bagaimana riset berkembang di universitas ini juga menjadi ukuran penting,” cetusnya.
Dalam menghadapi era disrupsi dan cyber university, ia mengingatkan badan penyelenggara untuk adaptif terhadap perubahan. Kompetisi semakin terbuka dan batas-batas semakin tipis. Karena itu, kampus dituntut untuk terus berinovasi, memanfaatkan potensi lokal, serta membuka ruang penelitian seluas-luasnya.
“Di era disrupsi ini, kita harus berpikir apa yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian positif. Jangan terjebak pada keluhan, tetapi ciptakan terobosan. Saya percaya kampus ini dapat bertumbuh,” pesannya.
Ia juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Unirow. Pada kunjungan sebelumnya, saat kampus berada dalam masa pembenahan di bawah kepemimpinan rektor sebelumnya, ia hadir memberikan dukungan. Bahkan, ia membeli batik karya mahasiswa sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas kampus.
Semangat dukungan juga ditunjukkan Ketua PGRI Jawa Timur, Drs. H. Djoko Adi Walujo, S.T., M.M., DBA. Ia mengaku memiliki ikatan tersendiri dengan PPLP PT PGRI Tuban. Sebagai bentuk rasa syukur atas kehadiran Ketua Umum PB PGRI di Unirow, ia bahkan berjalan kaki sejauh tujuh kilometer menuju Kampus Ronggolawe.
“Kalau pelantikan badan penyelenggara dan Ibu Ketua Umum datang, saya akan jalan kaki tujuh kilometer,” ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada jajaran PPLP PT agar terus mendukung langkah konkret rektor dalam memajukan Unirow sebagai pusat pendidikan yang unggul dan berdaya saing. Sementara itu, Ketua BPLP PB PGRI Pusat, Prof. Supardi Uki Sajiman, M.Pd., menambahkan bahwa era perguruan tinggi saat ini adalah era kolaborasi yang berdampak. Perguruan tinggi tidak hanya bertumpu pada dana mahasiswa, tetapi juga perlu memperkuat jejaring, sinergi, serta pengembangan fasilitas dan ruang publik yang representatif guna menunjang aktivitas akademik.
Menanggapi berbagai arahan tersebut, Sudjarwoto menegaskan komitmennya untuk melakukan konsolidasi dan pembenahan secara bertahap, baik di internal organisasi maupun dalam berbagai kegiatan eksternal.
“Tanggung jawab yang diberikan akan memiliki kekuatan besar jika kami didukung penuh. Tugas utama kami saat ini adalah melakukan pembenahan di internal organisasi,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan dukungan seluruh elemen PGRI dan civitas akademika, Unirow akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan serta pembangunan daerah. Ia juga berharap dalam lima tahun ke depan PPLP PT PGRI Tuban senantiasa mendapat pembinaan dan pengarahan dalam rangka membangun citra lembaga yang lebih kuat dan profesional.
Dalam kepengurusan yang baru, Sudjarwoto didampingi Drs. Suharsono, M.Pd. sebagai Sekretaris, Rokhadi, S.E., M.M. sebagai Bendahara, dan Dr. Yudi Supiyanto, M.Pd., M.M. sebagai anggota. Sementara posisi pengawas dijabat Sumarno, S.H., M.Si.
Pengukuhan dan penandatanganan kepengurusan ini menjadi momentum penguatan tata kelola organisasi sekaligus peneguhan komitmen bersama untuk membawa Unirow semakin maju, adaptif, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Tuban dan Jawa Timur.
Penulis : Nadia



